Dari Nomor HP Berujung Pencurian Identitas.
Sering kali kita membicarakan mengenai privasi di Internet, namun kita masih memberikan dan membagikan banyak data dan informasi mengenai. Bisa dilihat dari tindakan yang kita lakukan di berbagai platform. Seperti mengunggah foto atau video mengenai keseharian kita, menggunggah foto dengan lokasi kita berada, sharing lagu atau film yang sedang kita dengarkan atau tonton, seperti Path, Instagram, dan Snapchat. Atau membagikan informasi terkini tentang kegiatan, kesibukan, dan pekerjaan di suatu platform seperti LinkedIn.
Tanpa disadari data yang dibagikan ini dapat diambil dan digunakan oleh pemerintah, atau institusi lain, dan bahkan bisa juga memicu tindakan kejahatan. Salah satu contohnya adalah kasus penipuan yang baru-baru ini terjadi. Beberapa waktu lalu tepatnya di bulan April, terjadi penipuan di kalangan mahasiswa FISIP UI. Penipuan ini terjadi dikarenakan para korban banyak menaruh nama dan nomor telepon mereka ketika menjadi narahabung di berbagai publikasi di media sosial untuk keperluan kepanitiaan acara di kampus.
Para pelaku ketika menargetkan para korbannya telah mengidentifikasi terlebih dahulu siapa orang-orang terdekat korban, kegiatan korban, kesibukan korban saat ini. Para pelaku bahkan ketika melakukan aksinya mengakui sebagai orang terdekat korban seperti temannya, atau kerabat dari organisasinya. Pelaku melakukan hal ini dengan mengambil nomor yang ada untuk dijadikan target penipuan. Kemudian mereka menargetkan siapa saja korban yang dituju, dan mencari tahu melalui media sosial. Kemungkinan terbesar informasi yang pelaku dapatkan juga merupakan hasil mereka men-stalk media sosial calon-calon korban mereka.
Kasus selengkapnya dapat dilihat di tautan di bawah ini: https://timeline.line.me/post/_ddrRitP5CjF7Cs9a2uSJXjZPaK1a7glsMCLIaFA/1149448932404067403
Kredit Foto: Hendi Herdiansyah
Dapat dilihat dari kasus di atas, bahwa akibat menaruh nama dan nomor di media sosial (data lain) para pelaku menjadi lebih mudah untuk mencari tahu tentang para korbannya. Tindakan yang kita lakukan ini makin membuat bahwa data yang kita miliki tidak menjadi data privasi lagi. Seperti video berikut ini menjelaskan bagaimana dan apa saja yang akan terjadi ketika kita membagikan data-data tersebut di media sosial.
Dari video tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa data yang kita miliki bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri. Sebab data kita tidak hanya digunakan untuk kepentingan pemasaran, pemerintah, atau pencurian identitas, tapi bahkan bisa lebih jauh seperti kloning identitas. Hal ini berkaitan dengan perkembangan dan penggunaan artificial intelligence dalam pengelolaan data untuk berbagai macam kepentingan.
Dalam jurnal yang berjudul Artificial Intelligence : Definition, Trends, Techniques and Cases yang ditulis oleh Joost N. Kok, et al, dijelaskan bahwa artificial intelligence adalah “that machines can be improved to assume some capabilities normally thought to be like human intelligence such as learning, adapting, self- correction, etc”.
Berdasarkan pernyataan tersebut, secara mengejutkan telah banyak software dan aplikasi yang telah ada dimana software tersebut berupa mesin yang dapat mengcopy wajah atau suara dari seseorang dan dipindahkan ke platform lain dan terlihat benar-benar sama dengan wajah atau suara yang dimiliki oleh orang tersebut. Software tersebut bernama Lyrebird dan Face2Face. Berikut ini cotohnya:
https://soundcloud.com/user-535691776/obama-0
https://soundcloud.com/user-535691776/special-guest-at-iclr
Dengan demikian kita harus lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.
Nama:
- Jaya Wina (1506686040)
- Laura Brigitta (1506686223)
- Yasmine Raudya Maghfira (1506720665)
Referensi:
https://soundcloud.com/user-535691776
http://www.eolss.net/sample-chapters/c15/e6-44.pdf
https://techcrunch.com/2017/04/25/lyrebird-is-a-voice-mimic-for-the-fake-news-era/
https://www.rt.com/viral/386133-digital-lyrebird-mimics-human-voices/
https://www.rt.com/viral/386133-digital-lyrebird-mimics-human-voices/










