seen from Germany

seen from Australia
seen from United States
seen from Iraq
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Russia

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Mexico
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States
seen from China
seen from United States
From comfort to growth. #comfortzone #growth #selfdev #selfimprovement https://www.instagram.com/p/B8uKKNrnlwb/?igshid=matzi02o1u9w
Inspired by Lil Wayne, I talk about the immense power that comes from staying within oneself in a world that is full of competition and comp
Agfa APX 400 // Autumn 2017 by Sohail Photography Via Flickr: Agfa APX 400 Canon 1000fn w/ EF 50mm 1.8II (Orange Filter) Epson V500 (EpsonScan) Autumn 2017
To change your life, you MUST change yourself. Self development is key to moving forward to a more positive future. #selfhelp #selfimprovement #selfdevelopment #selfdev #reading #readingchangeslives
Self Dev -1: How to be Resilient Professional
Seminar (atau bisa dibilang kelas) ke-2 di tahun 2016 yang lagi-lagi saya datangi bersama mbak @deakhumaira adalah @akademiberbagi berjudul How to be Resilient Professional. Judulnya keren dan mengusung latar belakang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang akan dihadapi pemuda-pemuda Indonesia. Pembicaranya ada 3, mbak Yanti Nisro yang sudah malang-melintang di dunia market research, mbak Ainun Chomsun sebagai founder Akber, dan juga ibu Dian Siswarini yang adalah CEO XL Axiata. 3 pembicara ini saja sudah bikin ga sabar dengan apa yang akan disampaikan. :D
Saya akan membagi tulisan ini menjadi 3 poin berdasarkan kesimpulan yang saya ambil dari masing-masing pembicara, lalu baru saya jabarkan.
1. Cari solusi untuk permasalahan yang ada, jangan kabur - Yanti Nisro
Mbak Yanti Nisro sebagai pembicara pembuka di acara ini, menjelaskan lebih ke arah apa itu Resilient Professional dan bagaimana menjadi salah satunya. Seperti yang sudah diketahui, Resilient = Tangguh, Ciri-ciri profesional yang tangguh diantaranya:
Percaya diri
Tidak mudah menyerah
Strong, memiliki prinsip kuat
Jarang mencari-cari alasan (males, macet, ga punya waktu, dkk)
Berani keluar dari comfort zone
Mbak Yanti juga menyayangkan anak muda jaman sekarang (generasi Y & milenial) yang lebih sering gonta-ganti pekerjaan. Bila dibandingkan dengan anak muda seumurannya di negara yang lebih maju, mereka kurang dalam ilmu di bidang keahliannya. Hal tersebut mungkin karena generasi ini mudah menyerah, gampang terbawa arus, dan kurang tekun. Sehingga pada akhirnya, jumlah generasi produktif ini tidak dapat memenuhi banyakanya lapangan pekerjaan yang ditawarkan, semacam ada gap antara industri, institusi pendidikan, dan anak didik.
Info lainnya, mbak Yanti ini memiliki latar belakang pendidikan statistika dan mengawali karirnya di dunia market research di perusahaan multinasional.
2. Mari meninggalkan jejak digital yang baik - Ainun Chomsun
Sebuah cara pandang yang keren datang dari mbak Ainun Chomsun, seseorang yang banyak berkecimpung di dunia digital dan komunitas. Orangnya terlihat santai dan berbicara apa adanya. Dalam kesempatannya berbicara, dia banyak membahas mengenai komitmen, konsistensi, kebiasaan, dan bagaimana memanfaatkan dunia digital untuk pengembangan diri.
Ada 3 hal yang sebaiknya dilakukan dengan komitmen dan konsistensi oleh para profesional muda agar hidupnya lebih bermakna:
Belajar
Proses
Waktu
Rendah hati
Bekerja
Goals
Sistem
Team work
Reward & punishment
Menjadi relawan
Leadership
Berbagi
Motivasi
Organisasi
Networking
Selain itu, supaya makin keren dan ga ketinggalan jaman, generasi muda tetap bisa menggunakan dunia digital untuk meningkatkan skill mereka bahkan bisa dijadikan ajang Personal Branding yang baik. Misalnya, daripada mengisi timeline Facebook dengan kegalauan, sebaiknya membagikan berita positif, tulisan motivasi, hingga skill baru. (Beberapa teman saya sudah sering melakukannya nih. Ngomporin untuk ikutin jejaknya, hehe.) Social media kita bakal berubah jadi galeri karya-karya indah.
Mbak Ainun pun menambahkan, agar setiap anak muda masuk dulu sebagai karyawan dalam suatu perusahaan agar mereka mengerti tentang sebuah sistem dan teamwork. ;) Kalaupun akhirnya memutuskan menjadi freelance ataupun entrepreneur, setidaknya pernah merasakan menjadi bagian sebuah institusi.
3. Komitmen, Konsistensi, dan Coping Mechanism - Dian Siswarini
Ibu Dian mengawali cerita mengenai pengalamannya bekerja bersama orang Korea. Dia melihat sendiri bagaimana komitmen kerja tertanam benar dalam diri mereka. Satu kalimat dari mereka yang perlu kita renungkan adalah komitmen/janji itu ada untuk ditepati, bila bukan dimulai dari diri sendiri yang melakukannya lalu siapa. Hal ini terutama sangat diperlukan untuk komitmen yang ingin dilakukan bagi diri sendiri.
Ibu Dian juga menunjukkan perjalanan karirnya yang diawali sebagai engineer XL kala itu (sudah bercita-cita menjadi CEO) dan akhirnya sekarang menjadi seorang CEO di perusahaan yang sama. Sebuah konsistensi yang baik dan sangat terencana.
Bila boleh dirangkum, 3 hal ini menjadi senjata andalan bu Dian:
Coping Mechanism
Time Management
Planning
3 hal di atas sepertinya diperlukan apalagi sebagai seorang wanita (dan ibu) yang sudah pasti, tugas utamanya bukan hanya di kantor, tetapi juga di rumah. :)
Di akhir kelas ini, tentunya ada diskusi, ini lah hasil rangkumannya:
Kemampuan komunikasi adalah harus karena melalui komunikasi yang baik, kita dapat menjual ‘ide’. Oleh karena itu, belajar bahasa lain terutama bahasa Inggris itu semacam kewajiban.
Berani ditantang dengan bekerja di luar jobdesc sehingga kita mendapatkan ilmu di luar bidang keahlian kita (penting untuk menjadi seorang pemimpin).
Kembangkan terus Learning Agility, yaitu kemampuan kita untuk belajar, beradaptasi, dan mengimplementasi dengan cepat.
Naah, kira-kira itu dia pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan saat menghadiri kelas ini. Sungguh memberi motivasi baru untuk tidak mudah menyerah dan semakin menjadi diri yang lebih baik lagi.
New Year Decisions 2016...
That instead of here, I start the blog at the reddit instead. I love reading long text posts, and I write long text posts. Community here is picture heavy and towards short and fast commenting. Not for essays and pages of thought out paragraphs and longwinded discussions. Maybe they are here somewhere, but overall, tumblr seems too picture-heavy for purpose of articulating out the thought-processes and reflecting them. May you all have an excellent year! I’ll be at r/futureform