Setelah perpisahan itu, tugasmu hanya berlalu menjauh dan menemukan rumah baru, sedang aku? Berkelana sejauh-jauhnya untuk menemukan jati diriku yang terlanjur hancur olehmu.

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Philippines
seen from China

seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Japan
seen from Germany
seen from Yemen
seen from China

seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from Saudi Arabia
Setelah perpisahan itu, tugasmu hanya berlalu menjauh dan menemukan rumah baru, sedang aku? Berkelana sejauh-jauhnya untuk menemukan jati diriku yang terlanjur hancur olehmu.
Kita terlalu sering berusaha menjadi apa yang orang lain butuhkan. Mengecilkan diri dan ego untuk bisa menyesuaikan diri dengan standar yang ditetapkan agar keberadaan kita diakui. Bahkan lebih cenderung memaksa sampai pada fase dimana kita lupa, siapa kita sebenarnya?
Ketika dirundung kesedihan barulah fokus beralih kepada diri sendiri. Saat itu kita menyadari bahwa sudah terlalu jauh melangkah, sudah terlalu lelah berusaha. Barulah kita bisa merasakan semua luka yang selama ini mungkin teralihkan oleh rasa cinta atau sekedar euforia. Kadang menurutku Tuhan menghadiahi patah hati agar kita bisa sejenak merenungi siapa diri kita sebenarnya dan sejauh mana kapasitas kita dalam hidup seseorang. Setelah itu barulah kita bisa merencanakan kembali apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan. Ibaratnya perlu pukulan yang cukup keras untuk membangunkan seseorang dari mimpinya yang terlalu dalam.
Sayangnya, kesadaran itu juga masih bisa hilang. Manusia kembali lupa diri saat sedang jatuh cinta.
Proses panjang untuk menemukan diri sendiri. Perubahan pada akhirnya bukan soal pergantian, tetapi pertumbuhan. Memang kegok di awal saat terbiasa memakai flannel, harus terbiasa memakai kebaya ataupun gaun yang cenderung anggun. Tetapi, bukankah mempercantik diri dan penyesuaian adalah soal dengan siapa orang yang harus kita hadapi. Tidak masalah menjadi beda, selama itu adalah lebih baik diri versi sebelumnya. Emas, tidak bisa jadi perhiasan cantik jika dia hanya dipertambangan. Cantiknya emas juga bagian dari penyesuaian, untuk siapa ia digunakan.
Semakin aku mengenali diriku sendiri, tak bisa aku pungkiri ada rasa takut yang muncul dalam diriku. Terutama mengenai kekuranganku. Aku merasa takut tidak diterima, takut diasingkan, dan takut dijauhi oleh orang lain.
Sampai akhirnya aku menyadari, buat apa aku memikirkan apa yang akan dinilai orang lain? Setiap orang pasti punya penilaiannya masing-masing. Ada yang menilaiku baik, pasti ada juga yang menilaiku buruk.
Aku hanya perlu menjalani hidup berdasarkan apa yang kumau. Masalah mereka yang tidak mau menerimaku, berarti mereka bukan orang yang tepat untukku.
Dan sama seperti orang lain yang punya kelebihan dan kekurangan, diriku pun sama. Kelebihan yang kumiliki perlu aku syukuri, sedangkan kelemahanku perlu aku terima. Karena siapa lagi yang bisa menerima diriku selain aku sendiri?
Diriku merupakan kumpulan dari apa yang terjadi di masa lalu, latar belakangku berbeda dengan orang lain. Rasanya tak adil juga jika aku membandingkan diriku dengan orang lain yang jelas-jelas berbeda.
Taaruf Diri
Oleh : Kevin setyawan
Bagaimana diri ini mengenal cinta yang lebih suci, cinta yang menjadi arti sebenarnya tentang cinta menjadi saksi tanpa perlu noda.
Karena ia hadir sebagai wujud dari welas asih dari tuhan kepada hambanya yang bisa kita berikan untuk manusia lainnya yang sudah kita yakini seumur hidup kita.
Karena cinta yang putih itu kelak akan menjadi besar maknanya saat semua hening tengah bersatu dan terucap kata “Sah” pada akhirnya.