beberapa hari lalu menempelkan sebuah sticky note di dinding bertuliskan, "wa, belajarmu juga ibadah."
sebagai pengingat bahwa belajar pun sama halnya seperti tilawatil qur'an. jangan berat hati. ringankan saja langkahnya. buka, buka, buka, dan baca sedikit demi sedikit. iqro' waa.
malam ini menyusun konsep di kepala. taqdiimul aham minal muhim. sedih belum sempat 'bercengkrama'. akan tetapi, mengingat beberapa hari sepanjang pekan ini selalu lambat menutup mata, sepertinya istirahat lebih utama.
maka kali ini, meski sudah terlambat juga —relakan, wa. ini terakhir kali hanya untuk meredakan penuh kepala.
indahnya, semua bisa bernilai ibadah.
wa, tidurmu juga ibadah. belajarmu juga ibadah. beberesmu juga ibadah. olahragamu juga ibadah. makan teratur juga ibadah. mencuci menyetrika juga ibadah.
maka ibadah apa yang terbaik untuk saat ini?
hiduplah hari ini. bukan dalam penyesalan masa lalu. atau dalam angan-angan masa depan yang tidak kita tau.
( 01.38 // Jakarta, 28 Februari 2026 )














