Sudah 95 hari semenjak perginya engkau dari dunia yang fana ini kepada pelukan Rabb-Mu disana.
Semoga Mama bahagia, semoga mama tenang disana..
Sungguh kepergianmu adalah kehilangan terbesar dalam hidupku,di setiap derap langkah dan hembusan nafasku, aku selalu percaya bahwa engkau selalu hidup dalam diriku yang telah dewasa. Tidak ada hal yang lebih berharga di dunia ini melainkan setiap keceriaan, kesabaran, ketabahan, keiikhlasan dan kesederhanaan yang engkau wariskan untuk anak-anak mu.
Orang bilang, aku adalah jelmaan mama, kepribadianmu, tingkah laku mu, mata indahmu semua engkau turunkan kepadaku. Aku tahu, mama selalu menjalani hari-hari di dunia dengan penuh pengabdian dan dedikasi terhadap suami dan anak anak yang mama cintai, mama senantiasa mewarnai dunia dengan penuh senyum kesabaran, kasih sayang dan doa yang terus mengalir tanpa pamrih.
Bagiku, mama adalah segalanya, mama adalah wujud kesempurnaan seorang wanita, mama tidak pernah mengeluh sedikitpun, mama tidak pernah menunjukkan kesedihan walaupun aku tahu sekuat apapun mama menahannya, mama adalah seorang wanita.
Ketulusan mama adalah inspirasi bagi seluruh wanita di dunia, bahwa sesungguhnya wanita itu terlahir bukan untuk disakiti tapi untuk di hargai dan dicintai.
Mama selalu menolong tampa pamrih, membantu tanpa tebang pilih, tanpa melihat siapa dan dimana, bahkan orang yang berniat jahat dan tidak mama senangi pun ikut merasakan kebaikan mama. Dan yang teramat istimewa bagiku adalah mama tidak pernah meminta, mama tidak pernah sekalipun membebani hidup orang lain sekalipun itu suami anak anak mama sendiri.
Mama telah mengajarkan bahwa setiap wanita terlahir untuk dicintai, dihargai, dan dihormati dengan menyebarkan kemuliaan di muka bumi. Ketulusan dan keikhlasan mama telah membuat mama dicintai oleh semua orang, ya semua orang, tanpa terkecuali, tidak ada di dunia ini yang bisa membenci mama karena “terlalu baik” untuk ukuran manusia.
Mama adalah malaikat berwujud manusia, mama telah membuat seluruh alam semesta ini jatuh cinta kepada mama, dan seluruh dunia pun bergemuruh penuh haru dan tangis ketika mama berpulang meninggalkan dunia.
Walaupun dunia tidak mengenal mama, bagiku mama adalah inspirator terbaik sepanjang masa.
Pernah aku berpikir, suatu saat, aku akan bisa seperti mama, menjalani hari hari dengan penuh dedikasi dan kesabaran dan mewarnainya dengan ibadah dan kerja keras penuh keihlasan. Namun apa yang kujalani, tak semudah apa yang kupikirkan.
Selepas kepergian mama, hari-hariku mengalir tidak mudah, penuh gelombang kesedihan dan gejolak psikis yang mengikuti.
Seharusnya aku teramat bahagia, sebentar lagi istiku akan melahirkan keturunan yang akan melanjutkan sejarah yang telah kita tuliskan bersama selama ini. Ya aku akan memberi mama seorang cucu yang semoga hari hari nya dijalani seperti mama. Namun kebahagiaan itu harus kurelakan terkikis hari demi hari, kepergian mama adalah pukulan telak bagiku dan istriku, karena sesungguhnya mama adalah alasan di balik kebahagiaan ini, ya mama lah yang ingin kami bahagiakan.
Setiap hari membayangkan wajah mama menimang calon bayi ini adalah kebahagiaan tersendiri buatku, membayangkannya saja aku merasa sangat bahagia, apalagi jika itu menjadi kenyataan.
“Terkadang, aku mencoba menikmati kesedihan ini seorang diri, aku tertawa dan berenang-renang diatas air mataku sendiri”.
Ah sudahlah, aku yakin mama pun tidak bahagia jika aku terus mengurung diri dalam kemurungan, walau berat aku telah memutuskan untuk berdamai dengan takdir dan melanjutkan hidupku untuk membanggakan mama.
Ma, belum genap seratus hari kepergian mama, belum kering air mata di pelupuk mata, rupanya ada seseorang yang berusaha menyusup masuk ke lingkaran hidup kita dan mencoba mengisi ruang yang mama tinggalkan.
Ah aku tidak ingin membicarakannya, semua terjadi begitu saja, semuanya hanya akan menambah sesal dan sakit di dadaku saja. Akupun memutuskan untuk berdamai dan memilih menjaga mama baik baik di kotak teristimewa dalam hidupku, dalam doa dan diamku mama selalu hidup dan tak tergantikan.
Mungkin ini saja yang hari ini ingin kusampaikan kepada mama, teriring setetes air mata cinta berselimut doa untuk mama, semoga mama baik baik disana, adik adik, biar aku saja yang menjaganya, biar aku yang memastikan semuanya, harapan dan cita cita mama akan kubawa selamanya, dengan izin-Nya, sampai hidupku purna dan dicukupkan oleh-Nya.
Salam rindu dari anak laki laki yang mencintaimu tanpa syarat.