"i will make you happy. but first, i will make you strong" said life.
—pins
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Australia
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Russia

seen from United States

seen from Russia
seen from Türkiye
"i will make you happy. but first, i will make you strong" said life.
—pins
2:10 akhirnya selese juga bikin laporan Bulan Oktober PJJ umi kls 7 & 9, kelar ngurusin presensi + perangkat ngajar umi besok kls 7 & 9, bikin gform evaluasi kuis buat kls 7, gform evaluasi kuis buat kls 9, link presensi, link evaluasi kuis kls 7 & 9.
Sebernernya dari awal Maret - November ini banyak tawaran kerja bahkan dh sampe interview.. Tapi ntah pas tau harus wfo seketika beerat banngeeeeeeeeeeeeeeet buat ninggalin umi wfh pjj sendirian di rumah tanpa aku.. Kalo kk wfo masih ada aku yg bisa handel di rumah dan jadi asisten umi juga dari motoin absen time stamp - ikutan bantuin ngajar + ngurusin laporan harian + presensi + rekap tugas.. Karna klo aku wfo umi pjj ga kebayang keriwehan sendiri umi.. Mau ngejar karir tapi ntah kapan bisa terwujud soalnya jujur berat ninggalin umi tapi liat temen-temen seusiaku udah pada punya kerjaan dan ngasilin duit sendiri.. Aku ga punya uang sama sekali bahkan pekerjaan pun tidak kadang suka pengen ketawa kalo temen-temen ngira aku dah dapet kerjaan yg enak cuman karna udah ga pernah upload wa story + keitung jari buka wa😆😆
Dear aku, guru yang suka overthinking, baca ini ya biar tetep kalem :
1. Jika ada orang tua yang mengeluh tentang pembelajaran online, itu adalah hal yang wajar. Bisa dibayangin kan mereka kerja setelah itu masih harus mendampingi anak-anaknya belajar, dan tetap bayar pula, jadi jika ada yang mengeluh, itu adalah hal yang wajar. Dengarkan saja, kalau bisa kamu kuatkan.
2. Keadaan ini bukan salahmu, kamu dan teman-teman sudah berusaha mencari metode belajar online yang paling baik walaupun memang belum ideal (karena idealnya memang ketemu langsung :D), jika ada yang kurang puas, sungguh ini bukan sepenuhnya salahmu, jadi berhenti menyalahkan diri sendiri.
Dan jika ada kritik dan saran yang membangun, ya diterima saja, benahi lagi metodemu tapi ingat kamu cuma manusia biasa punya keterbatasan, jangan terlalu memaksakan diri.
3. Perbaiki niat, kamu mengusahakan ini itu dimasa daring adalah ikhlas demi anak-anak, demi beribadah bukan untuk memuaskan para orang tua saja.
4. Jangan patah semangat jika ada satu-dua wali murid yang menyalahkan sekolah atau bahkan kamu. Masih ada puluhan wali murid yang mengerti bahwa ini keadaan sulit untukmu, juga untuk mereka.
5. Keadaan serba sulit dan nggak enak ini akan segera berlalu, sabar ya. Kamu akan segera melihat senyum dan tawa polos anak-anak itu lagi, sebentar lagi.
Tentang “Kerja”...
Mungkin benar kata orang. Kalau kerja tujuannya cuman buat nyari duit mah ya dapatnya cuman duit aja. Gatau ya apakah aku kerja selama ini tujuannya cuman buat dapet duit. Apakah aku berusaha sekuat tenaga agar hasilnya bagus itu supaya bisa dapat gaji aja? Tapi toh kalau yang dicari cuma gaji ya melakukan dengan biasa-biasa aja juga udah cukup. Ini ga cuma tentang duit. Dibalik suatu pekerjaan ada sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan. Selama ini aku hanya mengira-ngira tentang sifat-sifat menguntungkan yang aku miliki jikalau ditanya kelebihan pas interview kerja. Sekarang disaat aku sudah mulai masuk ke dunia itu sendiri aku menyadari bahwa apa yang aku kira menjadi kelebihanku itu memang nyata adanya.
“Pekerja keras dan serius dalam menjalani suatu pekerjaan.” Ya kalau aku santai-santai aja ga mungkin tiap hari stress mulu mikirin kerjaan. Ga mungkin juga sampai rela nyari materi ini itu dan berbagai media untuk ngajar anak-anak. Toh ada juga tuh orang yang ga serius yang kerjanya tiap hari nanya mulu harus ngapain dan lempeng aja ga peduli sekitarnya.
