" Sabar, ikhtiar, dan yakin "
Hanya itu kapasitas kita sebagai manusia, selebihnya biar Allah yang menentukan.
wallacepolsom
$LAYYYTER
almost home
Sade Olutola
ojovivo

tannertan36
Show & Tell

izzy's playlists!

祝日 / Permanent Vacation
we're not kids anymore.

oozey mess
KIROKAZE
art blog(derogatory)

#extradirty
tumblr dot com

Origami Around
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

ellievsbear

★

seen from Singapore

seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from Italy

seen from United Kingdom

seen from France
seen from Germany
seen from Taiwan

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@temanceritaaaa
" Sabar, ikhtiar, dan yakin "
Hanya itu kapasitas kita sebagai manusia, selebihnya biar Allah yang menentukan.
Menjaga 4 pintu manusia agar hati dan fikiran senantiasa terjaga dari hal-hal yang dapat merusak dan melenakan akal.
1. Pandangan-Pandangan (Al-Lahazhat)
(QS.An-Nur:30) dan (QS.An-Nur:31)
2. Pikiran, Bayangan dan Lamunan (Al-Khatharat)
"Laksana fata morgana di tanah yang datar, yang di sangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendaatinya sesuatu pun" (QS.An-Nur:39)
3. Ungkapan Kata-Kata (Al-Lafazhat)
Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam pernah di tanya tentang hal yang paling banyak menyebabkan manusia masuk ke dalam neraka. Beliau menjawab, "Mulut dan Kemaluan" (HR. Tirmidzi).
4. Langkah dan Tindakan Nyata (Al-Khathawat)
Pandangan, pikiran atau lamunan, dan perkataan yang keluar dari diri kita, kelak akan berlanjut pada langkah dan tindakan. " Ketika mata sudah tidak mampu menahan getar 'Keindahan', pikiran akan membayangi dan membawa pada lamunan, hingga ia berwujud pada untaian kata, kemudian tindakannlah yang mengeksekusi itu semua. Akhirnya, perzinahan pun terjadi.
Di usia gini, selain memperbanyak ISTIGFAR kita juga harus memperbanyak YA UDAH NGK PAPA.
Banyak hal yang di pendam sendiri, ingin di temani, ingin di dengarkan tapi kalaupun tidak mau mendengarkan, cukup temani sj saya menangis, temani sj saya duduk meskipun diam2man. Saya hanya ingin di temani duduk, menangis dan kalau bisa di pelukk.
Menangis di rumahpun rasanya ngk mungkin untuk mengeluarkan unek2 Intinya saat ini saya ingin menangiss.
Capek yang sulit di deskripsikan, diceritakan pun rasanya sulit di pahami orang lain, fisiknya kelihatan baik2 saja tapi hati dan fikirannya ramai sekali.
Doa apa yang bisa membuatmu menangis?
Bukan doa yang paling panjang, bukan pula yang paling indah susunan katanya. Tapi doa yang keluar dari hati yang benar-benar merasa butuh…
Saat seseorang berhenti berpura-pura kuat, dan akhirnya berkata dengan jujur di hadapan Rabb-nya: “Ya Allah… aku lelah. Tolong aku.”
Di situlah air mata jatuh, bukan karena kata-kata, tapi karena hati yang akhirnya pulang, hati yang butuh sandaran dan butuh bantuan.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk meminta hal besar, hingga lupa menangis untuk hal yang paling sederhana: ampunan, kecukupan, ketenangan, dan dekat dengan-Nya. Apalagi jika untuk keluarga.
Lalu, doa seperti apa yang jika kamu ucapkan hari ini… akan membuat hatimu bergetar dan matamu basah?
@jndmmsyhd
Sebelum tidur, ucapkanlah:
"Yaa Allah, kabulkanlah apa yang aku inginkan. Bahkan yang aku rahasiakan dan sulit terucap dalam doaku.
Aku menyerahkan segala urusanku kepadaMu, maka perbaikilah semuanya dengan kebaikan sesuai kehendakMu.
Jadikanlah aku menjadi orang yang Engkau pandang dan Engkau rahmati, yang Engkau dengar doanya lalu Engkau kabulkan"
Aamiin 🤲
ada momen di mana manusia tidak sedang membutuhkan kompas untuk menunjukkan arah, melainkan hanya membutuhkan pelukan atau sekadar teman untuk duduk bersama di dalam sepi dan sejujurnya saat ini saya sedang membutuhkan itu.
#sendiri
Apa Urusanku dengan Dunia?
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا
“Apa urusanku dengan dunia?”
Kalimat ini bukan keluhan. Ia adalah ukuran: dunia ditempatkan sebagai persinggahan, bukan sandaran.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ، ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Apalah urusanku dengan dunia. Aku di dunia ini hanyalah seperti seorang pengendara yang berteduh sebentar di bawah pohon, lalu pergi meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Begitulah dunia dalam pandangan iman: tempat berteduh sebentar, lalu perjalanan dilanjutkan.
