For the #werewolfchallenge I'm aiming for Widowmaker squat at bodyweight. I'm going at 225# here's a first training set at 185# with red 11/16 bands. Worked up to a set of ten. #operationwerewolf #opwwozarks #strengththroughritual #widowmaker
seen from South Korea

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from Argentina
seen from Germany

seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Oman

seen from Canada
seen from Malaysia
seen from China
seen from Oman
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States
For the #werewolfchallenge I'm aiming for Widowmaker squat at bodyweight. I'm going at 225# here's a first training set at 185# with red 11/16 bands. Worked up to a set of ten. #operationwerewolf #opwwozarks #strengththroughritual #widowmaker
MALING
Aku takut besok tak makan Aku takut besok daun gugur satu satu Aku takut besok ada yang minum darah Aku takut besok tak sanggup bertahan Aku takut besok tak mampu melihat mu Aku takut besok tak ada tempat untukku memeluk diri sendiri dari kesepian dan terpaan angin kenyataan yang menyalak seperti suara gongong anjing malam di malam hari yang menggema dari atas gunung menyusuri lembah harau.
Aku takut tak dapat mencintai lagi Aku takut pada ketakutanku pada hari esok Pada takut aku ketakutan pada hari esok Wajahku jadi bulan bulanan kucing persia tetangga yang tak punya hidung
Semangkuk sup ikan dori tak mampu menyelamatkanku dari lirikan jahatmu yang Seakan akan aku telah mencuri daun kemangi dari piring hai kamu.
Aku menangis semalaman meratapi tuduhanmu atas pencurian ini.
Semarang, September 2016
Challenge accepted!
@krisanyuanita @epicsymphony @vinotm @vindurse @sketsarindu @narasibulanmerah @pemudabiasa @cowokjalang @menatapmu @ihrdn @meeeong @aporsiapsika @ranauliya @katakakiku
@nurulfadhilahkdr
Mungkin Benar
Aku mencintaimu pada sua pertama kita. Saat kau memberanikan diri menyapa tubuhku yang gemetar sebab hujan yang tak kunjung mereda. Rasanya jantungku seperti akan meledak ketika kau mengulurkan tangan kanan, lalu menyebut sebuah nama sebagai tanda perkenalan. Kita memang tak banyak bicara, namun aku dapat merasakan kehangatan perangaimu lewat segelas kopi yang kau beri malam itu.
Aku mencintaimu pada temu kedua kita. Saat kau sibuk membaca di toko buku sudut kota. Begitu serius, sesekali juga tertawa, mungkin ada hal lucu pada kumpulan kertas yang kala itu tengah kau buka. Satu waktu kau memalingkan wajah darinya, kemudian menemukan mataku yang tanpa sengaja memperhatikan gerak-gerikmu. Aku terjebak di sana, tubuhku bahkan melemas ketika kau menghampiriku dan meminta agar aku bersedia ditemani olehmu.
Aku mencintaimu pada jumpa ketiga kita, di kotak ajaib buatan China. Kau menyapa pagiku lewat puisi romansa, menemani makan siangku dengan prosa bahagia, menengok malamku dengan cerita pendekmu yang tak terduga, kemudian menutup hariku lewat nada-nada dalam surat suara. Begitu juga keesokannya, mereka seakan telah dinobatkan menjadi ritual dalam tiap detik kebersamaan kita.
Ini adalah hari ke-tigapuluhtiga sejak perkenalan kita, bertepatan dengan menggenapnya kepergian seseorang di hari ke-empatpuluh-nya. Hari dimana bumi kembali mengambil jasad yang saat itu akan menjadikanku satu-satunya ibu dari anak-anaknya. Hari dimana Tuhan membuatku ambruk di antara hiruk pikuk tamu undangan dalam pesta pernikahan.
