KACAU
Lama tak bersimbah gurau
sedikit tersinggung meracau
inginnya kubuat pulau
tak ada siapa, hanya beberapa bangau
agar tak ada yang halau.
Namun ada juga engkau
yang binar ranumnya menyilau
yang lekuk tubuhnya memukau
lambai tangan tak dihirau
habis suara sampai parau
tak sedikitpun kau berkicau.
Aku semakin kemarau
berdoa suntuk di surau
minta kau mau dihimbau
karena kini aku sakau
sendiri tak berarti bagai tungau.
— Bandung, A.















