d e v o n

blake kathryn

tannertan36
Stranger Things

Andulka

JVL
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Peter Solarz
Cosimo Galluzzi

❣ Chile in a Photography ❣
cherry valley forever
todays bird
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Alisa U Zemlji Chuda
No title available
RMH
DEAR READER
Lint Roller? I Barely Know Her

No title available
Claire Keane

seen from United Kingdom
seen from Spain

seen from Mexico
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Japan

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States

seen from Germany
seen from Belarus
@ti2n-blog
Aisha, buah hati kami kini sudah 6 bulan
Iya betul! saya udah punya anak sejak 10 Mei 2011 lalu. Sebuah status baru dengan segala kesibukan baru sebagai konsekuensinya. Alhamdulillah... sebuah anugerah sangat berharga yang diberikan Allah pada saya dan suami. Babak kehidupan baru yang membuat kami belajar banyak hal serta berbagi tanggung jawab :-)
Kenalkan, namanya 'Aisha Mutiara Irmawan', panggilannya Ai atau (selama di Jepang) Ai-chan, makna & asal-usul/etimologinya sbb:
Aisha: penyayang, penuh perhatian; a loving person. Nama ini diambil dari nama seorang cendekia wanita, penghafal hadits dan salah satu sumber hukum dalam Islam: Aisyah (A'isyah, Ayesha, 'A‘isha, 'Aisha) binti Abdallah bin Uthman Abu Quhafa (Abu Bakar ash-Shiddiq). Karena ia lahir di Jepang, makna Aisha juga diambil dari karakter huruf Han (kanji) dari suku kata yang membentuknya: ai (愛: cinta, sayang, love; bisa juga 娃: beautiful) dan sha (者: orang, someone, person)
Mutiara [6]: *sudah jelas* jenis batu berharga berasal dar jaringan pallium kerang/moluska;perle (Fr), perla (Lt), pearl (En). Seringkali dipakai dalam makna metafor untuk menggambarkan sesuatu yang langka, berharga, dan mengagumkan.
Irmawan: diambil dari nama bapaknya :-)
Secara utuh, Aisha Mutiara Irmawan mewakili harapan kami agar putri kami menjadi orang yang penuh kasih sayang yang menjadi mutiara bagi kami orang tuanya: a loving, affectionate person, the pearl of the Irmawans.
Sangat menyenangkan mengamati perkembangan buah hati kami dari hari ke hari. Selaluuu ada hal-hal baru setiap harinya. Mendengar celotehnya, menjadi obat mujarab yang menghilangkan segala penat dan lelah. Melihat tawa cerianya, membuat hidup ini terasa lebih hidup :-)
Tak terasa 6 bulan sudah berlalu. Alhamdulillah..gadis kecil kami tumbuh sehat dengan perkembangan yang cukup pesat. Semoga kami selalu diberi kekuatan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk mendidiknya untuk menjadi wanita shalihah, pribadi yang cerdas, murah hati dan bersahaja, serta jadi manusia yang berguna bagi sesamanya, amiinn...!
Sehat selalu ya, nak...
Oven yang suka ngambek itu tetap diberdayakan, kok :-)
Holaaaaaa......!!!!
Sepertinya hampir jamuran nih, MPku ditinggal lama sekali hihihi. Postingan terakhir bulan Mei 2010. Biar ngga sampai setahun nganggur, baiklah diriku akan meneruskan cerita tentang hasil karya si oven yang suka ngambek dulu itu
Sebenernya dipakenya juga ngga sering-sering amat kok... Kebanyakan cuman buat ngangetin makanan sehari-hari atau defrost makanan beku dari freezer kalau sedang keburu-buru. Acara baking-baking kue-nya cuma kadang aja kalau pas pengen bikin cemilan kue.
Nah, berhubung akhir-akhir ini hasrat ngebaking sedang baik, sebagian kushare di sini deh ya...
Chocolate chips muffin
Chocolate cake
Vanilla mousse cheesecake
Okay... sementara itu dulu ya updatenya. Biar dibilang narsis juga ngga papa deh, semoga MPku ngga jadi jamuran aja hehehe.
dah lama banget nih ngga ngejurnal di MP. kenapa hasrat ngeblogku jadi memburuk gini ya? padahal kalau bahan cerita sih banyak... stok foto juga sudah menumpuk. hhmm... perlu sesuatu untuk membangunkanku kayaknya hehehehe
suamiku lagi ketawa-ketawa sendirian baca buku "Ocehan si Mbot : gilanya orang kantoran" :-))
untuk teman2 yang ingin tau tips jalan-jalan murah di Jepang, bisa ikuti serial tweets saya di #jln2jpn http://bit.ly/9JNtFT (baru sampai no. 25, insyaAllah akan diupdate terus)
