NUMPANG LEWAT
Sebenernya ga kepengin curhat curhat urusan perbedaan pendapat. Sudah sewajarnya manusia berbeda pendapat. Lah wong yg satu rahim ajah bisa beda pendapat koq. Cuma yg disayangkan karena perbedaan itu orang makin gampang nilai urusan akhirat satu sama lain. Agama seakan jadi tembok besar penghalang pertemanan. Padahal sering kita sendiri ngalamin (diakui atau tidak) ditolong oleh orang lain. Pada saat ditolong apa kita tanya mereka dulu agama mereka apa? Ras mereka apa? Suku mereka apa? Pastinya ga akan nanya-nanya kan? Tapi kenapa sekarang beberapa orang yang gue kenal seakan menjadi yang paling berhak menentukan surga neraka gue kelak cuma karena pilihan gue beda??? Mereka juga bukan orang yang ga tau dari suku mana bokap dan nyokap gw. Iya, gue emang terlahir beda dengan mereka. Gw terlahir di keluarga yang berbeda suku,agama, bahkan ras. Apa ketika mulut mereka mengucapkan kata kafir mereka tidak ingat ada temennya yang berbeda? Dari jaman sekolah gue udah terbiasa karena sering dibully dengan kata-kata "cina". Gw pikir wajarlah namanya masih bocah. Tapi sekarang mereka yang "menjauh" cuma gara-gara urusan pilkada itu bukan usia bocah, ada yang udh punya bocah malahan, bikin gue ngerasa ini salahnya apa sih kalo gue beda pilihan dengan mereka? Apa dengan beda pilihan lantas bikin mereka makan emas gue makan batu? Mereka napas dari idung gue napas pake insang? Gue salah dan mereka benar? Gw cuma berprinsip BHINNEKA TUNGGAL IKA meeennn...urusan akhirat tanggung jawab masing-masing. Dan itu hanya ALLAH SWT yg punya hak atas tiap umatnya. Terus apa dengan prinsip gue begitu gue jadi orang yg ga inget agama ga inget Tuhan? Ahelahh ini cuma pilkada men ada kehidupan setelah pilkada, gue berusaha sekuat hati ngertiin pemahaman kalian tapi mbok ya jangan gampang gampang banget gituloh teriak teriak cina dan kafir depan gue. Tapi gue berusaha logis disini, ketika busway dan KRL yang kalian sering pakai makin baik, ketika stasiun kereta yang kalian datangi makin rapih ga semrawut ga ada PKL, ketika anak-anak kalian sekolah GRATIS, ketika rumah kalian gak lagi banjir, ketika lingkungan kalian bersih karena udah ga ada lagi sampah numpuk, apa salah gue pake logis gue buat memilih? Men lu dpt KTP gue juga punya KTP artinya jelas berarti sama-sama diakui dan punya hak yang sama tinggal di Jakarta. TANPA DIBEDA-BEDAIN. Kalau beda emang ga punya tempat bagi kalian, coba kalian liat telapak tangan kalian karena kanan dan kiri ajah udah beda. Apa bisa kalian buang salah satu? Men, liat dari hal yang paling deket dululah men jangan kejauhan mikirnya. Udah hukum alam semua diciptakan dua sisi. Kanan dan kiri. Mata diciptakan dua agar bisa melihat dari sisi yang beda, telinga kanan telinga kiri agar tidak hanya dengar satu sisi. Gue ngomong begini bukan buat pilihan kalian berubah gak men, itu hak kalian gue ga mau maksa-maksa. Gue ngomong begini semata-mata buat ngasih tau kita hidup di Tanah Air ini ga cuma sendiri. Ada yang lain. Tanah Air ini ga cuma untuk satu golongan men. Mungkin itu sebabnya para pejuang menyisipkan kata BHINNEKA TUNGGAL IKA (berbeda-beda tetapi satu jua). Makasih.

















