Bukan Cuma untuk Dibaca
“Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya."
- Imam Syafi'i
Saya ingat ketika masih SD. Ketika saya naik di kelas untuk menghafal perkalian, saya dihukum karena tidak bisa menghafalnya dengan sempurna. Sampai pada akhirnya sebuah cabai hinggap di mulut. Bukan cuma sekali, tapi berkali-kali. Makanya sekarang saya suka makan yang pedas-pedas.
Namun, setelah melihat adik-adik yang sementara melaksanakan pembelajaran daring, saya berpikir. Ternyata apa yang saya alami dulu tidak begitu memprihatinkan dibanding dengan kondisi sekarang. Di mana semuanya bergantung pada akses jarak jauh. Di mana tugas yang berkunjung seperti pengunjung pasar malam yang mungkin kamu pasti tau seberapa banyak orang yang ada di sana.
Namun, intinya bukan di situ. Mau seberapa memprihatinkan keadaan sekitar, kita harus tetap mengisi otak dengan ilmu, selama tidak ada intervensi yang berlebihan dalam diri. Sama juga bagi mahasiswa yang sementara berurusan dengan skripsi. Jangan pernah patah semangat memperjuangkan apa yang sudah kita targetkan sejak pertama kali masuk di kampus.
Intinya semangat saja untuk saya dan kalian.









