READING CHALLENGE 2013 (1-20)
Aha!!! I've got my list!! Setelah "ngubeg-ngubeg" sampah windows beberapa file balik lagi ke tempat asal. Termasuk catatan penting ini. Gimana nggak penting. This is my reading challenge progress during 2013. Kehilangan catatan ini sempat memupuskan niat meruntuhkan tantangan yang saya buat sendiri. Mengulang dari awal tentu bukan solusi yang serta-merta mampu meniupkan spirit of reading!!!
Masih 23 persen dari target dengan sisa waktu kurang lebih lima bulan. Dan setiap dua puluh bacaan saya terkumpul, saya akan memilih salah satu yang paling recommended untuk dibaca. Tapi tetap sedikit menampilkan yang lain. Kan sayang juga kalau nggak disinggung. Tanggung! Kenapa nggak sekalian dua puluhnya kalau gitu?? Jawabannya sederhana, capek ngetik euyyy :D
Check all out!! Find your favourite! :D
1. Dari Fontenay ke Magallianes - NH. Dini # DONE JAN '13
2. Jermal - Yokie Adityo # DONE JAN '13
3. The Remains of The Day # DONE JAN '13
4. Libri di Luca - Mikkel Birkegaard # ONE JAN '13
5. Calon Arang : Kisah Perempuan Korban Patriarki - Toeti Heraty # DONE JAN '13
6. Amuk Tun Teja - Marhalim Zaini # DONE FEB '13
7. Langit Merah Saga / Labirin Lazuardi - Gola Gong # DONE FEB '13
8. Mimpi Bayang Jingga - Sanie B. Kuncor # DONE FEB '13
9. My Father's Notebook - Kader Abdolah # DONE FEB '13
10. Bung Karno Dibunuh Tiga Kali? - Asvi Warman Adam # DONE FEB '13
11. Disguised : Sang Penyamar - Rita La Fontaine Clercq Zubli # DONE FEB '13
12. Pagelaran - Penulis-penulis Jogja (Lupa nggak catet daftar nama) # DONE MAR '13
13. Marmut Merah Jambu - Raditya Dika # DONE MAR '13
14. Gadis Pantai - Pramoedya Ananta Toer # DONE MAR '13
15. Pompeii - Robert Harris # DONE MAR '13
16. Cinta Bisa Diantar - Donatus A. Nugraha # DONE MEI '13
17. Live Traveler - Windy Ariesta # DONE MEI '13
18. Lupus (Cowok Matre) - Hilman # DONE MEI '13
19. Orchard Road - Margaretha Astaman # DONE MEI '13
20. Pencakar Langit - NH. Dini # DONE MEI '13
Dengan bangga saya memilih Gadis Pantai - Pramoedya Ananta Toer di antara jajaran dua puluh buku yang saya baca sebagai favourite. Penulis Indonesia yang pernah menjadi nominasi penerima nobel sastra ini sudah tidak diragukan lagi kehebatannya mencipta dan menggiring pembaca ke ranah kepuasan, ketakjuban, macam-macam (silakan sebut sendiri). Salah satu novel yang juga diterjemahkan oleh Willem Samuels dengan judul The Girl from Coast ini recommended banget bagi yang juga tertarik dengan nilai historis Indonesia. Sebagaimana diceritakan, seorang gadis sederhana yang dibawa nasib 'berjodoh' dengan seorang priyayi Jawa. Terdengar terhormat pada awalnya. Hingga masa-masa kemudian setelah pernikahannya, ia merasai hidup sebagai perempuan yang tidak diperlakukan semestinya menurut pandangannya sendiri. Karena adat yang terlanjur mengakar pada hidup para priyayi waktu itu. Ia pun di usianya yang masih sangat belia, mendapati dirinya harus belajar dalam kondisi demikian untuk mempertahankan status barunya yang terancam oleh keberadaan wanita lain yang bermaksud merebut posisinya sebagai istri priyayi. Sayang sekuelnya tidak akan terbaca lagi. Sisa-sisa dan penghabisan Gadis Pantai hanya bisa dinikmati cukup sini. Yang lain telah diberangus oleh pemerintah Belanda karena muatan ceritanya tentu saja. Masalah ini tolong dikemukakan sendiri alasannya. Saya paham tapi tidak mampu menjelaskan secara terperinci. *Alibi :D
Selain Gadis Pantai ada juga Disguised: Sang Penyamar. Sama-sama bernilai historis. Kali ini penulisnya bukan asli Indonesia, tapi keturunan Belanda yang tinggal di negeri jajahan. Rita, si penulis menceritakan dengan amat terang kejadian-kejadian masa akan berakhirnya pendudukan Belanda sampai digantikan Jepang. Ternyata tidak melulu pribumi yang menderita. Non pribumi pun turut merasakan dan nurani mereka menolak kelangsungan perang demi perang yang menyengsarakan manusia.
Masih tersisa satu yang tidak boleh dilewatkan untuk dibagi. Yakni Calon Arang; Kisah Perempuan Korban Patriarki karya Toeti Heraty. Ditilik dari judulnya, penulisnya jelas bermaksud 'menyadarkan' pembaca yang (kalau) berpemikiran Calon Arang adalah tokoh dengan jubah hitam penuh kekejaman mutlak seperti dikesankan cerita rakyat yang beredar dengan citra Calon Arang sedemikian buruknya. Jangan lupa, Calon Arang tetaplah perempuan. Yang mengupayakan hal terbaik bagi anak gadisnya yang tidak jua mendapat jodoh dikarenakan pandangan masyarakat terhadap dirinya. Perempuan yang mengalami peristiwa berdarah setidaknya tiga hari sekali dalam hidup mereka. Perempuan yang ditinggal suaminya. Perempuan, ah... Perempuan yang malang.