Tulisan "Kamu"
Ketika aku mengenal orang baru dalam hidup ku. Yaa tentu saja aku ingin tahu siapa saja teman-temannya, bagaimana lingkungannya, dimana tempat nongkrong nya. Aku pun menjalankan aksi ku, mulai dari kepo akun media sosial nya, membuka postingan tahun lama, melihat siapa yang menandai nya dalam foto-foto hingga membaca komentar, dan aku tahu siapa yang berkomentar dengan gaya bahasa yang santai.
Ya menurut paham saya, gaya bahasa bisa menjadi tolak ukur kedekatan antara seseorang. Entah itu bahasa yang tidak memegang sifat kesantunan dari pemilik nya, atau bahasa yang sangat lembut dan santun. Itu tidak jadi hal, mengingat sifat bahasa denga kemanasukaannya. (tentu dilihat dari mitra bicara nya).
"cuk, su, leng, bi, hnjing, ndut, mbel" beberapa panggilan sayang yang hanya orang tertentu bisa menggunakannya kepada sesama. Ya ak akrab dengan beberapa panggilan sayang, bahkan jika dia dan mereka tidak menggunakan panggilan itu, aku merasa hambar dan bisa dikatakan kami dalam pertengkaran.
Aku tertarik untuk me-ngepo-in satu dari sekian banyak kawan yang dia punya. Aku hanya tahu nama nya, beberapa foto wajah nya dari angel yang berbeda. Aku mengetahui kegiatannya. Ya dia terlihat suka nulis. Tentu saja, setiap hari bergelut dengan huruf, kata, dan kalimat aku ingin menyebutnya kuli kata, kuli tinta atau sebagainya.
Aku kerap membaca postingan yang tentunya dengan caption yang panjang, pendek, bahkan tanpa caption sekalipun. Dari tulisan-tulisan nya, aku membayangkan bahwa dia adalah orang yang cerdas dalam pemikiran, pintar mengolah kata dan rajin membaca (terlihat dari beberapa postingan buku yang dia baca).
Membaca tulisan-tulisannya aku mendapat ilmu baru bahkan hal-hal yang sebelum nya tidak penah terdengar ditelinga ataupun terlintas difikiran ku.
Dalam tulisannya, ia kerap mengutip pendapat tokoh-tokoh bahkan nama-nama para ahli hingga nama kucing di rumah nya. Terkadang cerita nya sungguh sederhana namun menarik untuk dibaca. Aku menyukai cara penyajian cerita nya, pemilihan kata nya, hingga susunan cerita (bagian mana dulu yang harus di bahas).
Sempat terlintas di fikiranku untuk follow salah satu akun nya, mengirim permintaan pertemanan, tapi tentu saja aku menjaga perasaan temannya yang pertama aku kenal. Apa pun itu,aku masih bisa menikmati tulisan nya.
Ya aku mengenal nya hanya lewat tulisan. Aku tidak pernah berbicara dengan nya, bahkan berkenalan berjabat tangan. Hanya saja yang ku tahu dia pernah bertanya tentang "mano yang nama nya *** tu.. " pertanyaan itu dilontarkan kepada salah satu teman ku.
Yaa dia bertanya dan mungkin "ingin tahu" sosok ku, karena aku dekat dengan salah satu teman nya. Mungkin teman yang begitu dekat hingga ia ingin memastikan apakah perempuan yang dekat dengan teman nya itu terlihat baik atau terlihat jahat.
Tulisan nya masih sering aku baca ketika aku dalam waktu kosong, dan jenuh untuk melakukan rutinitas ku. Pernah aku bertanya bagaimana sosok dia, teman ku menjawab "abang itu lembut, sopan, baik dan juga alim.." ak hanya menjawab "wiih perfect".











