Perjalanan
Aku berbincang pada sepersekian detik menjelang malam Tepat sebelum lampu-lampu kota lenyap menjemput tubuh yang karam Awan hitam di bahuku bergumam suram Seperti ingin mengibarkan bendera putih dalam tebing jurang tercuram
Tapi aku dapat tersenyum seluas kawah bersamamu Bersorak gila di pos tunggu seperti pecandu Aku lupa air mataku keruh kemarin rabu Hatiku seteduh hutan hujan merindu burung-burung biru
Sekejap aku bukan lagi manusia malang yang di kaki gunung tersesat Aku padang berbunga tempatmu beristirahat Tendaku menggerus api unggun agar buku jarimu hangat Mendekap ransel penuh keripik dan musik untukmu melumat pekat
Dari atas, syair alam meraung Bayangmu abadi di lereng gunung Mungkin waktu kita hanya satu atau dua hari Tapi aku bersumpah untuk terus mendaki
Hingga serak Hingga mencapai puncak
Lalu menggandengmu sampai bawah Lalu memelukmu hingga rebah Kepada angin saja berserah Sementara kita akan berjalan membuntuti bumi tanpa takut kehilangan rumah dan arah
31 Agustus 2017













