We about everything. Not for today, but for the future
Wauw
So true…
Apa yg kita pelajari sekarang akan dimintai pertanggungjawabannya. Baik di dunia maupun di akhirat.

@theartofmadeline

Product Placement
styofa doing anything
Lint Roller? I Barely Know Her

Kaledo Art
TVSTRANGERTHINGS
Monterey Bay Aquarium
Cosmic Funnies

Kiana Khansmith
almost home
KIROKAZE
Game of Thrones Daily
Misplaced Lens Cap
Show & Tell
Alisa U Zemlji Chuda
he wasn't even looking at me and he found me

⁂

★

Discoholic 🪩
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from Indonesia
seen from Egypt

seen from Indonesia
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from T1

seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from Malaysia

seen from France

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Ireland

seen from United States
seen from United States
@aldeetropolis-blog
We about everything. Not for today, but for the future
Wauw
So true…
Apa yg kita pelajari sekarang akan dimintai pertanggungjawabannya. Baik di dunia maupun di akhirat.
For those who easily judge others. :)
Berpura-pura Baik-baik Saja
Kupikir jika kau sudah benar-benar ingin berkeluarga, perlu rasanya kau kurangi keriuhanmu perihal perasaan.
Kupikir wanita yang sudah benar siap diajak berkeluarga adalah ia yang memilih lebih sering melebarkan senyum menghadapi segala keanehan dunia.
Kupikir lagi, bahwa wanita yang siap diajak berkeluarga adalah dia yang mulai lebih pandai menenangkan keluhnya, sesalnya, kemudian memilih mengingatkan diri sendiri untuk tak terlalu nafsu mengutuki waktu.
Biar bagaimanapun, ketika sudah menikah kelak, tanggung jawabnya bukan lagi perihal dirinya. Ucapannya adalah penjaga pula bagi lelakinya. Perilakunya adalah cerminan pula bagi lelakinya.
Ketika menikah nanti, tanggung jawabnya bukan selalu menjadi lebih mudah, tapi justru menjadi lebih kompleks. Karena bila sudah menikah nanti, ia bukan hanya menjaga kehormatannya sendiri, tapi juga menjaga kehormatan lelakinya. Karena bila sudah berkeluarga nanti, ia tak bisa sembarangan meneriakkan perasaannya, sebab ada satu hati lagi yang harus ia jaga ketenangannya.
Bagi seorang lelaki, seslengean apapun kelihatannya, jika dia punya tujuan yang jelas hendak membawa keluarganya ke mana, jika dia sudah memetakan hendak membangun keluarga macam apa, dia akan lebih prefer memilih wanita tangguh untuk jadi partner berjuangnya. Karena seorang lelaki yang seperti itu, cenderung lebih paham bahwa pernikahan bukan sekadar wadah untuk bersenang-senang.
Karena lelaki yang sudah paham hendak membawa ke mana kapalnya berlayar, yang punya beraneka ragam impian di benaknya. Dia cenderung mencari pendamping nakhoda yang lebih kalem menghadapi keadaan, lebih tenang menghadapi rintangan. Karena dengan partner yang demikian, seorang lelaki akan lebih sigap memegang kemudi, seorang lelaki tidak harus selalu kerja dua kali: meyakinkan dirinya sendiri pun sekaligus meyakinkan pasangannya.
Pada kondisi sekompleks itu terkadang wanita perlu benar-benar pandai berakting, pandai berpura-pura menguatkan dirinya, agar sang lelaki lebih fokus pada kemudinya. Bayangkan saja jika lelaki itu harus berlama-lama meyakinkan pasangannya, mengalihkan fokusnya berkali-kali, bisa saja kapalnya sudah pecah dibelah ombak.
Tak perlu malu jika banyak yang beranggapan bahwa kau menjadi seorang yang sok tegar, sok kuat, sok enggak pernah terluka dan semacamnya. Karena bisa jadi kebiasaanmu yang pandai membuat diri terlihat biasa-biasa saja dan memilih lebih sering membagikan keruetan pada Tuhan adalah kebiasaan yang akan menyelamatkan bahtera keluargamu kelak.
Jadi, jangan dulu-dulu bangga bisa merasa lega meneriakkan segala luka pada khalayak dan merasa merdeka. Karena bisa saja, yang seperti itu akan menjadi kebiasaan yang bisa membuka peluang bagi tangan-tangan dan bisik-bisik kenyamanan lain saat kelak kau dihadapkan pada situasi maha kompleks dalam urusan berkeluarga.
