Delegasi
Sebelum menikah dulu, rasanya sudah biasa melakukan segalanya sendiri. Dulu anggapanku, kalau bisa sendiri berarti aku gak butuh bantuan orang lain.
Dan baru aku rasakan perbedaannya saat ini. Saat sudah menikah dan punya anak, aku perlu orang lain, bahkan mendelagasikan hal yang biasa dilakukan pada orang lain, mau tidak mau.
Dan untuk menyerahkan sedikit tugas pada orang lain ini tidak mudah, setiap kita punya standar juga batasannya sendiri. Ketika belajar mendelegasikan artinya kita juga belajar menurunkan ekspektasi, entah sementara atau selamanya.
Delegasi membuat aku belajar lebih banyak tentang keikhlasan, sabar, tawakal, dan tentu percaya. Percaya pada orang lain, percaya pada Allah yang menjaga.
Kalau diingat-ingat Nabi pun banyak mendelegasikan tugas-tugasnya pada orang lain. Ia tidak mengerjakan semuanya sendiri, bahwa sebuah keberhasilan tidak dikerjakan sendiri bisa jadi ada rezeki atau sebab tertentu dari orang lain pada suatu keberhasilan.
-tetiandria














