Ada saatnya kamu merasa lelah dengan setiap perjuanganmu. Saat semua yang kamu lakukan seperti tidak dibutuhkan, saat kehadiranmu seolah tidak diinginkan.
Awalnya kamu berpikir jika itu hanyalah perasaanmu. Tetapi ternyata memang itulah kenyataannya, kamu hidup bersama seseorang yang selalu membuatmu merasa sendirian.
Bukan karena ia tidak ada, ia ada bersamamu, namun kehadiranmu tidak pernah dianggap ada, dan selalu diabaikan.
Percuma rasanya merasa memiliki, tetapi perasaamu justru dibiarkan kosong. Kamu dibiarkan menangis sendirian tanpa ia pernah memperhatikan perasaanmu.
Sangat menyakitkan rasanya ketika menyadari bahwa baginya kamu tidaklah terlalu penting. Saat kehadiranmu bukanlah yang sebenarnya ia tunggu-tunggu.
Bahkan terlalu mudah baginya untuk mengabaikan pesanmu, atau sekadar membalasnya tanpa pernah balik bertanya seperti yang biasanya kamu perhatikan.
Mungkin memang benar, hanya perasaanmu sendiri yang menganggap bahwa hubungan ini penting. Kamu bukanlah harapan yang sebenarnya ia inginkan.
Mungkin memang benar, jika pun kamu harus memilih pergi, ia tidak akan pernah merasa kehilangan, ia tidak akan pernah berusaha mencari.
Mungkin memang benar, jika baginya lebih baik kamu berhenti saja.
—ibnufir