Pohon itu bermanfaat. Naungannya bisa menenangkan. Seorang musafir boleh duduk di bawahnya, mengambil napas, merapikan bekal, dan bersyukur atas teduh yang Allah beri.
Tetapi musafir yang sadar tujuan tidak membangun rumah di bawah pohon itu.
Di sinilah hati perlu ditata. Bekerja tetap perlu. Menafkahi keluarga tetap ibadah. Menjaga amanah, mencari rezeki halal, merawat tubuh, dan membangun kehidupan tetap bagian dari tanggung jawab.
Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan amanah dunia. Beliau berdakwah, memimpin, mencintai keluarga, menolong manusia, dan memikul beban umat.
Yang beliau ajarkan bukan lari dari dunia, tetapi merdeka dari diperbudak olehnya.
Dunia di tangan bisa menjadi bekal. Dunia di hati bisa menjadi belenggu.
Maka rezeki yang datang disambut dengan syukur, bukan kesombongan. Rezeki yang pergi diterima dengan sabar, bukan kehancuran. Pujian tidak membuat diri melayang. Celaan tidak membuat iman runtuh.
Sebab pohon tempat berteduh memang bukan rumah. Yang sebentar tidak layak mengalahkan yang abadi.
Allah berfirman:
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A‘la: 17)
Ayat ini mengembalikan pandangan yang mulai kabur. Akhirat lebih baik daripada keberhasilan yang membuat lalai. Lebih kekal daripada harta yang suatu hari berpindah tangan. Lebih penting daripada nama yang disebut manusia tetapi tidak membawa ridha Allah.
Karena itu, pertanyaan yang perlu sering diulang bukan hanya, “Apa yang sedang kukejar?”
Apa yang membuat shalat terasa sisa waktu? Apa yang membuat tawakkal melemah? Apa yang terlalu ditakuti sampai lupa bahwa Allah Maha Menjamin? Apa yang terlalu dicintai sampai pulang kepada Allah terasa jauh?
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا menjadi pengingat untuk hati yang mulai menetap di tempat sementara.
Ia menenangkan ambisi yang berlebihan. Ia meluruskan sedih yang melewati batas. Ia menegur rasa takut miskin, takut kalah, takut tidak dianggap, dan takut kehilangan bagian dunia.
Bukan berarti tidak boleh memiliki dunia.
Yang perlu dijaga: jangan sampai dunia memiliki hati kita.
Jadikan dunia kendaraan menuju Allah: dipakai, disyukuri, ditunaikan haknya, lalu tidak disembah dalam dada.
Semoga Allah menjadikan dunia cukup di tangan kita, bukan berkuasa atas hati kita.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari fitnah dunia, memberi rezeki yang halal, dan hati yang qana‘ah.
Semoga ketika perjalanan ini selesai, kita termasuk hamba yang pulang kepada-Nya dengan selamat.
Buat semua orang yang pernah saya repotkan, yang pernah saya sakiti, atau yang pernah saya lukai hatinya, saya minta maaf. Saya sayang sama kalian, maaf jika caraku membuat kalian ngk nyaman tapi terkadang saya bingung bagaimana cara mengatakan kalau saya itu sayang sama kalian. Maafkan semua salahku ya, love youu 🫶
Kedewasaan adalah menyadari bahwa terkadang yang dibutuhkan bukanlah kata-kata motivasi atau solusi, melainkan kehadiran tenang yang bersedia menemani di masa sulit tanpa menuntutmu untuk cepat pulih.
Beberapa hari ini, hidup rasanya berjalan terlalu melelahkan dan aku merasa energi seperti terkuras habis. Capekk ngk tau mau ngapain, bawaannya sedih terus, badan lemas kyk ngk bertenaga sama sekalii dan perasaan jauh lebih sensitif dr biasanya.
ya Allah, sampaikan permohonan maafku kepada orang-orang yang pernah aku sakiti. bahagiakan mereka ya Allah. jadikan mereka lupa atas semua luka yang pernah aku tinggalkan di hatinya. bantu aku pula untuk memaafkan mereka. bersihkan hatiku, hilangkan segala penghalang antara doaku dan iya-Mu.
maafkan aku. maafkan aku. maafkan aku.
SALAH, YUP SAYA SALAH !!
Jika kamu sudah memutuskan pilihan untuk menjalani sesuatu, dan kamu sudah mengukur konsekuensi baik buruknya, serta memiliki komitmen penuh dalam menjalaninya, sembari tetap merawat kesadaran bahwa segala sesuatu menuntut pertanggungjawaban pada-Nya, maka penilaian orang, seburuk apapun itu bukan menjadi soal. Tetap jalankan. Wakafa billahi syahida.
"Ya Allah, jika dia yang dulu adalah bagian dari kebaikan untukku, maka cukupkan dengan kenangan baik dan gantikan dengan yang lebih baik di waktu yang tepat" 🤲🏻
Terima kasih sudah mengingatkan.
Kalian pernah ngk sih lagi ada di fase di mana kalian itu pengen banget cerita ke orang lain tapi kalian mikir kyaknya ngk ada yg bisa mengerti deh, kalaupun cerita kyknya nnt di bilang lebay atau jual kesedihan jd pada akhirnya cerita itu jd di pendem sendiri aja.
Tapi jujur pengen banget di dengerin, tapi ngk tau mau bagi cerita ke siapa.