Jadi, kapan mau belajar lebih kalem menghadapi setiap kondisi?
Jadi, tak perlu terlalu berharap bahwa kelak akan selalu ada yang menguatkanmu dan semacamnya. Karena bisa jadi, kau akan dituntut keadaan untuk lebih, lebih, lebih, dan lebih mandiri serta tabah menghadapi ujian. Iya, jauh lebih kompleks dari yang kau bilang ruet sekarang.
Adik-adiku yang manis, adik-adiku yang masih “nyaman” diombang-ambing perasaan, kurasa kau perlu terus berlatih mandiri sejak bertahun-tahun lalu. Eh, tapi, karena baru baca ini sekarang, belajar dari sekarang pun tak apa. Emm … andai kau sadar sejak dulu, mungkin sekarang sudah banyak yang mengantre untuk benar-benar menjadikanmu pasangan (bukan sekadar permainan), pun begitu barangkali lelaki yang kau kagumi diam-diam itu. Duh, maaf, keceplosan.
Menyesal doang enggak mengubah keadaan, kan? Belajarlah, belajarlah, karena perihal mengendalikan diri adalah pelajaran sepanjang zaman, bahkan bila nanti yang kita sebut cinta sejati telah tenang dalam liang peristirahatan, pun begitu sebaliknya.
Juz 13 - Berhenti Mengeluh Dan Mulailah Bersyukur - Nouman Ali Khan
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. [Ibrahim: 7]
Assalaamu alaykum Quran Weekly.
Saya ingin berbagi ayat ke-7 dari surat Ibrahim. Ini adalah juz ke-13 dari Al Quran. Saya akan langsung saya, apa yang Allah sendiri katakan, “tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu sedikit saja bersyukur,”
Bahkan jika kamu bersyukur hanya sedikit. Allah berkata, jika kamu menunjukkan rasa bersyukur yang amat sangat sedikit saja, Ia tidak meminta banyak. Pasti Aku tambah tambah tambah tambah tambahkan kepadamu.
Aku bersumpah! Ini adalah tata bahasa terkuat yang mungkin digunakan. Jika saja kamu bisa tunjukkan sedikit rasa syukurmu. Lalu pertanyaannya, kita harus bersyukur ke siapa? Kamu mungkin akan mengira kita harus bersyukur pada Allah. Tapi di sini Allah tidak menyebut dirinya.
Jadi bisa saja bersyukur pada Allah, orang tuamu, gurumu, untuk kesehatanmu, untuk teman-temanmu. Bersyukur pada orang-orang yang telah berjasa. Pada perusahaanmu yang telah memberikan pekerjaan.
Senang menghargai. Jika saja kamu bisa menghargai dan bersyukur. Bersyukur itu bukan sekedar mengatakan Alhamdulillah. Bersyukur juga merupakan suatu sikap, gaya hidup dan cara berpikir. Kamu terus menerus bersyukur.
Jika saja kamu bisa menunjukkan sedikit saja sikap seperti itu. Allah berkata, ”Aku bersumpah, Aku akan tambahkan untukmu.” Tidak ada keraguan, Aku bersumpah, Aku akan tambah untukmu.
Allah jarang menggunakan kata “Aku” dalam Al Quran. Biasanya Ia menyebutkan kata “Kami”. Hanya pada permasalahan yang amat besar saja, Allah menggunakan kata ganti “Aku”. Di ayat ini Allah menggunakan kata “Aku”.
Lalu timbul pertanyaan, apa yang akan ditambahkan? Ditambahkan apanya? Karena kamu bisa saja menyebutkan, Allah menambahkan pengetahuanku, kebijaksanaanku, kesabaranku.
Kita berdoa “Robbi dzidnii ilman”. Kita tidak cuma menyebut “Robbi dzidnii“. Yang artinya kita tidak cuma meminta, “Allah mohon tambahkan aku”. Tapi kita berdoa, “Allah mohon tambahkan pengetahuan untukku”.
Allah berkata, “Fadzaadathum iimaanan”, itu menambah keyakinan mereka. Allah tidak berkata, “Aku tambahkan mereka saja”. Di ayat ini Allah berkata, kamu tunjukkan rasa bersyukur, meskipun hanya sedikit, Aku akan tambahkan. Apanya yang ditambahkan?
Allah tidak membatasi sesuatu yang akan Ia tambahkan untukmu. Inilah yang indah dari ayat ini. Motivasi yang terdapat pada ayat ini, Aku akan terus memberimu lebih lebih lebih lebih lebih lebih atas segala-galanya.
Apa yang kamu pikirkan akan Aku berikan jika itu bermanfaat untukmu. Akan Aku jaga, Aku janji, kamu cukup tunjukkan rasa syukur padaKu.
