Selamat Memperingati Hari Kartini
21 April , hari dimana setiap wanita di Indonesia memperingati hari kelahiran Sipelopor kemedekaan perempuan Indonesia.
Raden Ajeng Kartini , wanita dengan nama yang terkesan lemah lembut namun dengan kepribadian yang kuat dan tegas.
Teringat bagaimana ia memperjuangkan hak wanita pada masa itu , ia melawan setiap tekanan demi tekanan yang tertuju pada dirinya , ia memperjuangkan hak wanita untuk bersekolah , ia memperjuangkan hak wanita untuk melakukan segala hal yang dianggap tabu untuk wanita pada zaman itu.
Ia dengan keberaniannya menerjang setiap cobaan yang datang , dengan tekadnya yang nan mulia ia membawa nama besar wanita kederajat yang lebih tinggi .
Ibu , betapa mulia setiap tetes airmata dan keringatmu yang mengalir untuk kami.
Kami sangat menghargai nya , bahkan terima kasih pun sudah tak sederajat dengan setiap pengorbanan yang telah kau beri.
Aku tahu , engkau sedang mendengar ribuan bait puisi yang dibacakan oleh banyak orang diluar sana untukmu.
Aku tahu , engkau pasti tahu mereka sedang berbohong . Mereka sedang berdusta.
Mereka bilang mereka dapat hidup sangat baik sekarang karena berkat perjuanganmu dahulu , mereka bilang mereka bebas dari tekanan berat yang mungkin takkan mampu mereka hadapi sekarang , mereka juga bilang mereka akan tetap baik baik saja dikemudian hari.
Mereka semua bohong , bu.
Kami tak hidup sebaik yang mereka adukan padamu.
Kami , semua perempuan di Indonesia.Mengalami tekanan itu kembali , bahkan kami merasakan yang lebih berat dari yang dahulu.
Dahulu wanita tak dibolehkan merasakan pendidikan. Sekarang , hampir setiap wanita dihantui oleh perasaan yang tak dibolehkan merasakan masa depan.
Kami wanita , dihantui oleh orang2 yang mulai tak berhati nurani.
Mereka menindas , memaksa , menghantui bahkan menhancurkan beberapa dari kami bu.
Pemerkosaan , pembunuhan , pencabulan semakin marak terjadi kepada kaum wanita.
Apakah kami terlihat begitu lemah , bu?
Apakah kami begitu mudah untuk diperlakukan seperti itu?
Seakan tak ada harga yang harus dibayar untuk perbuatan itu.
Seakan tak ada yang harus disesali untuk itu.
Semua semakin menakutkan , bu.
Seakan tak ada lagi sudut untuk kami bersembunyi , dan tak ada lagi ruang untuk kami berlindung.
Kami sangat membutuhkan sosok sepertimu lagi.
Kami sangat merindukan kebebasan itu , tingginya derajat kami sebagai wanita.
Dan Meratanya derajat kami sebagai seorang manusia .
Mungkin beberapa tahun yang lalu, Hari Kartini kami peringati sebagai hari dimana kami mengenang setiap tetes airmata dan keringatmu untuk wanita.
Namun , hari ini. Tanggal 21 April 2014.
Ntah hanya saya atau mungkin sebagian besar wanita diluar sana.
Kami memperingati Hari Kartini bukan hanya untuk mengenang sosok pahlawan wanita seperti R.A Kartini, namun juga untuk memohon dan memperjuangkan sosok pahlawan wanita itu kembali ditengah-tengah kami.
Terima kasih.
- ThaliaCristy