Baca Buku bulan ini: Lelaki Penggenggam Hujan
Long time no seeeee, dan saya rindu sekali untuk menulis di lapak ini. hihihihi
Alhamdulillah Target bulan ini tercapai untuk baca 2 buku *namun entahlah target Omzet di kala krisis begini, harus pintar
*Source: Google, karena pict aslinya, lagi di pinjem sama temen-temen
Nah, saya pengen temen-temen untuk baca buku ini juga. Salah satu buku yang saya baca bulan ini adalah Novel Biografi Muhammad-Lelaki Penggenggam Hujan karang Tasaro GK. Novel yang bikin kamu makin cinta dengan baginda Rasulullah, novel yang bikin kamu tegang bukan kepalang ketika seakan-akan melihat jatuhnya Umat muslim satu per satu yang di serbu oleh Pasukan Quarisy di Perang Uhud.
Novel ini mengisahkan dua cerita yang menurut saya ini saling bertautan. Satu kisah biografi Nabi Muhammad SAW, dan yang kedua adalah kisah seorang pemuda dari persia bernama Kashva yang mencari āseseorangā, seseorang yang dibicarakan akan datang membawa kedamaian. Seseorang yang diceritakan dalam kitab-kitab terdahulu sebagai Penolong umat, Cahaya Umat. Kisah Kashva yang menentang Raja di persia, terkait dengan kemurnian agama Zardhust yang di yakini di negara tersebut.
Membaca novel ini, seolah-olah kamu sedang di ajak melihat adegan langsung, bagaimana ketakutannya baginda Nabi mendapatkan wahyu pertama dari malaikat Jibril. Kemudian, sang Istri yang tidak di madu oleh Nabi, siapa lagi kalau bukan Ummul Mikminin Khadijah, menyelimuti beliau yang sedang menggigil kedinginan dan ketakutan.
Novel ini juga membawa kamu melihat, betapa kekuasaaan sudah menggerogoti kehidupan manusia ribuan tahun yang lalu, merusak kepercayaan atas kemurnian beragama demi kekuasaan, harta dan martabat. Demi kekuasaaan mu, kamu rela menukarkan dengan apa saja, termasuk nyawa orang lain yang tidak berkepentingan sama sekali.
Novel ini juga membawa saya melayang ke padang pasir, melihat betapa Parit-parit besar sudah di gali oleh para sahabat dan pengikut Nabi Muhammad di Madinah. Betapa terkejutnya kaum Quraisy yang memasuki wilayah Madinah dari Makkah alih-alih untuk mengepung pasukan Nabi Muahammad, ternyata terjebak oleh parit yang begitu luas, tak bisa di lewati. Busur-busur panah pun saling sahut-menyahut. Pertolongan Allah begitu Indah, didatangkannya badai, angin, untuk meluluhkan pasukan Quraisy yang sudah berhari-hari menyerang pasukan Madinah. Sudah banyak melakukan penghianatan, sudah banyak bernegosiasi jahat dengan kaum Yahudi untuk mengalahkan pasukan Muslim, dan benar, Pertolongan Allah begitu Indah.
Novel ini juga mengajak mu melayang ke daerah Perbatasan India, daerah yang sangat menyeramkan, tidak untuk Alamnya. Kemudian ber āhijrahā ke Tibet, melewati gunung Es mematikan, bayangkan saja, badai Salju memakan mu di malam hari, namun karena Allah, Kashva sang pemuda haus ilmu masih di beri kesempatan, mungkin kesempatan ini untuk bertemu dengan āseseorangā yang sudah di bicarakan, di ramalkan akan datang. Seseorang yang ternyata dari Timur, dari golongan biasa asal keluarga yang sederhana, bukan raja, bukan seorang Yahudi, dan bukan dari daerah Barat.
Dan, selajuntya, kamu harus baca sendiri novel ini, dan jangan lupa siapkan lanjutannya di novel Pengeja Hujan *sedih nya karena belum punya.
Nb: Novel ini sudah saya miliki hampir 3 tahun lamanya, dan bodohnya baru membaca utuh sekarang. Bahasa yang sastra banget bikin saya bingung untuk membaca sampai habis, dan ternyata ini kebodohan saya untuk menyia-nyiakan waktu dengan membiarkan saja buku ini jadi penghias di rak koleksi buku-buku saya.