Apakah kamu tahu ayat ini adalah khutbah yang diberikan oleh nabi Musa alaihi salam untuk Bani Israil? Saat setelah mereka melewati laut yang terbelah. Setelah melewati laut itu mereka memiliki kenangan buruk tentang anak-anak mereka yang disembelih Firaun setiap tahunnya.
Mereka ini orang tua yang ketakutan yang diselamatkan dari penyiksaan dan banyak mengalami penderitaan. Nabi Musa alahi salam tidak memberikan khotbah tentang kesabaran ketika itu. Mereka saat itu menderita di gurun pasir, mungkin kamu berpikir nabi Musa alaihi salam akan berdiri dan menyemangati mereka dengan khutbah tentang kesabaran.
Tapi justru nabi Musa alahi salam kala itu memberikan khutbah tentang bersyukur. Karena kamu tidak akan mungkin bisa bersabar jika kamu tidak memiliki rasa bersyukur. Bersyukur lebih dulu. Jika kamu bisa bersyukur, maka Allah akan menjaga semua keperluanmu, lalu Ia akan tambah terus menerus.
Dan jika kamu tidak bersyukur, tidak menghargai. Kamu tidak bisa melihat sedikitpun kebaikan dalam hidupmu. Allah bisa saja berkata, “Dan jika kamu tidak bersyukur, Aku akan pergi darimu. Aku akan menghukummu.” Tapi itu tidaklah Ia sebutkan.
Ia berkata, “sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Tidak terdengar terlalu keras ‘kan? Jika kamu bersyukur maka Aku tambahkan. Dan jika kamu tidak bersyukur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
Tapi ini sebenarnya bukanlah suatu pernyataan sebab akibat. Ada sedikit perbedaan dalam bahasa arabnya. Allah tidak mengatakan “Walain kafartum FA ina adzaabii lasyadiid”. Tidak ada kata ‘Fa”.
Jika ada kata “Fa” maka artinya menjadi. Jika kamu tidak bersyukur MAKA sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Tapi di ayat ini tidak ada kata “maka”, kamu tahu apa artinya ini? Itu artinya tidak ada hubungan sebab akibat di ayat ini.
Allah tak ingin berkata, “Jika kamu tidak bersyukur Aku akan menghukummu”. Tidak seperti itu. Allah katakan, “Jika kamu tidak bersyukur, ….” Allah tidak selesaikan kalimatnya. Ia lanjutkan dengan kalimat yang baru, “Sesungguhnya azab-Ku sungguh sangat pedih”.
Secara tata bahasa, Ia tidak menghubungkan keduanya. Hal seperti itu pun harusnya kita syukuri. Kenyataan bahwa Allah tidak menambahkan kata tambahan, jika ditambahkan, maka akan menjadi, “Jika kamu tidak bersyukur, MAKA SEBAIKNYA KAMU KETAHUI bahwa azab-Ku sangat pedih.”
Tidak seperti itu. Jika kamu tidak bersyukur, …….. tidak ada apa apa. Kemudian Ia lanjutkan, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Dengan Ia tidak melanjutkan hal seperti itu, maka sesungguhnya haruslah benar-benar kita syukuri. Yang itu saja.
Sungguh ayat yang amat sangat indah. Dan inilah motivasi yang diberikan oleh nabi Musa alahi salam melalui khutbahnya pada Bani Israil. Dan Allah jadikan khutbahnya itu menjadi bagian dalam Al Quran.
Semoga Allah Azza Wa Jalla membantu kita untuk belajar dari kearifan yang indah dari Al Quran dan membuat kita menjadi orang yang bersyukur. Dan dapat membuat kita mampu melihat sisi terang dari sesuatu. Berhentilah murung dan selalu pesimis terus menerus.
Berhentilah melihat sisi buruk dari sesuatu. Janganlah terus menerus mengeluh. Berhentilah mengkritik sesuatu. Jangan suka sinis, hargai orang-orang di sekelilingmu, teman-temanmu, gurumu, orang tuamu, sekolahmu, kesehatanmu, fisikmu. Berhentilah mengeluh kalau kamu merasa terlalu gendut, terlalu pendek, terlalu kurus, berhentilah mengeluh!
Mulailah bersyukur. Berhentilah mengeluh jika kamu sakit selama 1 minggu. Bersenanglah karena sakitmu tidak separah orang lain. Mulailah bersyukur, karena Allah telah berjanji akan terus-menerus menambah semuanya. Semoga Allah membantu kita untuk memahami segala yang dijanjikan oleh-Nya. Dan membuat kita layak untuk mendapatkannya.
BarakAllahuli walakum, Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
