17 Agustus; merdeka dengan segala bentuk perayaannya. Kata yang sedang ramai diulang di tiap sudut bumi pertiwi. Maya apalagi nyata. Orang-orang ramai menafsirkan dengan persepsinya masing-masing. Dan aku, hanya perempuan yang masih dijajah kata-kata dan enggan merdeka. Ya, aku suka jika kepalaku bising dan jemari akan mengetikkan sebuah tulisan sebagai usaha meredam riuh yang lupa makna ketenangan. Jangan tanya, sepi di kepala adalah ketiadaan. Maka, mari merdeka dengan definisi pribadi. Untuk kenyamanan dan kedamaian dalam hati yang tidak menjadi tanggungjawab orang lain. Merdeka!
|| Makassar, 17 Agustus 2017, sembari menikmati merah putih di mana-mana











