- Persimpangan Jalan -
Mungkin memang benar bahwa seseorang itu bisa menjadi paling 'alim' atau paling semangat dalam beribadah adalah ketika seseorang itu sedang jatuh cinta.
Aku menulis seperti itu karena memang diriku pernah menjadi salah satunya hehe. Semangat ibadah meningkat berkali-kali lipat karena jatuh cinta pada seseorang. Walau itu salah tapi beberapa dari kita (tidak semua) pasti pernah merasakan hal yang sama, semangat beribadah meningkat karena cinta terhadap seseorang.
Yang ditekankan disini bukan masalah itu, melainkan apa yang terjadi jika rasa cinta kepada seseorang yang membuat kita bersemangat beribadah itu tidak sesuai dengan keinginan kita atau istilahnya bertepuk sebelah tangan? Akankah semangat ibadah itu akan tetap ada walau telah kehilangan alasannya? Ataukah semangat itu akan semakin kuat karena sadar bahwa alasan utama dalam beribadah adalah hanya untuk dan karena-Nya?
Iya inilah yang disebut dalam persimpangan jalan. Dimana seseorang yang telah mengalami patah yang teramat dalam akan mendapatkan dirinya berada dalam persimpangan jalan antara menjadikan dia semakin taat beribadah ataukah akan menjadikan dia perlahan keluar dari ketaatan yang selama ini dia lakukan.
Cinta yang diusahakan ternyata tidak satu muara merupakan salah satu contoh yang paling mudah untuk dipahami. Selain itu ini juga berlaku ketika kita sedang diberikan ujian hidup yang sangat berat ataupun kehilangan salah satu orang terdekat kita yang telah berpulang terlebih dahulu, ataupun sebuah do'a yang diusahakan ternyata tidak sesuai keinginan sehingga membuat kita bisa berada di persimpangan jalan tersebut.
Jika ditanya apa aku pernah berada dalam fase itu? Maka jawabku pernah bahkan berkali-kali dan tidak sedikit ketika berada dalam persimpangan jalan tersebut aku memilih jalan yang salah. Tapi dari semua pengalaman itu setidaknya sesakit atau sepatah apa aku nanti insyaallah aku berharap aku akan memilih jalan yang benar ketika berada di persimpangan jalan itu.
Untukku, ayoo kembali karena kita sudah terlampau jauh dalam menapaki jalan yang salah.
Gresik, 6 Oktober 2019 (Renungan sehabis Subuh di Pabrik)









