kalau nanti ada waktu dimana kita bertemu lagi, tolong jangan pernah aku kamu lepas lagi.
cherry valley forever
Peter Solarz
TVSTRANGERTHINGS

Kaledo Art

PR's Tumblrdome

Discoholic 🪩
Sade Olutola
Cosimo Galluzzi

Kiana Khansmith
No title available
Sweet Seals For You, Always
KIROKAZE
we're not kids anymore.
I'd rather be in outer space 🛸

No title available

#extradirty
taylor price
macklin celebrini has autism
todays bird

ellievsbear

seen from Australia

seen from Italy
seen from United States
seen from France

seen from Türkiye
seen from Italy
seen from United States

seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Switzerland
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Brazil
seen from Türkiye
seen from Mexico
seen from Bangladesh
@tanpapena
kalau nanti ada waktu dimana kita bertemu lagi, tolong jangan pernah aku kamu lepas lagi.
semakin menua, semakin jauh kita melangkah
kita akan menyadari, bahwa terkadang sendiri itu juga baik
saya telah melewati masa-masa, dimana saya tidak bisa hidup tanpa teman, tidak bisa menyimpan beban sendiri, selalu butuh pendapat, dan kesulitan dalam mengambil keputusan.
saya melewati masa di mana saya tidak mendengar nurani, tetapi mengikuti pendapat lain yang menurut mereka baik.
dan saya melewati dimana saya merasa bergejolak, tidak tenang, atas apa yang telah saya pilih
saya mungkin di kenal plin plan, mudah berubah, tapi saya mungkin hanya tidak mendengarkan nurani. saya merasa pendapat orang lain pasti lebih baik, krn saya merasa (atau tersugesti) bahwa saya ‘labil’
saat ini, saya telah berada di satu masa dimana saya sadar, tidak ada yang melebihi keluarga. tidak ada yang benar-benar paham selain keluarga.
saya baru menyadari.
tidak ada tempat berbagi terbaik selain keluarga. merekalah yang paling tau, ketika teman-temanmu tidak lihat kamu sedang terjatuh. hanya keluargamu yang tahu bahwa ada hal buruk yang terjadi hari ini, karena kamu pulang dengan muka masam. mereka yang mendengarmu menangis ditengah malam ketika kamu dikecewakan. mereka tahu harapan terbesarmu, karena kalian tumbuh dan berjuang bersama.
Bukan hanya kamu yang terluka. Yang lainnya, hanya pintar menyembunyikannya
mungkin kamu butuh banyak belajar
Yang menyedihkan selama ini adalah kita gak pernah sedih soal akhirat, kita selalu sedih soal dunia.
— Taufik Aulia
Aku tahu kita akan semakin tua. Kulit padat hari ini pelan-pelan akan dimakan usia. Hari-hari yang terasa singkat akan memanjang sebab tenaga kita berkurang. Aku ingin mencintaimu karena kau cantik, juga karena suka lupa berdandan sebab lelah. Aku ingin mencintaimu karena kamu pintar, juga karena pelupa sebab mulai menua. Kita akan sama-sama mengalami hal-hal yang tak lagi sama. Semoga perasaan tetap kita pertahankan untuk saling menjaga. Jangan takut waktu memakan padat kulitmu, sebab ia juga menjalari otot-otot di tubuhku. Mari sama-sama belajar, kita akhirnya akan terlihat keriput, tapi cinta akan selalu gendut; membengkak dan tak kurang, meski waktu semakin petang.
–boycandra
Ketika penyuka sesama jenis memutuskan untuk menikah
Rada bingung sebenarnya mau gimana membahasakannya biar terdengar lebih sopan. Ya pasti hal ini sudah familiar disekitar kita. Tentang interaksi perasaan kepada sesama jenis.
Mungkin itu terdengar lebih baik ya di telinga. Secara agama tentu sudah jelas jadi ga perlu saya bahas disini. Disini saya mau bahas aja dari sisi manusiawi yang memiliki interaksi seksual atau perasaan secara normal.
Adanya mereka sebenarnya tidak mengganggu. Justru kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang asik dan memiliki solidaritas tinggi dalam berteman. Saya menghargai apa yang menjadi pilihan hidup mereka. Berdasarkan apa yang saya dengar kebanyakan mereka tidak bisa menghindari hasrat yang tumbuh dalam diri mereka. Naluri itu tumbuh begitu aja. Sama seperti kita yang menyukai lawan jenis. Tidak ada alasannya. Itu terjadi begitu saja.
Tapi yang menjadi permasalahan menurut saya adalah ketika mereka memaksakan diri untuk menikah.
Menikah adalah sunnatullah. Menikah adalah ibadah.
Saya tau. Saya akan berdosa jika menghalangi seseorang untuk menikah.
Hanya saja saya kurang setuju ketika mereka memutuskan menikah, lalu mengorbankan hidup atau kebahagiaan seseorang dan seluruh keluarga untuk 'mengamankan' diri sendiri dari judge lingkungan.
Bukanlah suatu kesalahan apabila salah seorang penyuka sesama jenis tetap ingin menikah dan memiliki keturunan.
