Muhammad 4: Pesilat Lidah
Saya ga tahu harus menandai di mana. Sebab subjudul ini, pedih seluruhnya. Setiap yang bertentangan dengan ‘Ali, dalam hati, selalu saya timpali,
“Tidakkah engkau pernah mendengar Rasulullah berkata, ‘Ali selalu menyertai kebenaran dan kebenaran selalu menyertai ‘Ali?”
Apakah tidak cukup? Apakah hilang ingatan? Rasulullah menyampaikannya langsung dan ga mungkin terpatahkan. Mengapa orang-orang begitu bersikeras memegang pendapatnya dan mengabaikan sabda Nabi? Ini menjengkelkan sekali.
Lebih patah hati lagi, kalau diingat bahwa meskipun yang saya baca ini novel, tapi dia bukan fiksi. Inilah kisah yang pernah sungguhan terjadi dan ga mungkin berharap di BAB selanjutnya ada keajaiban terjadi. Ujungnya kesal dan sedih sendiri.














