Baiklah, kali ini akan kubahas tuntas tentang rinduku. Oh, Bukan rindu yang kubuat tentu saja. Karena rindu yang kubuat acap kali tak berpemilik. Melainkan rindu yang terbuat untukku. Karena itu untukku, maka itu adalah milikku. Jadi, biarkan aku menyebutnya rinduku. Sudah kubahas tempo hari sebenarnya, tapi ingin kubahas lagi. Agar lebih mengakar pada semua indra.
Ini tentang rindu sesuatu untukku.
Asal kau tahu saja, dia memiliki nyawa.
Aku sering lari saat dia merindukanku dan memilih menjelajah portal tak berpijak. Sampai lelah, lalu menyesal. Aku berlari sampai lupa, bahwa waktu tidak pernah beku hanya karena aku sedang tidak ingin menjemput rinduku. Seharusnya aku tetap bersamanya sampai rindu itu hilang, bukan berlari.
Tapi itu bukan perkara mudah. Seperti memeluk makhluk hidup yang sedang merindukanmu.
Mudah saja, jika aku sabar menjemputnya. Menunggunya, hingga mengakar pada semua indra. Maka aku sendiri akan sulit jika harus berhenti dan akan terisak jika melupakan salah satu partikelnya.
Barangkali aku memiliki sabar seluas angkasa yang entah dari mana asalnya dan sampai mana akhirnya. Aku pasti menunggumu melepas rindumu denganku. Membiarkanmu memilikiku,
Ah.. tapi sama saja, sesuatu itu dan aku harus bersama. Bahkan katanya, dia akan membelaku jika dua malaikat menghampiriku dalam bilik persegi panjang yang sempit sekali, suatu hari nanti. Sebelum itu, aku masih ada janji untuk menuntaskannya. Memperbanyak pertemuan kami dari manusia manusia lain. Merawatnya sebaik mungkin. Eh, tapi salah jika aku menyebut diriku merawatnya. Nyatanya dia yang merawatku.
Kenapa masih sulit memperpanjang waktu bersamanya? Menjemput rindunya?
“Kenapa lari? Kau lupa, jika masih ada bahu Yang Maha Luas. Yang dapat kau sandari kapanpun”.
“Jangan buka portal tak berpijak itu. Berbisiklah saja kepada tanah, bisikanmu dapat didengar penghuni langit. Berkeluhlah di sana, itu akan mudah”.
Imajiku berkata demikian, jika kamu -yang merindukanku- dapat berbicara.
Sekarang, rindulah aku sebanyak mungkin. Ku usahakan untuk menemuimu selama mungkin.