Seketika aku ragu, sepertinya selama ini aku tidak benar-benar mencintaimu.
Adalah kamu, seorang pria bernama sama dengannya, yang pernah membuat hidupku penuh canda tawa. Adalah toko buku itu, sebuah tempat yang baru berani kukunjungi kembali, setelah kunjungan-kunjungan berdua dulu, yang tak mungkin diulang lagi. Adalah puisi-puisi itu, prosa-prosa itu, dan lagu-lagu itu yang menjadi saksi jalinan kasihku bersamanya, yang kemudian direnggut tanpa ada kata permisi.
Dan mungkin benar, sepertinya selama ini aku tidak benar-benar mencintaimu.
*) Pict No.1
———————————————
CHALLENGE ACCEPTED!!!
Cc @krisanyuanita @epicsymphony @ihrdn @pemudabiasa @menatapmu @cowokjalang @meeeong @katakakiku @sketsarindu @bebraveyou @jambangcosmic @narasibulanmerah @nurulfadhilahkdr @ranauliya @vinotm @vindurse @tersesatrasa
Pada November
Aku menggenggam tangannya erat, seolah akan ada perpisahan di antara aku dan Naila. Padahal tidak begitu adanya. Entahlah, hari ini aku merasa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya.
“Kupikir tidak akan serumit ini…”
“Apalagi aku, kupikir aku akan terima beres. Hahaha.”
“Ah, lelaki pemalas.”
“Hei, apa kamu bilang? Jika begitu, kenapa kamu mau menikah denganku ha?”
Kucubit hidung mancungnya. Dan seperti biasa, ia hanya tertawa. Kemudian tangannya melepaskan genggamanku, meraih tas coklat di sampingnya, lalu mengeluarkan sebuah buku catatan.
“Aku suka sekali membaca list target ini. Siapa sangka catatan iseng kita 3 tahun kemarin ternyata benar terjadi. Apalagi pre-wedding di Ranu Kumbolo minggu lalu. Rasanya seperti mimpi. Aku mencintaimu.”
“Hahaha. Aku juga mencintaimu, Sayang. Kan sudah kubilang waktu itu. Kita akan merealisasikannya satu per satu. Yang paling menarik adalah punya 5 anak. Aku sungguh tak sabar. Nambah 2 lagi, boleh tak?”
“Kamu saja yang melahirkan!”
***
“Saya terima nikahnya Akifa Naila Akbar binti Muhammad Fadhli Akbar ….”
Aku mengulangnya berkali-kali, menghafalkannya agar tak terjadi kesalahan ketika mengucapkannya nanti. Masih 30 menit lagi namun keringat dingin telah mengucur di dahi dan punggungku.
Beberapa kali kulepas jas berwarna rose gold dari tubuh jenjangku. Udara kota Bandung seperti tak sejuk lagi. Kutengok jam tangan kembali, baru 5 menit berlalu. Ah waktu, kenapa terasa lama sekali? Hingga…
Kriiiiiiing… Kriiiiiiiing… Kriiiiiiing… Kriiiiiiiing… Kumatikan alarm yang berteriak nyaring, kemudian beranjak dari tempat tidur, berjalan gontai. Tanpa sengaja kulihat kalender di belakang pintu. 25 November. Di sampingnya tertempel list target yang pernah kurencanakan bersama Naila dulu, pada November 3 tahun silam.
“Ini adalah hari pernikahanmu, dan aku masih saja bersikeras memelukmu dalam mimpi? Terus-menerus merinduimu dengan khayalan-khayalan konyol itu? Bodoh!”
***
Di malam hari Menuju pagi Sedikit cemas Banyak rindunya
Untuk Perempuan Yang Ada Di Pelukan - Payung Teduh
—Bondowoso, Agustus 2016—
CHALLENGE ACCEPTED! *telat sih*
Cc : @epicsymphony @krisanyuanita @katakakiku @pemudabiasa @menatapmu @menuliskan @ranauliya @nurulfadhilahkdr @jambangcosmic @vinotm @sketsarindu @meeeong @tersesatrasa @narasibulanmerah @bebraveyou @ihrdn @cowokjalang