“Media sosial itu banyak manfaatnya, terutama untuk ekspresi diri. Di sisi lain, #sekadarmengingatkan, media sosial juga bisa berdampak negatif, terutama mengganggu waktu tidur yang bisa merusak produktivitas kita, takut ketinggalan info (#FOMO) dan perundungan (#bullying)." ~ @nukman #RIPNukman 🍀 #mediasosial #instagram #facebook #twitter #socmed #nukmanluthfie #inspirasi #indonesia #cinta #positif #internet #motivasi #influencer #internetmarketing #lifestyle #instagood #instadaily #bullying #bully #internetpositif #positivevibesonly #positivevibe #rip #positivevibes #inspire #nukman #life #love #live https://www.instagram.com/p/Bsj40UgFF8k/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1q028t1cclwzy
Shalat berjamaah, pasti udah nggak asing lagi dengan hal yang satu ini. Namun kalo dilihat sepintas mungkin agak terlalu diremehin nih. Shalat di rumah kan sama aja: sama-sama menunaikan kewajiban kita. Betul sekali memang. Tapi jika semua orang berpikiran seperti itu, lantas untuk apa didirikan masjid? Masa cuman tempat berkumandang adzan doang terus dah gitu aja? Maka dari itu para ulama sepakat kalo seorang pria shalat di masjid secara berjamaah itu hukumnya wajib. Kalo sepintas dipikir-pikir nih, berarti kalo seorang pria shalat di rumah berarti dosa dong? Menurut hukumnya sih gitu.
Kalo kalian belum pernah ngerasain shalat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, maka berbahagialah. Kenapa? Kalo shalat di masjid sekitar kita nih bisa datang sesuka waktu, yang penting berjamaah. Kalo di dua tempat itu? Kalo datangnya tepat waktu adzan, bisa jadi kamu dapet tempat yang paling nggak nyaman. Misalnya nih di lantai bekas thawaf (kalo di Masjidil Haram) atau pelataran tanpa karpet (kedua masjid tersebut). Tempat itu masih dipakai buat shalat loh, padahal sering banget tempat tersebut menjadi tempat lalu lalang pejalan kaki. Jadi nggak heran kalo di kedua masjid tersebut udah rame kalo mau menjelang adzan. Apalagi kalo di Masjidil Haram nih, sejam sebelum adzan bisa jadi kita nggak bisa dapat tempat tepat di pelataran Ka’bah. Loh emang penting banget ya gitu?
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (Hr. Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551)
Padahal masih banyak Hadits yang lainnya. Tapi dengan hadits di atas, udah menandakan bahwa DIRIKANLAH SHALAT BERJAMAAH DI MASJID TEPAT PADA WAKTUNYA.
Alasan “tepat pada waktunya” didasarkan pada kata “... mendengar azan lalu tidak mendatanginya...”. Sedangkan “dirikanlah shalat berjamaah di masjid” didasarkan pada logika kita bahwa adzan wajib dikumandangkan di masjid. Kita disuruh mendatangi tempat tersebut, yang artinya wajib. Lalu semuanya udah kumpul nih, maka terlaksanalah shalat berjamaah.
Alasan yang sering kita dengar: sakit, hujan, kuliah, dan sebagainya. Eits! Ini yang kita mau bahas. Kalo “udzur” yang dimaksud adalah “halangan” saja, maka nungguin temen biar ke masjid bareng juga “halangan” loh. Padahal orang buta nih disuruh sama Rasulullah SAW untuk mendatangi adzan tersebut. Terus gimana?
Kata “udzur” ini dipersempit menjadi “halangan yang membuat seseorang tidak sanggup melakukan sesuatu”. Maka kamu cuman batuk atau pilek wajib datang ke masjid untuk shalat berjamaah tepat waktu. Terus yang dikatakan “udzur”? Kamu sakit, dirawat di rumah sakit, udah pake infus segala macam, kalo melepasnya dapat membahayakanmu, itupun kalo suster nggak sanggup nganter kamu ke masjid baru dikatakan udzur loh. Selain itu? Orang tuli dan buta “dibolehkan” untuk tidak datang, namun itu aja masih punya syarat loh. Parameternya? Cukup sederhana nih. Dengan sakitmu itu kamu masih sanggup melangkah ke masjid atau tidak, atau sanggup mendirikan shalat atau tidak. Kalo kamu cuman bisa shalat dengan berbaring baru dianggap “udzur”. Selanjutnya cuaca. Bahkan cuaca saja dikatakan termasuk “udzur” ketika hujan badai, banjir bandang, atau badai pasir. Cuaca yang dikatakan tersebut berparameter ketika kamu pergi ke masjid lebih membahayakan jiwa. Kadang kalo cuman hujan ringan terus gak ke masjid. Duh sedih.
Nah ini alasan paling banyak dilontarkan: rapat. Nuwun sewu ya, memang paling baik kalo rapat diadakan habis ‘Isya atau setelah Zhuhur atau ‘Ashar, karena memang setelah ‘Ashar tidak ada shalat sunah yang boleh didirikan dan dilarang untuk tidur, setelah Zhuhur adalah waktu yang lama, apalagi setelah ‘Isya. Namun terkadang yang paling menjengkelkan adalah kalimat sanggahan “Kan waktu shalat ‘Isya lama”. Mengajari deadliner memang.
Kalo kuliah? Nah ini terdapat perbedaan pendapat. Kalo semisal memang gadibolehin keluar ya jangan maksa. Tapi usahakan lobi ke dosen, kalo bisa istirahat di waktu Zhuhur atau memperlambat masuk kuliah agar mendapati shalat ‘Ashar. Kecuali kalo memang kamu sedang safar. Kalo safar sendirian, lebih baik berhenti dulu di masjid ketika adzan berkumandang. Selebihnya silahkan ambil fasilitas Jama’ atau Qasar atau mau disamain juga gapapa.
Yang lainnya? In-sya Allah udah dewasa kan, jadi udah ngerti harusnya gimana.
Kenapa aku bilang gini? Mesti dikaitkan sama negara-negara Islam ya? Ya emang ada benernya juga. Padahal yang pengen aku tekankan adalah buat apa masjid dibangun luasnya gitu tapi yang ngisi cuman setengahnya? Mubadzir lah. Padahal tempat yang kosong bisa kita buat rumah buat orang-orang yang mau ngerawat masjid.
Intinya? Shalat berjamaah di masjid tepat waktu itu urgent banget. Gausah banyak mikir loh, padahal zaman Rasulullah SAW saja para pengikutnya tidak semuanya bertanya “mengapa” ketika beliau memberikan perintah. Karena cuman satu aja kepercayaan yang selama ini hilang di dalam diri kita: hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu. Ketika kita mau tahu kata tanya itu, memang sepantasnya kita gali sendiri makna dari jawaban pertanyaan tersebut.
Pesen dariku: ajak temennya ke masjid shalat berjamaah tepat waktu. Kalo memang dia bisanya Iqamah baru berangkat ya udah biarin dulu sampe Adzan baru dia mau berangkat. Perlahan tapi pasti, makmurkanlah masjid. Oke?
Masjid jangan sama seperti kuburan...