Quote of the day: "Kerja tuh harus fokus sama finish line..:) kaya pake kacamata kuda...tapiii ada kaca spionnya...Cukup dilirik untuk bsa aware sama keadaan...knp?krn kalo kita "nengok" terutama buat liat berita2 ga penting, yang ada kita mesti nge rem dikit dan yang ada malah memperlambat kita ke finish line... So focus and concentrate on the finish line, but be wise and stay alert!! :)" -Agnez Monica on twitter-
Man jadda wajada (Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil) -inspired from Kick Andy Show "Negeri 5 Menara"-
Ini dia hasil karya si oven yang suka ngambek itu...
Sesuai janji yang saya tuliskan di postingan sebelumnya, kali ini saya posting beberapa olahan makanan hasil mempekerjakan oven ajaib yang barusan sembuh dari 'sakit' panjangnya :-D
Ini diaaaaa....
Pengennya bikin Macaroni Schottel, tapi di rumah ga ada macaroni-nya, jadilah dipakenya jenis pasta yang lainnya. Berhubung saya suka keju, jadinya agak dibanyakin buat campuran sekaligus topingnya. Lumayan lah satu loyang bisa dibagi rata dengan para tetangga :-D
Kali ini pengen bikin Banana Cupcakes, untuk acara welcome party PPI Kyoto. Resepnya nyontek punyanya Mbak Nining (id: ningnong). Rasa pisangnya nendang bangeett...!!! Saya cuman ngasih tambahan cacahan kacang kenari di permukaan atasnya saja untuk toping. Dua kali manggang ovennya masih ngga ada masalah. Eh, giliran panggangan ke-3 si oven ngambek bo! Gak mau panas lagiiii... huwaaaa.. sedih deh! Padahal adonannya masih banyak. Akhirnya diakalin deh dengan cara dikukus. Hasilnya seperti yang dibawah ini. hihihi... Soal rasa sih tetep oke aja, cuman penampilan yang agak sedikit beda. Tetep seneng kok, dua-duanya laris maniiisss ^_^
Btw, sampai hari ini si oven masih 'sakit', dan entah kenapa ngga tahu penyebabnya. Jadi ngga bisa belajar baking lagi deehhhh.... Padahal udah semangat beli-beli bahan kue kemaren itu.. hiks hiks hiks :-(
losing my passion. kumaha yeuh...
Tuhan kasih kita ujian sebagai tanda sayang, semata-mata karena Dia ingin melihat kita jadi pribadi tang lebih kuat. Tetep semangaattt...!!!
Abrakadabraaa...!!! oven impian nyala lagiiiii....
Entah sejak kapan tahun, saya pengeeennn banget punya oven. Sejak tinggal di Jepang ini hanya punya microwave saja, yang biasa saya gunakan untuk memanaskan makanan. Itu pun pemberian volunteer orang Jepang waktu masih di Wakayama dulu. Mau beli sendiri kok rasanya eman-eman aja gitu *dasar mahasiswa kere hihihi :-p*
Nah, setahun setelah pindahan ke Kyoto ini, ada seorang teman sesama mahasiswa Indonesia yang hendak pulang ke tanah air karena sudah lulus, berkenan mewariskan microwave yang sekaligus ada fungsi ovennya pada saya. Wooww.. jelas tidak saya tolak! Akhirnya oven yang masih lumayan mulus itu pun saya angkut ke apato saya. Ternyata oven ini cukup canggih, karena banyak menunya, bisa untuk berbagai macam masakan. Wuuuyyy... senangnya hati ini! Impian lama saya untuk bisa belajar baking bisa tercapai nih kayaknya. Apalagi sudah mulai nyicil beli-beli cetakan dan alat-alat perkuean. Hhhmm... manthaab deh!
Tapi apa daya, ternyata baru dipakai 2 hari itu oven ngambek ngga mau panas lagi. Begitu ditekan tombol ONnya, bisa muter sebentar, tapi terus berhenti sendiri. Frustasi berat deh...! Hancur sudah harapan saya untuk belajar baking kue. hiks. hiks...! Akhirnya oven itu saya simpan di pojokan lemari. Trus, microwave lama saya yang sebenarnya mau diwariskan ke teman lain saya tarik kembali. hihihi...
Naahhh... entah dapat ide dari mana, setelah setahun saya simpen di lemari begitu saja, kemarin iseng-iseng saya keluarin. Pertama dicoba untuk memanaskan air. Eh, kok bisa panaass..?! Saya coba untuk memanaskan nasi. Eehh... bisa jugaaa...! Wow... kemudian hari ini saya coba menu ovennya untuk memanggang. Dan ternyataaaa... BERHASIL sodara-sodaraa...!!! Wahhh.. senangnyaahhhh *joget-joget india*
So.... bersiaplahh... hari-hari ke depan ini semoga udah bisa posting hasil bakingan oven ajaib ini hihihi... :-p
--foto: penampakan oven "ajaib" itu, minjem dari sini
uhuyy.. ada juga tulisanku yg jd headline di kompasiana :-D
Hanami, tradisi menikmati indahnya bunga sakura
