Head of Thoughts #2
Aku lagi memasuki fase dimana orang tuaku sedang berjaya secara finansial, sehingga diberi sebanyak-banyaknya. Hal itu sangat menyenangkan, tetapi menimbulkan beban sedemikian rupa. Bersyukur tapi hati ngilu, ‘ndak sanggup rasanya kalau matahin hati mereka dikemudian hari.
Saat ini, aku masih semester 6 dan sudah seharusnya tahun ini atau tahun depan lulus kuliah.
Jujur, aku tertekan sekali. Membuat tulisan ini dengan Macbook Air terbaru yang dibelikan bapak dengan harapan laptop ini dapat memupuk jalan menjadi notaris untuk segera menggantikan beliau, adalah hal yang sejujurnya terberat sekali.
Dan sampai malam inipun, otak tidak henti berpikir apa yang aku lakukan setelah lulus jadi sarjana. Masih belum ada rencana, sampai kapan tinggal dirumah ini. Kapan aku boleh tinggal sendiri, atau menentukan jangka karirku sampai kapan. Belum ada kepikiran kapan mau nikah, tapi bapak keburu ngode pas liat sodara-sodara yang punya bocil atau bayi. Ya Allah, ada-ada aje ye.
Aku punya keyakinan, dari aku SMP. Aku yakin aku bukan ibu yang baik, dan aku juga tidak telaten sama bocah meskipun sudah dilatih beberapa kali untuk babysitting, tidak segera memunculkan keinginan untuk memiliki satupun. I hate bocah, for sure. Sehingga, aku memegang prinsip untuk child-free. If i want them, i made them. They deserve have good parents. Mereka ndak minta dilahirkan, sehingga tugas kita yang membuat adalah memastikan hidup mereka terjamin hingga mereka sanggup untuk melanjutkan hidupnya secara mandiri.
Aku pernah berjuang secara mental, sehingga dapat dipastikan selalu ada kemungkinan hal tersebut dapat diturunkan. Aku tidak mau anakku harus suffer dalam keadaan yang sama.
Some stuff just get complicated when it comes to 2AM in the morning. When you realized, you no longer young, you should start pay your own bills, you should start make money. Things get hard when it comes to 2 AM. It’s no longer overthink about your recent relationship, not about s/he being pain in the ass, it’s about you, to survive in this mean world.