*Transcript dari video Islam IDN https://www.youtube.com/watch?v=5nQAfSEG06w **Reupload YouTube NAK Indonesia http://youtu.be/wGSGGNH3M7s ***Reupload FB NAK Indonesia https://www.facebook.com/video.php?v=1643974642483136
Follow NAK Indonesia: http://nakindonesia.tumblr.com https://twitter.com/NoumanAliKhanID https://instagram.com/nakindonesia https://www.facebook.com/NoumanAliKhanIndonesia https://www.youtube.com/NAKIndonesia
on your journey towards Allaah you must overcome yourself.
on your journey towards Allaah you must overcome yourself.
Between Adhaan and Salat
Originally found on: spreadsalam
Hidup itu hanya sejarak adzan dan shalat.
When you’re reading Qurʿān and you realize the verse you’re reading is aimed directly at you. 😭
We met the early scholars and they would not go to anyone. If you have a question, come to us and ask it.
Imam Hammad ibn Salama in response to a request from the ruler Muhammad ibn Sulayman that the Imam comes to him because he has a question. (via jamaaldiwan)
Betapa ulama dan orang2 alim begitu dihormati bahkan oleh pemimpinnya. Sekarang?
Status facebook Gramedia Pustaka Utama
Akan terbit 15 Juni 2015:
HUJAN BULAN JUNI ~ Sebuah Novel (Sapardi Djoko Damono)
Catatan: Novel ini akan diluncurkan secara terbuka pada 14 Juni di Gramedia Central Park. Silakan bergabung untuk mendapatkan cetakan pertama dan juga mengikuti sesi booksigning-nya
Buku kumpulan puisinya saya dapatkan satu setengah tahun yang lalu sebagai hadiah padahal akadnya minjam :D Mumpung sebentar lagi ulang tahun, adakah yang mau memberi saya novel ini sebagai hadiah?
How to increase my iman ?
By keeping quiet when you are angry.
With forgiving those who you don’t think deserve forgiveness.
Giving charity, and then give some more.
When someone praises you for something good you’ve done, remind them that it is because of Islam that you have done good, not because of yourself.
Humble yourself. Destroy your ego. Strengthen your heart by softening it.
Learn to improve your actions, not to correct others.
Love your family, hug them, kiss them, appreciate them.
Iniiii buat diri sendiri dan teman teman yang mau meningkatkan iman dan yakin yang ruar biasa sama Allah, semoga bermanfaat yaaaa :3
Aku tak mau kau beralibi memperbaiki diri untukku. Bukan aku tak mau bersamamu. Tapi aku tak mau kau hanya mendapatkan aku, sedangkan Allah tak kau dapatkan gara-gara aku.
Seseorang itu sesuai dengan apa yang ia niatkan. (via herricahyadi)
Imaam Ash-Shafi’ee said: knowledge is not what is memorized, Knowledge is what benefits Hilyatul Awliyaah Acting upon what you know is the fruit of knowledge. Whoever knows but does not act upon his knowledge is like the Jews. Allah said: “The likeness of those who were entrusted with the (obligation of the) Taurat (Torah) (i.e. to obey its commandments and to practise its legal laws), but who subsequently failed in those (obligations), is as the likeness of a donkey who carries huge burdens of books (but understands nothing from them). How bad is the example (or the likeness) of people who deny the Ayat (proofs, evidences, verses, signs, revelations, etc.) of Allah. And Allah guides not the people who are Zalimun (polytheists, wrong-doers, disbelievers, etc.).” [al-Jumu’ah 62:5—-interpretation of the meaning]
More islamic quotes HERE
Nouman Ali Khan Quote: If someone corrects you ….
Ya, saya tahu.
Allah : “ Hambaku, bangunlah! Lakukan shalat malam 11rakaat .. ”
Hamba : “Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”
Allah : “ Hambaku, lakukan 2 rakaat syafa’ dan 1 rakaat witir saja .. ”
Hamba : “Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam.”
Allah : “ Hambaku shalat witir saja ..”
Never stop learning :) What are you working on learning today? #fitness #fitblr #fitspo #FitFluential #nasm #scottsdale #scottsdalefitness #scottsdalepersonaltrainer #personaltrainer #Personaltrainers #personaltraining #mondaymotivation #madsweat