Matahari
Buku ketiga dari serial Bumi Tere-Liye. Plotnya menarik, tapi konflik yang disajikan cenderung mirip-mirip. Bedanya, jika di Klan Bulan dan Matahari mereka itu ingin menjadi buntut, di Klan Bintang itu ingin menjadi kepalanya.
Gambaran teknologi tinggi yang diceritakan menurut saya terlalu tidak masuk akal, namun karena ini novel fantasi, ya saya berusaha keras untuk memahaminya. Dalam buku ketiga, persahabatan Ali, Seli dan Raib semakin erat. Kekuatan mereka bertambah drastis.
Saya masih agak terganggu dengan kata "wahai" yang dipakai Faar, tapi sudahlah. Mungkin itu ciri khas di buku ketiga ini.
Perlahan kisah pribadi Raib pun tersingkap. Namun sangat perlahan sekali alias sangat sedikit demi sedikit. Rangkaian novel ini lebih banyak berfokus pada petualangan 3 sekawan Ali, Seli dan Raib.
Dari 3 buku yang saya baca, paling pusing baca buku ini. Karena banyak penjelasan perkelahian yang tidak saya suka dan juga sedikit bosan karena baca buku dengan alur dan konflik yang mirip-mirip secara berturut-turut. Balik lagi, itu selera masing-masing ya. Buat saya, buku ini 7/10. Masih recommended untuk dibaca di waktu luang.












