hai teman, kembali dengan ceritaku hari ini. Hari yang tidak terlalu buruk. Bberapa hari ini, uti beserta tanteku menginap di tanah rantauanku (rumah omku) cukup lama. Aku senang, cukup senang. Aku punya teman. Walau sedikit berisik karena utiku selalu bertanya berulang-ulang. Tapi itulah hal yang paling selalu akan kurindukan. Sesungguhnya hari ini, aku tidak ada plan sama sekali. Tidak bertemu dosen serta plan lainnya. Hanya karena aku ingin waktuku tidak terbuang sia-sia. Aku putuskana untuk pergi ke perpustakaan Universitas untuk menambah informasi tentang materi yang akan aku bahas. Eh tiba-tiba temanku menghubungiku jika dosen pembimbingku mengatakan ingin bertemu denganku, eh bukan keinginan dosen pembimbingku sih hanya saja implikasi pernyataan dosen pembimbingku pada temanku. Aku putuskan untuk pergi ke kampusku (fakultas). Aku menunggu hingga akhirnya aku bisa bertemu. Sayangnya, dosen pembimbingku belum membaca tulisanku. Ada sedikit sentilan untukku. Dosen pembimbingku sedikit mengeluhkan tulisanku.
“tulisanmu banyak yang harus di revisi” ujar beliau
aku mampu apa ya? aku hanya mengangguk malu. Sedikit tertampar tapi yasudahlah, inilah kehidupan skripsi penuh revisi dimana-mana. Aku ingin segera selesai, sungguh, itu semua keinginan mahasiswa kali ewkwk. Beruntungnya, aku pulang, aku disambut oleh utiku, cukup senang karena dengan melihat wajahnya, aku percaya semua akan baik-baik saja. Cukup sedih tapi yang aku butuhkan ialah kesabaran. Sabar. itu adalah sebuah kunci. Sudah cukup itu saja.