Sudahkah Kita Merdeka?
Sebuah tulisan dari sudut pandang pribadi untuk direnungi dan dimengerti dirinya sendiri, kini dan nanti. Mohon kepada penulis, sadarlah🙄
Sudahkah kita merdeka?
Dari masa lalu yang bukan sekedar aku kamu tapi juga mereka yang sempat sedikit membuatmu kecewa. Entah itu perkataan, sikap, atau timbal balik seseorang. Mungkin ia yang sempat berkata tidak baik pada kita karna sesuatu hal. Atau bisa jadi sikap kita yang begitu pada orang lain. Sudahkah kita merdeka dalam saling memaafkan?
Sudahkah kita merdeka?
Dari keinginan yang melebihi kebutuhan. Memilih tanpa memilah. Bertransaksi tanpa berinvestasi. Hal-hal yang tidak hanya untuk kepuasan pribadi tapi juga untuk masa depan nanti. Ya, mungkin kita masih merangkak, tapi setidaknya cobalah satu persatu. Bukan berarti harus punya segala. Tapi belajar berdikari dan mandiri. Sudahkah kita merdeka secara finansial?
Sudahkah kita merdeka?
Atas hidup kita dengan orang lain. Atas segala macam perbandingan. Siapa yang lebih baik, lebih mapan, lebih tahu, lebih terpuruk, lebih sakit, lebih "ah gak seberapa dibanding aku". Kalau memang sulit untuk menghilangkan, cobalah mengurangi perbandingan baik itu positif atau negatif. Seringkali lupa, kita manusia. Tapi kita harus belajar mengontrol apa yang perlu dan tidak perlu. Sudahkah kita merdeka dari menimbang-nimbang nasib?
Sudahkah kita merdeka?
Dari banyaknya pertanyaan yang belum juga ada jawabannya. Menyerah sebelum melangkah. Mendikte setiap kemungkinan kenapa begini dan begitu. Menyimpulkan lebih dulu tanpa sabar menunggu. Padahal sedikit lagi saja, selagi kita mampu mengupayakan. Doa lagi, usaha lagi, coba lagi. Lelah? Tenang, hatimu tahu kapan harus berhenti. Sudahkah kita merdeka dari kayanya ini emang takdir deh, yaudahlah ya?
Sudahkah kita merdeka?
Atas harapan yang terlalu mengedepankan manusia dan sering lupa melibatkan-Nya lebih dulu. Mendekat dan meminta lebih dulu pada Dia yang berhak jadi yang pertama dan tidak untuk di dua. Sudahkah kita merdeka dalam menuhankan?
Sudahkah kita merdeka dari masa lalu, keinginan, hidup, pertanyaan, dan harapan? Semoga kita merdeka dari apa-apa yang ingin kita merdekakan.
Dirgahayu Negeri. Gimana hati? Semoga keduanya semakin baik apalagi di masa pandemi. Jangan gampang terprovokasi, jaga diri, jaga hati, jaga jarak, jaga iman😊
17 Agustus 2020
@janatunrahmilah












