War Tiket Surga
Sudah menjadi khalayak umum bahwa setiap bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah terlebih istimewa, tidak hanya membangun intens hubungan dengan Allah namun juga mempererat hubungan sesama manusia (hablumminallah wa hablumminannas).
Hablumminallah; Begitu banyak amalan kebaikan yang jika kita lakukan akan mendapatkan pahala berlipat ganda, tidak hanya itu bahkan tidur juga berpahala atau merupakan ibadah, karena sepanjang hari yang kita lakukan di bulan ramadhan merupakan ibadah. Sungguh maha baik Allah dan sungguh mulianya bulan Ramadhan.
Hablumminannas; Selain memperbanyak amalan kebaikan kepada Allah yang bisa dimanfaatkan di Ramadhan, memperbanyak amalan kepada sesama dan bersilaturahim juga bisa dimanfaatkan di bulan ini. Contohnya seperti sedekah, bukber, berbagi takjil, kegiatan sosial, berbagi sahur, war takjil, ngabuburit dan masih banyak lainnya
Takjil~
ialah salah satu komponen yang selalu identik dengan bulan Ramadhan, sebuah makanan yang wajib ada ketika berbuka puasa. Fenomena menarik akhir-akhir ini di dunia persilatan, khususnya menjelang waktu berbuka puasa, dimana banyak orang-orang yang berbondong mencari takjil ~ Ngabuburit dengan War Takjil
Kali ini aku bukan ingin menceritakan pengalaman ku war takjil, namun ini pandangan ku sebagai penjual takjil~ fyi bukan aku sih lebih tepatnya orang tua ku. Bulan Ramdahan kali ini sedikit berbeda, karena di rumah, ibu dan ayah ku melakukan gebrakan baru yakni menjual es duren untuk berbuka alias salah satu jenis takjil untuk berbuka puasa.
Bagaimana sibuknya dibalik layar dan di depan layar, membuat es dari siang hari sekitar 4 tong ember, dan menjajakan didepan rumah sekitar pukul 3 sore, kemudian langsung berdatangan beberapa pembeli sampai akhirnya habis sekitar pukul 6 sore, alhamdulillah.
Yang menjadi point penting adalah ketika orang pada beli dengan jumlah banyak atau banyak yang berdatangan di jam yang sama sehingga membutuhkan pelayanan cepat dan tepat, sehingga masuklah peran pendukung yang kadang muncul kadang gak alias bantuan yang ga seberapa dari aku wkwk. Seketika aku merasakan rasa keter dan sedikit grogi melayani semuanya, padahal cuma membantu menutup es dan membungkusnya dan diberikan ke pembeli, itupun kadang kadang ketika salah satu diantara ayah atau ibu sedang ke belakang atau pun keluar, maka keluarlah aku si peran pendukung.
Fenomena lainnya yakni ketika banyak yang datang ketika sudah kehabisan es duren, maka banyak pelanggan yang pulang tanpa es duren.
War war war, siapa yang cepat dia yang dapat.
War takjil ternyata se maasyaa Allah itu, aku jadi membayangkan apakah segitunya juga kita war war tiket untuk ke surga di bulan ramadhan ini? Apakah se excited itu juga kita melangitkan doa-doa ? Apakah doa doa kita sebegitunya saling mengudara dan berlomba lomba dilangit ?
Maka, jadikan momen ramadhan ini bukan untuk war takjil saja, namun momen yang sangat tepat untuk war tiket surga
~Faa
intronya panjang,wkwk