Tapi alangkah lebih baiknya menurut saya sebelum memutuskan untuk menikah, bersungguh-sungguhlah berusaha sembuh. Ingat bahwa yang kamu nikahi adalah seorang anak yang telah dibesarkan dengan penuh cinta dari orang tuanya yang tanggung jawab kebahagiaannya jatuh di pundakmu.
Sebelum memutuskan menikah, apakah kau yakin bisa memberikan cinta kepadanya. Dia telah mengambil pilihan untuk keluar beberapa langkah dari keluarganya untuk membentuk keluarga baru denganmu. Yakin kah bahwa keluarga yang akan kamu bentuk ini akan menjadi keluarga yang penuh cinta kasih?
Yakinkah kamu dapat bermain peran sebagai mana mestinya?
Yakinkah masa lalumu tidak akan akan hadir kembali?
Yakinkah kamu bahwa kamu bukan sedang dalam rangka mengorbakan seseorang dan seluruh keluarganya?
Sebab mengingatkan diri sendiri untuk tidak berekspektasi lebih itu sulit. Tidak bisa dipungkiri setiap apa yang dijalani manusia, pasti ada harapan yang menjadi dasar untuk tetap melangkah maju. Tapi bagaimana jika berharap saja takut?
Berdamailah dengan sepi. Bahwa jiwamu masih tegar bertahan sendiri. Bahwa dadamu masih luas menampung rindu di hati. Bahwa suara lirihmu tetap akan didengar langit sekalipun bumimu ini masih saja sunyi.
— Taufik Aulia
Doa itu artinya menunggu. Sebab selain keyakinan dan kesabaran, ini semua hanyalah masalah waktu.
“aku sebel deh sama orang itu. kenapa sih dia sukanya gini” “ngeselin tu orang gatau diri” dan keluh kesah lain yg disampaikan terhadap orang-orang disekitar. pertanyaannya: 1. dia tau gak kamu sebel? 2. pernah gak ngomong ke dia?
sama kok saya juga suka sebel sama orang lain. ya itu wajar namanya juga bersosialisasi. tapi ya itu, banyak orang perlu orang lain untuk menyadarkan. to telling him/her the truth. kalau ada yang tidak membuat kamu nyaman dari seseorang sampaikanlah. biar jadi masukan buat dia. nyakitin? mungkin. tapi kan untuk kebaikan dia juga. (apalagi) bisa juga bukan hanya kamu yg merasakan ketidak nyamanan itu.
bukannya saya tidak mau jadi tempat curhat. tapi kalau sama yang bersangkutan aja gak disampaikan saya bisa kasih saran apa selain “sabar” ? 😋
tapi kalau memang berat untuk menyampaikan yaudah, kamu yang berubah untuk lebih menyesuaikan diri. mungkin kamu yang terlalu sensitif bisa jadi kan?
kalau saya lebih suka ngomong langsung apa yang bikin saya gak nyaman kalau memang sudah tidak bisa saya tolerir lagi. im not the type of girl yang kalau ditanyain “kamu kenapa?” akan menjawab dengan “aku gak papa” hallo… gak akan nyampe tau kalau kaya gitu. kamu pikir orang lain akan semudah itu nebak-nebak perasaan dan pikiran kita. bisa jadi dia mikir “yaudah orang gapapa” “terserah ga ada waktu buat nebak-nebak” hayoloh pusing kan.
makanya sampaikan lah. kalau belum disampaikan ya saya cuma bisa kasih saran “sabaaaar”
yeah i broke her but she'll be alright im broken but i'll be alright
kita pernah sedekat nadi, kini sejarak angkasa
Dear Future Husband,
Hai. Di manapun kamu, maaf untuk tidak selalu ada di dekatmu saat ini. Aku sedang berada di suatu kota. Peraduan antara nasib dan masa depan. Aku sedang bekerja dari pagi hingga sore, sampai mungkin waktuku tak cukup untuk mencari keberadaanmu.
Hai. Aku hanya sedang berusaha membuktikan pada calon mertuaku, bahwa aku pantas menjadi calon mantunya. Seorang calon mantu yang mengenal “rekasa”, seorang calon mantu yang mandiri, bukan calon mantu yang cuma akan menghabiskan uang-uang anaknya kelak dan marah-marah kalau anaknya tak dapat rejeki banyak.
Hai. Tenang, nanti aku tidak akan melebihi kodratku ketika sudah menjadi istri. Aku hanya sedang memuaskan hasratku untuk bekerja, sebelum banyak tanggungjawab di kemudian hari. Aku hanya ingin nanti, uang orang tuaku ataupun orang tuamu tidak terbuang banyak untuk merayakan pesta pernikahan kita.
Hai. Di manapun kamu berada saat ini, coba dengarkan ceritaku. Memang benar ternyata kata mereka, mencari uang itu tidak mudah. Pekerjaanku tidak sulit, hanya rumit untukku tetap terlihat adil bagi tempatku bekerja, keluarga, dan kamu. Itu lah yang membuat timbul opini “cari uang itu nggak gampang”. Pasti, sesegera mungkin kamu juga akan merasakan sulitnya para pejuang rezeki.
Hai. Dalam 2 tahun ke depan, aku berjanji aku sudah pantas dipanggil calon istri.
Salam,
:’)
Infographic for Shaykha Muslema Purmul’s recent article on http://www.safacenter.org
Sebuah tulisan untuk laki-laki.
Karena saya tahu bagaimana rasanya menjadi laki-laki. Saya menulis ini. Ada satu hal yang mungkin perlu kita (sebagai laki-laki) pahamkan dalam diri kita. Terlepas dari apapun kepercayaan yang kita imani, terlepas dari segala pemahaman hidup kita masing-masing....