PENTAS LUKA
Di atas panggung malam,
kau paling benderang
melontar gurau yang begitu
mengundang tawa.
Aku di pojok kanan
tepat di sebelah pintu keluar
menikmati indah ranum yang
disorot lampu kuning, selaras dengan senyum
yang hangat di kening.
Ah, kau lirik aku
mengajakku bergurau
“Tuan, yang berdiri di sana! iya, iya, anda. Sana keluar! Hahaha!".
— Bandung, A.














