masih ingatkah saat senja 30 bulan yang lalu?
ah, tak mungkin kau lupa.
saat itu kita sedang berada di atas motormu.
berboncengan menuju rumahku.
tak sepatah katapun berani terucap.
lucunya, kau selalu merubah posisi spion motormu untuk melihat kearahku yang berada dibelakangmu.
kau tau, saat itu aku semakin berdebar.
sebenarnya apa yang meyebabkanmu berani mengantarku pulang.
hingga jalanan harus habis sebab rumahku akan semakin dekat.
kau baru mau membuka mulut.
hanya cukup dengan lima kata berlogat jawamu itu debarku semakin tak terkontrol.
"koe gelem ra dadi pendampingku?"
ku rasa sejak saat itu, senja menjadi semakin cantik.
senja menjadi waktu yang teramat magis dengan kekuatan cintanya.
ingat kemarin kita sejenak singgah di kedai kelapa muda?
setelah melawan teriknya matahari, kau memutuskan untuk memberhentikan motor di sebelah pendopo ageng kampusku.
kau memesan dua gelas es kelapa muda dengan sirup.
saat itu kau meminum es kelapamu dengan amat tergesa.
ya, aku tau kau sangat kehausan.
dan kau tentu pasti sangat ingat kenapa aku dengan enggan meyeruput es kelapa milikku.
aku punya alasan untuk itu, tuan.
kemarin aku sangat rewel persoalan malam minggu kita dan tanggal duapuluhdua ini.
sampai-sampai kau membisu dan enggan berucap lagi setelah ngomel panjang lebar dijalanan yang panas.
kau tau alasannya hanya sederhana,
aku menaruhkan waktu kita untuk bersama di satu gelas es kelapa milikku.
jika es kelapa ku tak habis cepat,
kau pasti akan menungguku menghabiskan es milikku.
walaupun saat itu kita saling membisu.
tak apa. aku menikmati saat-saat bersama yang seperti itu.
kau lebih memilih merenggut gelas milkku sebab kau punya alasan lain agar kita sudahi perjumpaan kita kemarin.
—kau sudah ditunggu teman-temanmu dikampus sebelah.
ahkir-ahkir ini aku berfikir bagaimana bisa kita menjalani hubungan LDR di satu kota.
padahal kampus kita hanya bersebelahan berbatas dengan tembok besar.
padahal rumah kita hanya berjarak waktu 7 menit saja.
untuk kau yang menguasai seluruh rinduku,
aku minta maaf atas segala kerewelanku.
terimakasih untuk bahu yang suka rela kau pinjamkan saat aku kelelahan.
terimakasih untuk jemarimu yang senantiasa menunggu jemariku pulang.
terimaksih sudah merawat segala lukaku dengan sabar.
selamat mengulang bulan yang ke-30.
ku aamiin kan segala semoga yang kau panjatkan.
perempuan yang selalu melihatmu dari balik kacamatanya.