Sering bangett ingin ngobrol, cerita apa aja tp semakin ke sini semakin sadar ngk semua orang bisa di ajak ngobrol.
Ntah siapapun jodohku nanti, semoga kt bsa ngobrolin tentang apapun dari yg penting sampai ngk penting sekalipun.

seen from Singapore
seen from China
seen from Libya
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Saudi Arabia
seen from Kazakhstan
seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from China
seen from Norway
seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from United States

seen from T1

seen from United States
Sering bangett ingin ngobrol, cerita apa aja tp semakin ke sini semakin sadar ngk semua orang bisa di ajak ngobrol.
Ntah siapapun jodohku nanti, semoga kt bsa ngobrolin tentang apapun dari yg penting sampai ngk penting sekalipun.
Teman Ngobrol #1
Berawal dari iseng nanya tipe MBTI teman ngobrol kali ini, dan berakhir maaf – maaf an. Loh kok?
Pada suatu hari~
Kita punya topik yang perlu disharing, lama kelamaan saya tersadar akan bagaimana penyelesaian beberapa topik tersebut. Yap.. kami memiliki penyelesain yang cukup mirip. Lalu teringat bagaimana kami beberapa tahun ini berteman dan berkomunikasi, walaupun intensitasnya tidak selalu sama.
Setelah obrolan pertama selasai, topik MBTI lah menjadi obrolan kedua yang cukup menarik.
ENFJ VS ISFJ
ENFJ
Ekstrovert (E) Intuition (N) Feeling (F) Judging (J)
ISFJ
Introvert (I) Sensing (S) Feeling (F) Judging (J)
Apakah karena pemikiran yang cukup mirip, keduanya bisa cocok? ini adalah beberapa potongan chat diskusi kami tentang kecocokan dan ketidak cocokan kami berdasarkan pengalaman berteman selama beberapa tahun ke belakang.
Chat sebelah kiri: ISFJ
Chat sebelah kanan: ENFJ
Kita punya Feeling dan Judging, Judging: we love tend to see work methods and goals, cukup terstruktur dalam apapun dan selalu punya tujuan dalam mengerjakan sesuatu. Feeling: kita suka berkomunikasi dengan cara menghargai perasaan seseorang, cukup sensitif terhadap respon, perasaan, tingkah laku orang lain.
Ketidak cocokan ada pada Extroverted dan Intuitive yang terdapat pada ENFJ. Introverted dan Sensing yang ada pada ISFJ. Ekstrovert dan Introvert jelas terlihat bagaimana keduanya mendapatkan dan mengarahkan energi, Intuitive dan sensing terlihat dari bagaimana melihat dan mengamati sesuatu, Intuitive: merasa cukup dengan melihat garis besar dari sesuatu yang ia amati untuk menjadi data yang perlu ia proses, sedangkan Sensing: sangat detail dalam segala hal, cara ia dalam menata pun akan menjadi cukup sempurna karena detail yang ia miliki. (Sumber)
Keduanya punya feeling yang kuat, berusaha untuk menjaga perasaan satu sama lain, dan memiliki empati yang cukup tinggi untuk dibagi. Maka dari itu, sering kali enfj dan isfj akan saling memberikan yang terbaik dalam segala hal. (Sumber)
ME TIME, ISFJ sangat menyukai nya, ia sadar akan kebutuhan charge diri setelah bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang, ENFJ juga terkadang menyukai kesendirian, katanya: “While spending time around people can be energizing for most extroverts, the ENFJ will need to take some time alone to unwind and reassess situations.” (Sumber)
Salah satu solusi dari ketidak cocokan antara ENFJ dan ISFJ, adalah komunikasi. Sebenarnya sekalinya mereka duduk di meja yang sama dan mengobrol, keduanya akan sangat menghargai cara berkomunikasi dan menjadi pendengar yang baik untuk satu sama lain.
Ini adalah awal mula maaf – maaf an. Teman saya ini bercerita beberapa moment yang membuat dia kurang nyaman setelahnya, kondisinya saya lupa kejadian itu karena kami sering meluangkan waktu bersama dengan temen dekat kita lainnya, moment bersama orang – orang ini cukup banyak dan saya pelupa 😊 berbeda dengan ISFJ yang super detail, dia amat tau moment beserta alurnya.
Lucunya saya tertawa ketika ia menjelaskan moment itu, terheran – heran karena detailnya cerita tersebut. Coba bayangkan.. dia tau posisi duduk kita berdua pertama kali kita masuk kelas, at least itu di tahun 2017. Dia tau kapan saya mengalah saat bermain tebak instrument lagu untuk mengisi waktu luang di kelas, moment dimana setelah mengalah ia merasa bersalah sampai saat ini, sedangkan saya tidak ingat moment tersebut. Apa kabar interaksi lain yak (?)
“kok inget sih? Kok detail banget sih? Aku aja ga inget”
Masih berusaha mengingat, tapi nihil. Yang ada terheran – heran.
ISFJ ini terkadang juga terganggu dari cara ia mengingat dengan detail. Karena katanya tidak semua kejadian harus diingat dan dibayangkan dengan detail.
Sebagai seorang ENFJ, saya menyadari kalau saya tipe enfj yang tidak suka konflik, mungkin dari respon mengalah saya adalah cara saya cari aman.
“They may even try to ignore the conflict for as long as possible until one of their deeply-held values is violated in some way”
(Sumber)
Padahal tidak semua konflik harus dihindari. Saya belajar banyak tentang hal ini dan cukup menyadari itu sejak kuliah, dari beberapa orang yang menegur dan memberi masukkan baik. Setelah obrolan in, saya tersadar kembali dan hal barunya adalah ternyata ada orang yang harus memikirkan respon mengalah saya sampai hari ini.
Pada akhirnya, kami menyudahi dengan saling memaafkan atas dasar perasaan tidak enak yang tertinggal di masing – masing dari kita.
Kejadian ini berdasarkan pengalaman kami yang cocok dengan riset di luaran sana, jadi gapapa kalau ada yang ga setuju.
Setiap tipe personality punya ke khas an nya masing – masing, cara membangun hubungan juga akan berbeda – beda tergantung dari bagaimana cara beradaptasi dan memahami satu sama lain.
#googlevoice #googleassistant #temanngobrol
Obat waras #1 tapi sayang, jarang ketemuannya, apalagi sering bentrok jadwal masuk anak sekolahnya. #fotokurangpersonil minus #ibudegdegangajadimelendung @yanni_andri25 sama #ibuabislahiran wita😂😂 #temanmakanenak #temanmakanbabi #temanngobrol
Interaksi Kopi
Kamu tahu bagaimana rasanya kesepian, ‘kan? Kalau tak tahu, coba rasakan sendiri olehmu deh. Mendekam sendiri di Mount Titlis, Swiss, sana. Dan, hanya berteman spanduk Badjingankopi itu. Lalu, sana ajak ngobrol Homo Coffearabicanus Robustus di spanduk itu.
Aku yakin, itu tak enak sekali. Hampa seperti terhempas sendiri di angkasa sana. Pun, dingin layaknya terkurung dalam lemari pendingin.
Aku dan kamu jelas berbeda dalam banyak selera. Akan tetapi, aku rasa kamu bakal sepakat saat kubilang bahwa kita sama-sama butuh teman ngobrol.
Jadi, mari ngopi-ngopi, biar tetap menjadi manusia yang menyukai interaksi..
*Foto-foto diambil oleh Mas Yudi Desmansyah di Mount Titlis, Alpen, Swiss.