“Perché io sono tuo servo e figlio della tua ancella,
uomo debole e di vita breve,
incapace di comprendere la giustizia e le leggi.”
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Spain

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from France
seen from Canada

seen from Spain
seen from Spain

seen from United States
seen from China

seen from China
seen from Germany

seen from Brazil
seen from Poland

seen from United Kingdom
seen from China
“Perché io sono tuo servo e figlio della tua ancella,
uomo debole e di vita breve,
incapace di comprendere la giustizia e le leggi.”
BTS Owns The World
BTS merupakan salah satu boygroup asal Korea Selatan yang sedang naik daun selama beberapa tahun belakangan ini. Boygroup ini berada di bawah naungan BigHit Entertainment dan pertama kali muncul di hadapan publik pada tahun 2013. Pada bulan November 2017, BTS pertama kalinya tampil di TV Amerika melalui acara American Music Awards. BTS merupakan satu-satunya penampil yang berasal dari Korea Selatan. Setelah tampil di acara American Music Awards, BTS dibanjiri tawaran untuk tampil di berbagai acara TV Amerika lainnya, seperti Ellen Show dan The Late Late Show with James Corden. Selain tampil di berbagai acara TV Amerika, BTS juga diundang untuk hadir di radio show milik Ryan Seacrest yang bernama On Air with Ryan Seacrest. Keberhasilan BTS di Amerika mengantarkan mereka pada proyek kolaborasi dengan DJ asal Amerika, yakni Steve Aoki. BTS meremix lagunya yang berjudul Mic Drop dengan Steve Aoki.
Adanya proyek kolaborasi ini pun menunjukkan bahwa BTS ingin memperluas jangkauan audiensnya, bukan hanya Asia dan Amerika saja tetapi juga internasional. Untuk dapat menjangkau audiens internasional, BTS harus dapat menyesuaikan dengan kultur atau selera audiens sehingga dipilihlah DJ yang cukup terkenal di kalangan internasional, Steve Aoki, untuk berkolaborasi dalam proyek remix lagu Mic Drop. Remix lagu Mic Drop pun tentu saja diberi sentuhan-sentuhan musik ciri khas Steve Aoki agar semakin mempermudah perluasan popularitas BTS. Fenomena tersebut sesuai dengan konsep corporate convergence dimana pihak manajemen BTS, yakni BigHit Entertainment mendukung secara finansial dan distribusi dari proyek kolaborasi tersebut. Corporate convergence dilakukan atas dasar tiga hal. Pertama, national producers (pihak dari BigHit Entertainment) melihat bahwa persebaran produk mereka bukan hanya semata-mata untuk pemasukan finansial saja, melainkan juga sebagai sumber kebanggaan masyarakat Korea Selatan dan BTS lah yang menjadi representatifnya. Kemudian, BigHit Entertainment melihat bahwa distribusi dari produk mereka harus disebarkan seluas-luasnya. Lalu, BigHit Entertainment sebagai niche distributors melihat bahwa produk mereka merupakan produk yang unik dan berbeda dari yang sudah ada di pasaran.
Sumber:
Jenkins, H. 2006. Pop Cosmopolitanism.
https://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Aoki
https://www.iheart.com/content/2017-11-16-bts-working-on-english-songs-everything-else-we-learned-from-their-visit/
http://www.thefader.com/2017/11/19/bts-american-music-awards-performance
Oleh:
Savira Nur Insani - 1606893613
Source: www.youtube.com
Dalam video di atas dijelaskan dengan baik apa itu transmedia storytelling dan proses terjadi. Salah satu bentuk transmedia storytelling yang ada di Indonesia adalah Filosofi Kopi. Filosofi Kopi berawal dari cerita pendek karya Dee Lestari yang kemudian dijadikan film berjudul serupa. Dalam rangka mempromosikan film tersebut dibuka kedai kopi dengan nama yang sama pula, Filosofi Kopi, di daerah Blok M dan berencana akan dibuka pula di kota-kota lain. Filosofi Kopi juga menjual kaos dan passport case di website store resmi milik mereka. Saya pernah bertemu dengan Handoko Hendroyono, salah satu Produser dari Film Filosofi Kopi, dibalik transmedia storytelling ini ada visi besar yang menjadi cita-cita awal Filosofi Kopi dibuat, yaitu untuk menyejahterakan petani kopi. Filosofi Kopi ingin membentuk image Barista sebagai pekerjaan yang keren, sehingga banyak orang yang akhirnya mulai membuka kedai kopi di Jakarta dan diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi biji kopi dalam negeri, sehingga petani kopi sejahtera.
Source: https://www.getscoop.com/berita/ulasan-buku-filosofi-kopi-karya-dewi-lestari-dee/
Source: www.cewekbanget.id
Source: http://www.thedelicaciesjournal.com
Source: http://filosofikopi.id/store/
Skam, Pop-Cosmopolitans’ New Cult
“Someone whose embrace of global popular media represents an escape route of the parochialism of [their] local community.” - Jenkins, 2006
“What cosmopolitanism at its best offers us is an escape from parochialism and isolationism, the beginnings of a global perspective, and the awareness of alternative vantage points.” - Jenkins, 2006
Pop-cosmopolitan akan mengonsumsi media sebagai sebuah pelarian dari sempitnya komunitas lokal tempat dia berada. Salah satu media yang umumnya digunakan oleh para pop-cosmopolitan muda termasuk saya adalah tontonan, baik serial TV, film, webseries, dan lain - lain. Salah satu media populer yang sedang menjadi sebuah cult bagi sejumlah besar penikmat di seluruh dunia.
‘Skam’ merupakan serial TV asal Norwegia yang menceritakan tentang kehidupan sejumlah remaja di Oslo. Salah satu hal yang paling menarik dari serial ini adalah penerapan konsep transmedia storytelling. Selain menonton tiap episode, penonton juga bisa mengikuti perkembangan dari masing - masing karakter dan peristiwa yang terjadi melalui akun sosial media dari karakter yang seolah - olah nyata, melihat screenshot percakapan chat para karakter di situs resmi Skam, dan lain - lain. Serial ini ditampilkan seolah - olah realtime, apabila tayang pada hari Sabtu, maka kejadian yang ada di episode tersebut berlangsung pada hari tersebut.
Skam sendiri dianggap mirip dengan ‘Skins’, sebuah serial remaja serupa dari Inggris yang telah di-remake ke dalam serial Amerika Serikat. Namun tentunya serial ini menggunakan konteks budaya lokal Norwegia yang membuat serial ini sangat erat dengan masyarakatnya. Meskipun Norwegia merupakan negara barat, namun konteks budaya Norwegia sendiri masing asing (alien) dan menarik bagi sebagian besar masyarakat dunia. Itulah kemudian mengapa serial dengan strategi pemasaran yang unik ini kemudian malah menjadi sebuah sensasi global yang telah bergantung pada internet. Padahal akses penonton di luar Skandinavia dipastikan illegal karena tidak ada saluran resmi yang menjayikan serial tersebut. Penonton menyebarkan video melalui YouTube dan Google Drive yang menyantumkan terjemahannya sendiri.
Sumber:
http://www.thefader.com/2017/04/10/skam-season-4-sana-isak-even-nrk-interview
http://www.denofgeek.com/us/tv/skam/261713/what-is-skam-why-is-it-taking-over-the-internet
Mohammad Zubair Al Kaubraa - 1506756141