Akhir Januari 2018
Akhir akhir ini banyak sekali yang saya keluhkan, meski tidak terucap tapi itu benar benar mengendap dalam hati. Saya takut semua nanti jadi bom waktu, kemudian meledak di tempat dan waktu yang tidak tepat. Akhir akhir ini saya juga lebih banyak membaca ketimbang menulis, itu artinya saya punya banyak pertanyaan yang tidak bisa di tanyakan kepada manusia lain, lalu karena dorongan yang kuat, saya membaca banyak hal, ingin segera menemukan jawaban. Tapi nihil. Semua seperti masuk mata kanan, keluar mata kiri. Receh.
Dulu saya berpikir, dengan menulis saya bisa melakukan pencitraan yang luar biasa hebat. Terlihat bijak. Tapi sungguh, saya merasa tidak nyaman. Saya merasa bukan fira yang sebenarnya, saya merasa tertekan. Padahal siapalah saya? Akhirnya saya putuskan untuk berhenti menulis. Masa bodoh dengan inspirasi yang datang, saya mencoba mendiamkan diri, mencari, jadi saya yang benar ini saya yang bagaimana sih?
Sampai akhirnya saya menemukan bahwa, menulis ada cerminan diri. Menulis adalah bagian dari diri yang tidak terduga. Menulis adalah kegiatan yang kamu bisa mengkamuflasekan diri, manja, pemarah, baik hati, bawel, bijak dsb tanpa orang orang tau kamu yang sebenarnya. Dan... Setiap tulisan pasti memiliki pembacanya. Sendiri-sendiri.
Lagi pula saya adalah penganut prinsip "sifat seseorang itu tidak permanen" jadi saya tidak pernah melebeli seseorang dengan sifat "pemarah", "pelit", "baik hati" dsb, karena saya tau, mereka bisa berubah kapan saja. Sewaktu-waktu.
Sebelumnya, biar saya jabarkan, bahwa ini adalah tulisan tidak ber-alur. Karena apa? Karena ini adalah tumblr saya (oke, saya egois.) dan saya sedang curhat. Saya tidak bisa merasa baik-baik saja tapi hati saya mengantuk. Saya tidak bisa.
Sejujurnya, saya takut, saya takut menjadi pribadi yang meminta belas perhatian dari banyak orang, saya takut saya menjadi manusia yang jika tidak di perhatikan di apresiasi, saya menjadi down. Saya takut menjadi pribadi seperti itu. Ketakutan yang nyata.
Tapi setidaknya, dengan saya mengetahui diri saya lebih jauh, saya jadi belajar, apa yang kurang, apa yang harus di perbaiki, apa yang harus di tambal. Ah, sampai saat ini saya masih saja gundah. Semoga besok tidak ya. Doakan.
Dan terakhir, di tutup dengan quotes ali bin abi thalib yang luar biasa keren, "Jangan menunjukkan siapa dirimu. Karena yang membencimu akan tetap membenci dan yang mencintaimu akan tetap mencintaimu"
Oke, sampai disini curhatan saya. Entah kapan mau di lanjut. Doakan saja mood.
Dan, bye!
Assalamu'alaikum