“Inisiatif.” Ini juga. Kalau ga punya ini mah udah kacau kali ya sekolah karna semuanya pada diam dan gamau mulai bergerak. Mungkin aku gabisa all out dan kadang terlihat cuman bisa ngomong tapi toh ya aku gabisa karena faktor skill yang kurang dan mungkin juga karena rasa percaya diri yang kurang. Kadang aku juga takut salah makanya agak ragu-ragu tapi setidaknya aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk sekolah.
“Mudah beradaptasi.” Awalnya aku kira aku tipe orang yang susah dalam beradaptasi terhadap sesuatu yang baru. Tapi pada kenyataannya situasi di sekolah mengharuskan aku untuk bisa mudah beradaptasi karena banyaknya pergantian guru dan kurikulum yang belum pasti jadi harus bisa menyesuaikan secara cepat dengan situasi-situasi lapangan yang tak terduga.
“Rapi dan teliti.” Ya sebenernya ini tergantung mood sih tapi pada dasarnya aku orang yang gasuka liat sesuatu yang berantakan. Bawannya pengen ngerapiin dan ingin semuanya tersusun rapi. Pada kenyataannya pun memang begitu. Kalau tidak ada orang yang mau merapikan segala peralatan sekolah mah itu kantor udah kayak kapal pecah kali semuanya ga tersusun.
Aku juga siap mau dikasih kerjaan apa aja karna sesungguhnya memang lebih stress gaada kerjaan daripada ada banyak kerjaan. Kalau ada yang nanya aku kerjaannya jadi apa di sekolah ya rada bingung juga. Jadi guru ngajar di kelas, iya. Jadi bendahara dan mengurus tata usaha juga iya. Jadi ibu kantin yang tiap hari sibuk beli snack trus jualan pas jam istirahat juga iya. Ya segala bisa lah ya. Cuman kurang ilmu dan pengalaman aja tapi itu mah bisa didapatkan seiring berjalannya waktu.
Semangat? Iya dong. Alhamdulillah aku sudah bisa bertahan sampai sejauh ini. Tidak ada yang akan tau kedepannya akan seperti apa tapi aku akan tetap berusaha untuk tidak menyerah. Pernah beberapa kali terlintar keinginan untuk menyerah tapi ya kalau aku menyerah aku mau ngapain abis ini? Toh aku tidak menjalani semua ini sendiri kok jadi ya tetap semangat lah. Semoga selalu diberikan solusi atas segala permasalahan yang muncul dan diberikan kekuatan untuk menghadapinya. Yosh!
Tepat beberapa hari yang lalu, gue pikir ujian yang bakal dihadepin cuman sebatas ujian di atas matras, ternyata ga itu aja. Supporter garis depan (read: bg Well) mendadak pindah keluar kota untuk beberapa bulan ke depan. Padahal lagi butuh dikasih saran-kritik, lagi butuh di-push lagi biar lebih rajin latian di rumah, dan lagi goyah kalo ditinggal sendirian di rumah (bilang aja lagi mager beli & bawa galon dari warung ke rumah -,-).
Sip! dimulai dari angkat galon aja latiannya ya :’D
arti menulis
(masih sambungan dari post-an sebelumnya)
menurut saya. menulis bisa sangat menyenangkan. dan mulai dari sekarang, saya memilih menulis untuk menjadi sarana bagi saya dalam meluapkan sebagian dari emosi atau perasaan yang ingin saya keluarkan.
karena apa. ketika kita menceritakan kekesalan kita pada orang lain. bisa jadi ada perkataan yang seharusnya tidak diucapkan dan bisa membuat si pendengar salah mengartikan bahkan sampai tersinggung dengan ucapan kita. karena sekecil apapun ucapan tersebut, jika sudah dikeluarkan tidak akan bisa ditarik kembali.
berbeda dengan menulis. dengan menulis, setiap kata yang dianggap tidak perlu ditulis bisa dihapus dan ditulis ulang. kita juga jadi lebih selektif dalam pemilihan dan penggunaan kata. agar apapun yang kita sampaikan sesuai dengan tujuan untuk apa tulisan itu dibuat. kita juga masih bisa melihat kembali tulisan kita sebelum akhirnya disebarkan.
meski begitu. tulisan saya pun masih banyak kekurangannya. dan semoga saya bisa lebih baik.
mari menulis!
Mulai dari 0 ya
Sudah 4 hari setelah kejadian itu
Yap, sudah 4 hari *prok prok prok*
Dan selama 4 hari sebelumnya pun banyak fase yang dijalani yang tidak perlu saya perjelas. Mungkin bisa dibilang sama seperti fase bayi, mulai dari tidur, guling-guling, merangkak, belajar berjalan, hingga akhirnya berjalan dan berlari sendiri.
