Cinta-cinta yang Merekah di Bumi
Dear Sabian,
Beberapa hari yang lalu akhirnya tiba kabar haru itu, Nyala telah lahir setelah tiga bulan sebelumnya kamu lahir serta setelah enam bulan sebelumnya Bassam lahir.
Mungkin mulai kini grup kami akan dipenuhi oleh cerita dan gambar-gambar tentang kalian—tentang tiga anak laki-laki yang lahir ke bumi membuat rekah banyak cinta di hati. Tak henti-henti doa-doa baik menghujani setiap hela nafas dan mata yang menatapmu.
Menuju bulan ke empat sejak kamu lahir, kini ada banyak hal yang ingin Bubu tuliskan. Tentang senyum yang merekah memenuhi seluruh ruang di rumah maupun di hati.
Beberapa hal yang sangat mudah membuat senyum dan tawamu terlukis adalah ketika kamu mendengar suara "ngo-ngo-ngoh.." yang entah itu artinya apa karena ayahmu hanya bersuara asal dan ternyata itu cukup selalu berhasil membuat tawamu hadir.
Kamu juga tersenyum sambil tak henti mengoceh saat Bubu melantunkan ayat-ayat suci-Nya, entah karena merasa diajak bicara atau sebenarnya kamupun ingin mengaji bersama Bubu.
Hal lain lagi ialah ketika kipas souvenir pernikahan tantemu dilayangkan ke arahmu, kamu sungguh tertawa lepas walau setiap anginnya yang berhembus ke hadapanmu membuatmu terkejut tetapi ternyata kamu suka.
Dan yang tak akan Bubu lupakan adalah setiap usai kenyang menyusu selalu kamu bayarkan dengan sebuah senyuman yang teramat manis dan hangat sampai ke hati, Nak. Terima kasih.
Bubu juga ingin meminta maaf jika sempat membandingkan kamu dengan Bassam tentang mengapa Bassam cepat sekali sudah bisa tengkurap sedangkan Sabian belum, padahal Bubu sangat paham bagaimana terlukanya hati seorang anak jika dibanding-bandingkan. Maaf ya, Nak.
Seharusnya Bubu lebih melihat tentang hal baik yang sudah bisa Sabian lakukan seperti pandai mengoceh dan menendang-nendang dengan kaki serta Sabian-lah seseorang yang selalu di sisi Bubu, menemani memasak, mencuci, dan lain sebagainya—dengan tenang menjadi anak baik yang asyik duduk di bouncernya. Bubu akan terus ajari dan menunggu sampai kamu mampu. Terima kasih sudah mau belajar anakku, Sabian. 🤍
_
Rabu, 5 Juni 2024 | 08.57
Sabian tertidur lagi setelah kenyang,
Bubu lekas sarapan dan bebenah












