seen from United States
seen from United States
seen from Egypt
seen from Bolivia
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from South Africa

seen from United States

seen from United States
Teruntuk Pria Baik Hati yang Kupatahkan Hatinya
Untuk pria yang kupatahkan hatinya,
duduklah.
Aku ingin kamu membaca tulisan ini hingga selesai.
Maaf.
Aku benar-benar minta maaf untuk segalanya.
Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu, hanya saja kata hati memang tidak dapat berbohong―
aku masih mencintai dia.
Aku tahu rasa sayangmu padaku seperti apa. Aku tahu dan aku menghargai perasaanmu itu.
Jujur, aku tidak ingin menyakitimu lebih dari ini maka dari itu aku pergi.
Aku benar-benar berusaha untuk membuka hati, tetapi nyatanya aku gagal. Masih saja dia yang memenangkan hatiku. Masih saja dia yang menempati isi pikiranku.
Jika kau ingin membenciku maka bencilah aku.
Aku hanya ingin melindungimu―dan melindungi hatiku sendiri.
Aku tidak berhak mendapatkan kamu yang sungguh menyayangiku.
Karena aku―
sama sekali tidak dapat membalas satu pun persaanmu.
Maaf.
Bukan hanya kamu yang sakit di sini, tetapi aku juga. Menjadi pihak yang meninggalkan itu tidak mudah. Aku harus siap menerima segala risiko yang akan datang. Menjadi pihak yang meninggalkan itu juga sakit sebab aku harus melihat kamu patah hati dan hal itu―
menyakiti aku.
Aku hanya ingin kita berhenti untuk saling menyakiti.
Aku menyakitimu dengan masih mencintai dia dan kamu menyakitiku karena selalu ada di saat aku tidak dapat membalas satu pun perasaanmu.
Itu membuatku terlihat seperti orang jahat yang tidak punya perasaan.
Pria yang kupatahkan hatinya,
aku akan tetap menyayangimu sebagai teman baik meskipun aku tahu kamu tidak dapat menerima pernyataan dariku ini.
Ketahuilah, meninggalkanmu bukan hal mudah. Tapi, cuma ini satu-satunya jalan agar kita terbebas dari rasa yang datang pada waktu yang tidak tepat.
Pria yang kupatahkan hatinya,
aku akan tetap menjadi salah satu perempuan yang mendoakan kebahagiaanmu meskipun tak dapat berada di sisimu.
Your Good Friend,
Echaviva.
Makassar, 26 September 2016
07.01 WITA
Kenapa cintaku bisa begitu dalam, hanya karena menunggu balasan cinta darinya waktu ku habis tak berguna
Pesan (memang) tak Terbalas
Barangkali, setiap pesan memang tak harus mendapat balasan.
Mungkin saja mereka sedang fokus membaca yang lain. Apalagi jika mereka memang manusia idaman. Pasti banyak lawan, eh. Pasti banyak yang jauh lebih. Lebih berkualitas, lebih alim, apalagi lebih banyak bicara. Pasti.
Barangkali, setiap pesan memang tak harus mendapat balasan.
Bahkan jika pesan tersebut salah kirim. Bisa jadi ternyata banyak pesan yang lama ternyata hanya bertindak sebagai pengisi ruang bersama sampah yang lainnya.
Barangkali, setiap pesan memang tak harus mendapat balasan.
Tuhan selalu punya caraNya untuk memberi pemahaman. Termasuk yang satu ini. Ia menyadarkan bahwa memperjuangkan memang menempuh jalan yang panjang. Bahkan -terkadang- seolah tak ada ujungnya.
Barangkali, setiap pesan memang tak harus mendapat balasan.
Entah percaya untuk menyakinkan atau malah menjauhi tujuan. Entah siapa yang lebih dulu berbalik arah. Entah bertemu atau mungkin hanya tidak dirkan bertemu di jalan. Entah lah.
Barangkali, setiap pesan memang tak harus mendapat balasan.
Aku mengerti, tak semua bintang mempunyai rasi. Begitupun rasa. Tak selalu menemukan ‘sama’. Kamu, tatapanmu, sikapmu, adalah penggambaran dari tiadanya pembalasan itu. Aku, rasaku, kekagumanku, hanya bisa diam bertumpu luka. Bukan! Bukan luka sedalam yang kamu bayangkan. Tidak sedalam itu. Hanya sekedar ungkapan perih dari emosi karena tak mampu membawamu ke sisiku. Bahkan hanya untuk sekedar menikmati kebahagiaan yang ku berikan. Meski sebentar… #nd