Hari ini ada hal yang harus diselesaikan. Ada yang harus dicentang checklistnya. Hari ini ada yang harus usai urusan panjangnya. Iya pamit. Hari ini harus pamit :)) Selamat ulang tahu teman imajiku, semoga Tuhan selalu menyertaimu :"”
Dear teman imaji, hari ini ku cukupkan 100 purnama dongeng-dongeng tentangmu. Dongeng yg menemaniku bertumbuh. Dongeng tentangmu yang selalu menjadi alasan untuk tetap bertahan hidup meski acapkali kehilangan arah, berkali-kali ingin menyerah, berkali-kali pula remuk redam.
Sejak belasan purnama yang lalu kalimat pamit yg ku susun dengan segala isak tangis itu mangkrak. Antara iya dan tidak untuk mengirimkannya padamu. Cerita-cerita yang ketika ku baca ulang ternyata menyadarkanku, bahwa aku pernah seberani itu, sejungkir balik itu, pernah senekat itu menerjang badai.
Dulu kawanku pernah bilang, katanya terlalu lama jikalau aku baru pamit padamu diusiaku yang ke-26. Tapi tidak bagiku. Berkali-kali aku mencoba menguatkan diri untuk pamit tapi nyatanya masih ada hal yang belum terselesaikan. Aku masih butuh kamu, tentu saja kamu yg hidup dalam dongeng-dongengku.
Dear teman imaji, mungkin kau bertanya-tanya selama ini. Nyatanya dalam kesendirianku justru masih namamu yang menjadi favorite untuk disebut. "Giiii, ga kuat. Giii, capek sekali rasanya. Giii, mau nyerah aja di titik ini. Giiii, kamu gatau kan aku sehancur ini".
Heeei... terima kasih sudah bersedia meminjamkan namamu untuk terus ku sebut, terima kasih namamu selalu ada di saat paling pahit sekalipun "Gapapa gapapa, kamu masih punya Gigi. Gapapa kamu masih punya kawan, masih punya dia". Berkali-kali meyakinkan diri kalo aku masih punya kamu, dalam imajiku tentu saja.
Hari ini, saat satu persatu checklist sudah tercentang. Satu persatu lukaku mulai mengering, satu persatu aku sudah mulai bisa mengikhlaskan segala hal yang terjadi. Sudah saatnya pula aku harus menyudahi dongeng-dongeng tentangmu. Sekali lagi, tentang kamu yang tumbuh subur dlm imajiku.
Dear teman imaji, segala ceritaku pada akhirnya tak kan sampai padamu. Ku putuskan untuk menyimpannya sendiri. Rasanya Tuhan sengaja mempertemukanku denganmu untuk menolongku yang kehilangan arah sedari dulu. Ada banyak orang baik yang sengaja dikirim Tuhan, salah satunya kamu :))
Dear Gigi, aku pamit. Setelah ini tak kan ku jumpai lagi namamu yang berdiri angkuh dalam deretan kata di buku harianku :)) Hiduplah dengan baik, semoga selalu dalam lindungan Tuhan. Ku hanya bisa mendoakan. Kata orang terima kasih terbaik adalah dengan mendoakan :""
Setelah ini jikalau kamu berada di titik nadir dalam hidup, ada satu hal yang perlu kamu ingat. Mungkin saja saat itu bagimu hidupmu tak baik-baij saja, hidupmu tak berguna. Tapi nyatanya dibalik itu, hidupmu pernah menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan melanjutkan hidup :))
Terima kasih banyak Gi, teman imajiku. Berbahagialah selalu :))
Ku tutup dongeng-dongeng tentangmu, tentang Habibie, tentang pesawat, dengan perasaan penuh syukur. Ternyata aku bisa selamat dari amukan badai yang sungguh mengerikan. Sudah saatnya menyelesaikan hal-hal yg belum selesai :))
Sudah setahun lamanya deklarasi pamit ini tercipta. Namun nyatanya setelah itu tidak semulus meluncur dari klimaks ke titik akhir. Ia harus melalui turunan demi turunan nan terjal terlebih dahulu hingga bisa sampai di titik akhir.
Hari ini 9 tahun lamanya. Aku tutup cerita tentangmu di usiaku yang ke-27. Akan ada nama yang abadi di hati meski tak bisa dinikahi, dan itu mungkin saja kamu :""
Tugasmu sudah selesai Giiii... Aku sudah kembali "waras". Terima kasih telah mengantarkanku ke jalan yang benar, terima kasih telah menemani menerjang badai, terima kasih telah pernah menjadi satu-satunya alasan saat berkali-kali aku kehilangan alasan untuk tetap hidup :"
Jikalau menelisik ke belakang, rasanya begitu panjang cerita kita. Iya cerita kita dengan kamu yang ada di imajiku :))
Giii.. Aku harap hidupmu akan benar-benar baik saja :”