Ah, banyak pihak yang jelas saya rugikan waktunya, jalan pikirannya, kesabarannya, emosinya, kemarahannya. Dan saya mohon maaf atas kejadian yang sangat kurang menyenangkan tersebut. Saya berada di fase “guling-guling” saat itu.
Kemudian kemarin saya bera di fase “guling-guling otw merangkak” karena saya masih terbawa suasana malas dan “ah, kieu wae gening hirup teh. sigana mah tong dikumahakeun heula, dahar teu ngeunah, pikiran rieut teu puguh” dsb wkwk. Ah kendati sudah kepala 2, namun sepertinya mood masih selevel anak SMA -_-
Iseng-iseng saya “mengutak ngutik” informasi tentang kakak kelas saya yang sebentar lagi pada wisuda. Dan benar saya, bahkan diluar dugaan, mereka sudah selesai menempun jenjang pendidikannya. Kebanyakan yang saya tahu adalah mereka yang berkuliah di kampus ganesha *eh wakak *tidak bisa diperjelas *nanti sebut merk *wkwk. Melihat senyum puas, senyum lepas, bahagia, dan tentunya bangga karena menjadi salah satu lulusan di Institut terkemuka di Indonesia membuat saya ikut bangga dan deg-degan. seketika itu pula saya berpikir
Kehidupan yang sesungguhnya akan mereka alami sebentar lagi..
Dan itu mengingatkan saya pada..
Bentar lagi semester 5, 2 tahun lagi saya akan berada di fase mereka
Lantas, apa yang saya sudah persiapkan? Apa yang sudah saya bekalkan untuk kuliah yang tinggal dihitung puluhan hari? Apa yang udah direncanain kedepan buat KP dan KKN di semester selanjutnya? Dan bagaimana dengan si Hati?
HATI?! Yah, ini lagi. Karena menurut saya semester 5 adalah masa-masa palinh krusial dan kalo ga disiapin dari sekarang mateng-mateng *harus mateng *ga bisa setengah mateng *nanti ga enak (apasih cag -_-) bakal jadi bumerang ke diri sendiri. Dan banyak belajar dari cerita pengalaman kakak tingkat bahwa beberapa dari mereka ada yang ngulang kp karena ga sesuai prosedur pas pendaftaran, proses berkas, atau saat eksekusi di lapangan, dan yang paling paling paaliiing klasik permasalahan adalah..SALAH NGAMBIL TEMA :”).
Maka dari itu..setelah proses guling-guling otw merangkak ini, semalam saya mencoba untuk sepenuhnya merangkak dengan konsekuensi yaa menerima.
Tidak ada yang bisa dilakukan selain menerima. Menerima kesalahan, kekalahan, kesalah pahaman, menerima kalo emg masih bocah, dsb. Karena dari menerima disitulah beban akan terlepas, terlepas dari ngepoin contohnya *eh.
Jadi...intinya mulai dari 0 lagi. Meskipun 4 hari yang lalu saat mulai proses udah menyusun rencana, tapi perjalanan setelah itu malah hancur-hancuran. jadi harus merencanakan lagi, menyemangati diri sendiri lagi, dinasehati lagi, mau mendengar, yah..taulah kesananya proses MO gimana wkwk.
Mulai dari 0 lagi. Cari sosok yang bisa dijadiin teladan, yang bisa dikejar, yang bisa jadi tamparan ketika hati dan otak ga lagi searah. Menggali lebih banyak pengetahuan tentang apa yang mau difokusin di perkuliahan ini, apakah air, limbah cair, limbah padat, persampahan, tekber, sml, dan teman-temannya yang banyak sekali tema KP nya.
Dan yan gpaling penting adalah...harus mulai membentuk tameng yang kuat, kokoh, tidak mudah bocor, tidak mudah tembus air (kaya promosi di iklan tv -__-), dengan tujuan agar ga mudah terpengaruh sama “sesuatu” yang bikin jadi mudah terpengaruh. Karena belajar dari semester kemarin, sesuatu yang sungguh tak terduga datang secara bersamaan dan semua yang datang adalah titik terlemah saya. Well lagi-lagi untuk memulai kembali dari 0 harus belajar dari pengalaman kan? Hmm.
Dan yang paling penting jilid 2 adalah tidak malaas! Hahaha, masalah paling klasik. Seperti kutipan seorang kakak tingkat..
Orang sukses diluar sana bukanlah seorang pemalas
Btw maaf ka saya pake lagi kutipannya karena ngena wkwk, terima kasih :’)
Oke...mulai dari 0 ya :)
Bandar Lampung, 26 Juli 2016
Ketika KRS an masih ga bisa juga -_-