“I’ll just throw myself at him again and maybe this time he won’t catch me” - Sanada probably
seen from China
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Malaysia

seen from Maldives
seen from United States
seen from United States

seen from Sweden
seen from South Korea
seen from Netherlands
seen from South Korea
seen from United Kingdom

seen from United States
“I’ll just throw myself at him again and maybe this time he won’t catch me” - Sanada probably
Pewarisan Budaya Ilmu
“Nikahilah wanita penuntut ilmu. Jika ia bukan penuntut ilmu, maka nikahilah wanita yang mencintai ilmu. Jika ia bukan wanita yang mencintai ilmu, maka nikahilah wanita yang membantumu menuntut ilmu. Begitupun sebaliknya.” — Habib Umar bin Hafidz
Tapi tampaknya susah membuat seseorang (khususnya pasangan kita) untuk membantu kita menuntut ilmu jika ia sendiri bukanlah seseorang yang mencintai ilmu. Iya atau iya? Hehehe.
“Carilah wanita yang memiliki nasab baik, karena itu akan mempengaruhi nasib yang baik pula. Tapi andai kata jodohmu bukanlah orang yang memiliki nasab, maka buatlah nasab sendiri dan bangun nasib dengan nasab yang kamu bangun.” — KH. M. Anwar Manshur
Tapi membangun nasab sendiri adalah perjuangan yang luar biasa, sebab mencari dan menemukan partner hidup yang memiliki kesamaan visi misi dan frekuensi itu rumit. Iya atau iya? Hehehe.
Jember, 17 November 2021
Membedah Entri Perawi: Contoh Praktis Membaca Taqrīb al-Tahdhīb
Surau.co. Membaca Taqrīb al-Tahdhīb karya al-Ḥāfiẓ Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī bukan sekadar menelusuri daftar nama perawi hadis. Ia adalah perjalanan intelektual menembus lapisan sejarah, karakter, dan kredibilitas manusia yang menjadi penjaga sabda Nabi ﷺ. Frasa kunci membedah entri perawi dalam Taqrīb al-Tahdhīb menjadi penting karena kitab ini tidak hanya mendata, tetapi juga menyaring kualitas…
Perawi Wanita dalam Taqrīb al-Tahdhīb: Jejak Ulama Perempuan dalam Ilmu Hadis
Surau.co. Dalam sejarah keilmuan Islam, frasa “perawi wanita dalam Taqrīb al-Tahdhīb” membuka jendela pada warisan intelektual yang sering terlupakan. Karya monumental al-Ḥāfiẓ Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī, Taqrīb al-Tahdhīb, bukan hanya menjadi rujukan utama dalam kajian ilmu hadis, tetapi juga mencatat dengan teliti keberadaan para perawi perempuan yang ikut menjaga autentisitas sabda Nabi ﷺ. Meski…
Menelusuri Kredibilitas Perawi Hadis: Panduan Singkat dari Taqrīb al-Tahdhīb
Surau.co Dalam studi hadis, kredibilitas perawi hadis menjadi fondasi utama dalam menilai keabsahan riwayat. Tidak cukup hanya menghafal sanad; perlu diketahui siapa orang-orang di balik mata rantai periwayatan itu. Di sinilah pentingnya kitab monumental karya al-Ḥāfiẓ Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī berjudul Taqrīb al-Tahdhīb. Kitab ini adalah jembatan antara dunia sanad yang kompleks dan pemahaman…
Ilmu Hadis Bukan Cuma Tentang Sanad: Spirit Keilmuan dari Muqaddimah Ibn al-Ṣalāḥ
Surau.co. Banyak orang mengira ilmu hadis hanya membahas soal sanad—siapa meriwayatkan dari siapa, dan apakah rantainya tersambung atau tidak. Padahal, dalam pandangan Ibn al-Ṣalāḥ, ilmu hadis jauh lebih luas dan mendalam. Ia bukan sekadar sistem teknis pelacakan periwayatan, tetapi sebuah etos intelektual dan spiritual yang membentuk karakter keilmuan Islam. Karya agungnya, Muqaddimah fī ʿUlūm…