°Tetaplah hidup walau lesu° Tidak pernah dengar cerita perkara sigale-gale ini sebelumnya hingga saat melihat langsung situs ini di Samosir. Tarian sigale-gale yang konon sudah ternama ini ternyata kisahnya begitu pilu. Fakta nomor 5 mencengangkan. Eh salah. Wkwk. Patung kayu yang bisa menari ini adalah bukti cinta seorang ayah kepada anaknya, Nai Manggale yang telah mati dlm peperangan. Si ayah begitu kehilangan si anak hingga dia buatkan patung ini dgn doa semoga si anak tetap hidup. Disini kita akan diceritakan bagaimana si ayah mengenang anaknya yang mati terpanah di medan perang utk tetap hidup. Meskipun si anak sudah mati, tapi si ayah dgn cintanya berusaha menghidupkan jiwa si anak dengan lagu yang dapat menggerakkan patung sigale-gale ini. Kita juga akan diajak menari bersama si Nai Manggale ini beramai-ramai, ikut menghidupkan cinta si ayah pada anaknya. Gale sendiri berarti 'lesu' atau lemah, lunglai. Badan patung ini terbuat dari kayu yg nampak lesu namun dapat 'hidup' jika terdengar musik dimainkan. Seperti doa ayah si Nai Manggale, ia ingin jiwa anaknya tetap hidup walau hanya bergerak lesu. Ku pikir hidup sejati nya adalah menjaga kehidupan agar terus bergerak, walau pun seakan tidak ada tenaga lagi. Lesu, lunglai atau lamban bagaikan sloth tapi tetaplah bergerak. Hidup lah meski langkahmu lesu. #MedanTrip #TomokSamosir #sigalegale #latepost (at Sigale Gale Puppet Show) https://www.instagram.com/p/BuQu749ltHB/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=5qd8f133dxpz