Apakah yang ditunggu-tunggu kebanyakan orang di Jepang saat musim dingin yang beku berangsur menghangat? Bisa jadi jawabannya adalah SAKURA! Negeri empat musim yang kerap dijuluki “Negeri Sakura” ini memang akan menampakkan kecantikannya saat kuncup-kuncup bunga sakura mulai mekar. Sakura yang mekar juga sebagai pertanda bahwa musim semi telah tiba. Cuaca yang menghangat dan bunga-bunga bermekaran memberikan spirit tersendiri bagi orang Jepang. Mungkin itu salah satu alasan juga mengapa tahun anggaran dan kalender akademik dimulai pada bulan April, saat musim semi datang. Musim semi, musim yang mencerahkan dan penuh semangat, waktunya bangkit dari balutan selimut musim dingin.
Jepang memiliki tradisi khusus untuk menikmati mekarnya bunga-bunga di awal musim semi, yang dikenal dengan istilah “hanami” (花見), berasal dari kata “hana=花” yang berarti bunga, dan “mi=見” yang berarti melihat. Bunga yang dimaksud di sini adalah bunga sakura dan ume. Tradisi hanami sendiri telah dikenal sejak abad 7, tepatnya saat pemerintahan Zaman Nara. Pada awalnya tradisi ini hanya terbatas untuk kalangan bangsawan saja. Berlanjut ke Zaman Heian, hingga akhirnya diperbolehkan untuk kalangan samurai dan khalayak umum sejak Zaman Edo. Tokugawa Yoshimune adalah tokoh yang terkenal dengan usahanya untuk menanam banyak pohon sakura di masa itu.
Kini, hanami menjadi tradisi yang ditunggu-tunggu dan tidak akan dilewatkan oleh masyarakat Jepang. Mereka akan berbondong-bondong pergi ke taman-taman yang dipenuhi oleh pohon sakura. Masa mekar bunga sakura sangat terbatas, hanya sekitar sepuluh hari saja. Tak heran, orang akan mengamati dengan cermat jadwal mekarnya sakura. Jepang yang merupakan negara kepulauan membentang dari utara ke selatan, memungkinkan untuk memiliki musim sakura sejak pertengahan Januari dimulai dari bagian paling selatan yakni Okinawa, sampai sekitar akhir Mei di bagian paling utara yakni Hokaido. Perkiraan cuaca yang disiarkan di televisi bahkan akan memberikan perkiraan jadwal mekarnya bunga sakura ini di masing-masing wilayah.
Ada yang menarik dari hanami, yang ternyata bukan hanya sekedar kegiatan melihat bunga sakura. Tradisi ini menjadi unik karena hanami telah berkembang menjadi kebiasaan untuk pesta di bawah pohon sakura. Biasanya orang-orang akan datang secara berombongan, menggelar semacam plastik atau tikar dan berpesta di situ, antara lain minum sake dan makan-makan. Mereka bisa saja datang membawa bento (bekal) dari rumah, tapi bagi yang tidak membawa makanan, di sana tersedia warung-warung tenda yang menyediakan berbagai macam makanan seperti takoyaki, yakisoba, udon, yakitori, ayam goreng, sosis tusuk, berbagai cemilan manis, bahkan sampai mainan anak-anak. Suasananya sungguh meriah, apalagi saat musim sakura mencapai puncaknya. Bisa dipastikan taman-taman akan penuh dengan orang-orang yang datang untuk hanami. Pesta hanami ini tidak hanya dilakukan pada siang hari, namun juga malam hari, atau biasa disebut dengan “yozakura”. Banyak taman-taman yang menyelenggarakan light up pada musim sakura.
Yang tak kalah menariknya adalah beberapa fakta yang ada di balik hanami, di antaranya adalah trik-trik untuk mendapatkan lokasi hanami. Biasanya, untuk rombongan besar akan memburu tempat yang strategis untuk digelari tikar. Biasanya dari sejak malam sebelumnya ada yang ditugasi khusus untuk mencari lokasi yang strategis, kemudian menggelar tikar di situ dan menunggu hingga esok pagi. Kalau tidak, bisa-bisa direbut oleh rombongan lain. Namun ada juga yang tidak memperbolehkan pola seperti itu, karena sangat rawan perkelahian. Adalah Maruyama Koen, taman paling ramai di Kyoto saat musim sakura, sudah sejak lama dikuasai oleh jaringan yakuza (organisasi tradisional preman di Jepang sejak pertengahan jaman Edo). Untuk memperoleh jatah tempat, tinggal mengontak jaringan yakuza, dan membayar seharga 700 yen untuk tempat seluas 1 tatami (kira-kira 1×2 meter). Harga ini sudah termasuk sewa alas (terpal) dan tikar bekas tatami. Bayangkan saja kalau satu rombongan memerlukan luasan tempat setidaknya 30 tatami, berarti harus siap-siap uang 21.000 yen alias Rp 2.100.000 saja :-)
Mahal? ya, tentu saja. Tapi tak perlu kuatir. Kalau sekedar hanami sendiri atau dengan beberapa orang saja, bisa memilih tempat-tempat yang tak perlu membayar :-)
------
*tulisan ini juga ditayangkan di kompasiana