Rindu yang tertinggal.
Ada masa-masa yang sangat kau rindukan, namun sekuat apapun rindu itu mengakar dalam jantungmu, ia hanya menumbuh dan rimbunkan rasa pilu.
Ada kenangan-kenangan yang sangat ingin kau ulangi untuk terjadi (lagi), namun sekuat apapun kau berharap—harapan itu hanya membuat dadamu semakin sesak dalam perputaran waktu yang terus berlalu.
Ada rindu, yang selalu memilih tinggal di hati untuk segala hal yang terlampau indah di masa lalu, namun waktu tak memiliki kesempatan untuk kembali dan mengulangi.
Rindu itu, tetap memilih ada sebagai penanda bahwa waktu begitu berharga, dalam kefanaan. Sedang kita begitu naif, dalam kelenaan.
Hargai setiap orang yang kau sayangi dan masa-masa bersama mereka selagi ada. Berikan apapun yang terbaik semampu dan setulus yang dirimu bisa. Sebelum masa itu berubah menjadi serpihan rindu yang dingin, menyesal dan beku.
Karena.. setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Begitu kata @langitawaan sebuah tulisannya.
Usai hujan reda, 28 Februari 2022 17.38









