Sepanjang sisa usiaku, telah sering ku lihat perihnya kehilangan, mengiringi orang-orang menghadapi perpisahan.
Yang kemudian membuatku sadar, ketika kelak kehilangan itu datang dalam hidupku, aku tahu aku akan tumbang di pembaringan. Mataku akan banjir oleh tangisan sedang aku tak tahu kapan ia bisa kuhentikan.
Tidak ada yang bisa mengukur dalamnya luka dari ditinggalkan. Aku dengar dari isak yang jatuh di atas pemakaman. Aku lihat dari peluk yang rapuh di sepanjang jalan pengantaran.
Tidak. Kau tidak akan tahu. Sebelum luka itu bersarang di hatimu.
Sama halnya dengan ketidaktahuanku akan waktu kepulangan yang telah ditetapkan. Saat bukan aku yang ditinggalkan namun meninggalkan.
Akan seperti apa kulepas napas dari tenggorokan? Akan seperti apa keranda membawaku ke akhir pembaringan?
Iring-iringan di belakangku, isak tangis melepasku, akankah meringankan balasan yang menantiku? Akankah rasa kehilangan dari yang kutinggalkan bisa menambah berat timbangan amalku?
Seluas apa kuburku? Senyaman apa lelapku? Seterang apa masa-masa penantianku? Siapakan yang akan menemaniku?
Tuhan, sungguh besar harapku atas ridaMu. Jadikanlah aku hamba yang mendapat ampunan dan kasih sayangMu.















