Polri vs MUI vs Cendekiawan islam: Debat Fatwa MUI vs UUD45. Coba simak baik-baik, kalau anda dulu pernah sekolah SD dan lumayan pinter pasti akan mudah teringat yang akan nopir ucapkan ini. Pertama, Sejak ratusan tahun lalu, sebelum ada NKRI, Nusantara (Kepulauan yg kini jadi Indonesia) tersusun atas berbagai macam suku adat budaya agama yang mungkin jadi salah satu negara paling majemuk di dunia. Dari sejak dulu sebelum Indonesia berdiri, kita semua sudah memiliki adat dan kepercayaan masing-masing. Kemudian kita semua mau bersatu dalam negara Indonesia dengan syarat pondasinya adalah pancasila dan UUD45. Kalau tidak ada kedua soko guru itu, percayalah, pulau-pulau itu tidak akan mau bersatu dalam Indonesia. Mataram, Sriwijaya, Majapahit, Demak, sudah membuktikannya. Perang dengan serumpun sendiri. Nenek moyang kita disatukan oleh pancasila dan UUD45 dalam sebuah Indonesia.
Kini, 2016, Islam melalui MUI mengeluarkan fatwa (yang bukan firman Allah SWT maupun Sabda Rasulullah SAW), dan menembus batas toleransi. Dampaknya bukan hanya ke islam indonesia saja tapi juga ke pemeluk agama lain. Nopir tidak menyalahkan fatwa MUI, fatwa itu pendapat/argumen/hasil pikiran/pengaplikasian ajaran agama, itu murni hasil pengembangan orang jaman sekarang berdasarkan agama, bukan ucapan agama itu sendiri. Fatwanya tidak salah, tapi sweepingnya yang bodoh dan gila dan primitif tidak kenal aturan, cenderung memaksakan kehendak. Cenderung memaksakan keyakinan ke orang lain dengan mengatasnamakan islam yang agung dan nopir imani.
Lalu bagaimana fatwa MUI yang mulia ini bisa tetap mulia? Caranya adalah dengan edukasi dan sosialisasi di sekolah (makanya sekolah), di kotbah jumatan, di ceramah TV, dsb. Bukannya malah sweeping dan menteror masyarakat dimana natal harusnya kita sebagai umat muslim yang cerdas menghormati mereka agar bisa mencapai kedamaian dan suka cita natal justru diteror dengan sweeping wajah-wajah preman. Fatwa MUI harusnya mengenai pemeluk islam saja, harusnya para pemeluk islam diedukasi dan disosialisasi tanpa menyentuh umat agama lain. Separah-parahnya pemilik toko masih bisa memecat karyawan. Atau karyawan bisa mengundurkan diri jika merasa dipaksa. 2016 sudah bukan abad 13 dimana perang salib berkobar membunuh yang tidak sekeyakinan. Ayo Indonesia bisa lebih baik dari ini. Tinggalkan otak primitif. Salam nopir
Fpi, cendekiawan muslim, polisi, polri, uud 45, fatwa mui, fatwa, fatwa haram, sweeping, sweeping fpi, fpi sweeping, razia fpi, fpi razia, sweeping atribut natal, atribut natal, natal, natal 2016, mui, majelis ulama indonesia, ma’ruf amin, ketua mui, kapolri, tito karnavian, anarkis, radikal, intoleran, toleransi, front pembela islam, habib rizieq, fpi bubar, bubarkan fpi, solo, surakarta, surabaya, sweeping mall, pancasila, anti pancasila, ormas, ormas anti pancasila, fpi sweeping atribut natal, Fpi, cendekiawan muslim, polisi, polri, uud 45, fatwa mui, fatwa, fatwa haram, sweeping, sweeping fpi, fpi sweeping, razia fpi, �+��&��8��8