Rumahlah
Lebih dari sekedar makna kata benda dengan serangkaian fungsinya. Yang menghangatkan, meneduhkan, menyejukan, membahagiakan, menenangkan dan menajadikan cerita panjang dari sebuah pencarian arti kata rumah. sesekali menjadi sesak saat kita lupa akan hal-hal penting dan apa yang dibutuhkan. Namun, saat hal-hal penting itu kembali terfikirkan dan kembali kita rasakan, seketika sesak berubah menjadi isak biru yang berharap kembali.
Bolehlah kita pergi, dari tempat yang nyaman dan indah. Ada saatnya kita harus beralih dari ranjang nyaman dan redup lampu meredupkan rasa lelah. Berpisah dengan cangkir kesayangan yang menemani kita dipagi hari dan tumpukan buku yang belum tertuang semua dalam isi kepala. Semua langit terlihat sama, membiru jauh dan diam. Hal yang membutnya beda ialah awan yang berusaha menari dengan bentuknya yang sesekali manusia imajinasikan. Yang beda bukan langitnya, tapi dari sudut mana kita melihat lagit yang sama ini. Bukan langit yang beda, karena langit tetap satu. Yang mungkin membuatnya berbeda yakni ditempat mana kita berdiri.
Langit itu jauh, namun langit yang jauh membuat rumah terasa lebih dekat saat tertatap dan melangitkan lisan ini. Tidak ada yang jauh selama masih ada langit yang sama, arah yang sama dan ikhrar doa yang sama.










