dirga x sawit toxic yaoi couple how sweet
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Japan

seen from United States

seen from Sweden

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Sweden
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Yemen
seen from Germany

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Germany
dirga x sawit toxic yaoi couple how sweet
Hal yang perlu di peringati di hari peringatan kemerdekaan republik indonesia
Bagi saya, memperingati hari penting itu sama halnya dengan mengingat kembali hal-hal yang pernah dilalui selama hari penting itu diperingati. Pada hari peringatan kemerdekaan republik indonesia, saya selalu mempertanyakan kembali apa itu arti kemerdekaan bagi bangsa ini. Berikut rangkuman celoteh di benak saya yang dikemas secara naratif seperti cerita pendek hasil memperingati hari kemerdekaan:
“Kita tidak pernah benar-benar merdeka” kata seorang bocah putus sekolah yang sehari-hari dipaksa menjajakan kerupuk gendar kepada abang-abang yang sedang nongkrong a.k.a ngopi di coffeeshop kesayangan mereka.
Kerupuk gendar disebut juga kerupuk malarat di kota cirebon. Kenapa malarat (dibaca: melarat), konon katanya kerupuk ini disangrai orang menggunakan pasir karena tak sanggup membeli minyak sawit. Minyak sawit hasil pembalakan hutan di seantero negri ini memang kadang tidak terjangkau oleh kaum-kaum tertentu.
Minyak sawit itu terbuat dari buah sawit yang pohonnya mampu menyerap unsur hara secara masif. Sawit adalah tanaman yang sangat produktif jika dihitung dari valuasinya berbanding dengan hutan yang tidak lebih liquid secara ekonomis. Oleh sebab itu, sangatlah mudah bagi orang-orang mengganti hutan dengan kebun sawit. Bakar saja hutannya, karena hutan tidak lebih cepat menghasilkan uang daripada sawit.
Hutan mungkin saja valuasinya akan semakin mahal jika manusia di kota sudah mulai sesak karena polusi udara. Polusi yang tidak baik untuk dihirup manusia. Pengahasil polusi terbanyak selain smelter batubara yaitu hasil pembakaran mesin bermotor (dibaca: pembakaran hutan itu sendiri).
Mana mungkin mesin bermotor bisa punah di dunia ini? Kepentingan semua orang, khususnya di kota, tak bisa lepas dari mesin. Mulai dari kepentingan logistik, kebutuhan pabrik hingga kepentingan (yang katanya) orang penting yang menganjurankan 4 in 1 (dibaca terbalik) kepada orang yang tidak lebih penting dari mereka. Sebab orang kota itu adalah manusia paling penting diantara manusia lain yang ada diluar perkotaan.
Kota itu tempat berkumpulnya uang. Semakin besar kotanya, semakin banyak uang yang beredar di kota tersebut. Katanya kota adalah jantung peradaban. Semua kemajuan berasal dari kota. Keinginan manusia akan selalu berlipat ganda seiring kemajuan kotanya.
Di kota, semua hal bisa ditukar dengan kertas (dibaca: uang). Kalaupun ada hal yang tidak bisa ditukar dengan uang, maka mereka akan terheran-heran. Bahkan ada diantara mereka yang sampai terharu seolah-olah hal tersebut adalah mukjizat
Uang adalah ciptaan manusia yang paling digdaya. Bagaimana tidak, uang bisa membuat seseorang terhindar dari maut (dibaca: sambo). Sebaliknya, uang juga bisa membuat orang cepat mati. Mati-matian mencari uang hingga ajal lebih cepat menjemput.
Bak senjata yang ampuh, buah simalakama yang bernama uang itu sigap meracuni siapapun. Termasuk didalamnya polisi, jaksa, wakil rakyat, tukang parkir, pedagang, bandar judi, pengangguran, pemilik cafe, ojek payung, pengemis dan bandarnya.
Adapun contoh lain seperti kepala adat suku tertentu, camat, ketua bem, atau keluarga muller (termasuk keluargahartanto, bisa juga keluarga: cendana, salim, bakrie, tanjung, djojohadikusumo, tahir, dkk, dkk).
Lalu dilanjut dengan makelar tanah, arsitek, enumerator, customer service, ah, sebut saja apapun profesinya, mereka tidak pernah benar-benar merdeka. Ya, kita semua tidak pernah benar-benar merdeka.
Catatan penulis:
Cerita diatas hanyalah fiktif belaka yang kebetulan dikarang dari kejadian sehari-hari yang begitu nyata. Rangkaian kata-kata diatas tidak bermaksud untuk menjadi sindiran kepada siapapun. Jika ada orang yang merasa tersindir, maka silahkan tanya pada dirinya sendiri: Apakah anda sudah benar-benar merdeka? Ataukah kemerdekaan itu hanyalah utopia belaka?
I didn’t think I could get in there with a saw. Took me a minute to figure out I could saw it off from underneath 😊 #wood #woodworking #sawit #duh #workslow #getzen
Petani Sarjana
“Nak, ijazah Sarjana itu ibarat bungkus kacang kulit yang ada di penjual-penjual di pasar. Kalau cuma kertasnya, sudah sangat banyak yang punya.” Pesan seorang petani sarjana ekonomi. Namanya Abdul Muis S.E. Tidak asing dengan namanya? Yap, beliau adalah bapakku.
Segala yang kamu lihat dalam diri dan hidup Shofwan adalah hasil dari bertani. Entah jagung, kakao atau sawit. Karenanya lah petani…
View On WordPress
Polsek Seputih Mataram Amankan Tiga Pelaku Pencurian Buah Sawit di PT GMP
Lampung Tengah, lampungkita.id – Polsek Seputih Mataram Polres Lampung Tengah mengamankan tiga pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) buah kelapa sawit di areal perkebunan PT. GMP, Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, Kapolsek Seputih Mataram, AKP Junaidi, menjelaskan,…
Polsek Seputih Mataram Bekuk Pencuri Tandan Sawit Milik PT GMP
Lampung Tengah, lampungkita.id – Tekab 308 Presisi Polsek Seputih Mataram Polres Lampung Tengah mengamankan seorang pria terkait pencurian buah kelapa sawit yang terjadi di wilayah PT Gunung Madu Plantation (GMP), Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram. Mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, Kapolsek Seputih Mataram, AKP Junaidi, menjelaskan, pelaku…
Polres Tulang Bawang Barat Amankan Pelaku Pencurian Buah Sawit Yang Resahkan Masyarakat
Tulang Bawang Barat, lampungkita.id – Tim Tekab 308 Presisi Sat Reskrim Polres Tubaba, Polda Lampung berhasil mengamankan 2 (dua) Pelaku Kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada Bulan Juli 2025 di kebun sawit milik korban HI (61) dan AN (48) Keduanya Warga Menggala Kab.Tulang Bawang pada bulan Desember 2025 di Tiyuh Gunung Terang Kecamatan Gunung Terang Kab.…
Sawitcore (+evil version)
Made by a friend of mine who’s too shy to post this, try convincing her in the comments and i’ll tag her