Semoga kita ga lupa, kalo kita cuma hamba.
Jangan nyetir takdir sendirian.
Beuratt.
Jangan ya dek, yaaa..
🩵 avery cochrane 🩵
Keni
Today's Document

tannertan36
No title available
KIROKAZE
todays bird
hello vonnie
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her
Xuebing Du
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Discoholic 🪩
cherry valley forever
d e v o n
Cosimo Galluzzi
The Stonewall Inn

pixel skylines

oozey mess

Jar Jar Binks Fan Club
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from Ukraine
seen from Türkiye

seen from Jordan
seen from Vietnam
seen from Colombia
seen from Spain
@tiamed16
Semoga kita ga lupa, kalo kita cuma hamba.
Jangan nyetir takdir sendirian.
Beuratt.
Jangan ya dek, yaaa..
Sudah selesai dengan masalalunya. Sudah tuntas dengan rasa penasarannya. Sudah habis dengan keinginannya untuk bebas. Dan terakhir menghargai kamu sebagai pasangannya.
Jika semua hal ini sudah kamu dapatkan dari pasanganmu, maka kamu akan menemukan cinta yang setara. Jika tidak, maka berhenti saja.
You complain about not having someone to talk to but you still don't pray. You feel like no one understands you but you still don't pray. You sit and scroll for hours trying to fill the emptiness but you still don't pray. You cry on your pillow but you still don't pray. You have blessings that others are crying for but you still don't pray. Your Rabb waits for you to respond to His call but you still don't pray.
Prayer is life, but you still don't pray.
Butuh suami sebelum idul fitri 2025, yang baik akhlaknya, memuliakan istrinya kelak, punya pekerjaan tetap, penghasilan 2 digit, punya tempat tinggal sendiri, mau nerima dan membiayai aku yg lagi kuliah.
Just Update
Hari ini, aku baca tulisan seseorang yang bikin aku "mak jleb". Dia bilang "Tak ada orang kaya yang melebihi kayanya orang yang menerima".
Kalau rasa rindu untukmu bisa aku bunuh. Maka dengan senang hati aku akan melakukannya.
Kalau rasa rindu untukmu bisa aku bunuh. Maka dengan senang hati aku akan melakukannya.
Dia membimbingmu berdoa, karena Dia ingin mengabulkannya.
“Tak ada kewajiban yang lebih berat dari sabar dalam menghadapi takdir, dan tak ada perbuatan yang lebih utama dari ridha saat menerimanya”
— Ibnu Al-Jauzi (via jurnalramadhan)
Dapet kata-kata bagus yang memotivasi aku untuk terus berdoa, percaya akan doa,bersabar dalam berdoa
"Dia membimbingmu berdoa, karena Dia ingin mengabulkannya"
MasyAllah hari-hari sekarang ini banyak banget moment dan kejadian romantis yang Allah kasih buat aku. Aku semakin percaya bahwa skenario Allah yang terbaik buat aku menjalani hidup, Allah Maha baik. Maha suci Allah, ah terharu sekali 🥲
Pelaku Utama adalah Diri Sendiri
Memang sulit sekali mengakui bahwa ada hal-hal yang salah di dalam diri ini. Pengedalian diri terhadap emosi, terhadap ekspektasi, terhadap lisan, terhadap pikiran, dan hal-hal yang selama ini merusak banyak sekali hal dalam hidup sendiri.
Membuat tangisan, menjauhkan orang-orang baik, menjauhkan rezeki, membuat orang tak ingin dekat, hingga menutup kesempatan-kesempatan yang tak kita tahu sama sekali.
Memang sulit mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi selama ini - yang sering kali diri merasa sebagai korban, ternyata diri adalah pelaku sebenarnya. Pelaku yang selama ini tak pernah belajar dari satu kesalahan ke kesalahan lainnya.
Bahkan saat diri sedang membaca tulisan ini pun, diri menolak bahwa apa yang tertulis ini benar. Seketika muncul di dalam benak, ragam alasan dan pembenaran yang selama ini menjadi bentuk pertahanan diri. Bertahan dari rasa bersalah karena tidak bisa menerima bahwa selama ini diri bukan korban, tapi pelaku utama.
Aku terkadang masih merasa takut orang-orang yang terpatri denganku tiba-tiba melantun pergi.
Jadi aku giat tahan pintu keluar itu. Biar mereka lihat-lihat dahulu, sedang ku perlahan angkat tanganku. Bersiap melambai ketika kutemukan punggung-punggung itu membelakangiku.
Lihat,
kataku.
Aku tahu kau akan pergi juga.
Arief Aumar Purwanto
Menjaga Perasaan (Orang Lain)
Aku melayangkan sebuah tanya bertubi-tubi kepada seorang kawan dekat via whatsApp,
"Oh gtu hahaha eeeeh kok bs pindah gtu siih? Nyari2 lg sendiri atau emang ditransfer sama kantor yg lamaa? Kamu tipenyaa yg gak suka update kerjaan gak siihhh? Asliii lhooo kalo liat story kmuu kyk gak pernah stres krn kerjaan? Apa iya betul kerjaan kamu ga bikin stres? Kalo iyaaa berarti itu berkah dan salah satu rejeki dalam hidup kamu yaaa❤️😃 banyak orang yg aku kenal tuh pada tertekan sm pekerjaan mereka😂 atau nggak, banyak yg gak dpt2 kerjaaa.."
Lalu, apa jawabnya?
"Aku berusaha untuk keep semuanya karena banyak yg belum dapet kerja plus ada yg kerjaannya banyak problem kayak yg kamu bilang tadi."
Aaaaa iya, menjaga perasaan orang lain! :')
Kalau yang tadi tentang menjaga perasaan orang lain dari hal-hal yang belum berhasil mereka miliki, di sisi lain di hari yang sama aku juga membaca kalimat yang menyentuh dari media quora. Ini tentang penerimaan terhadap diri kita. Ini tentang bagaimana menyikapi takdir yang belum tiba.
"Kalau kita sudah 100% menerima kondisi kita, tidak ada yang bisa membuat kita kesal atau tersinggung :)"
"Hidup ternyata sesederhana itu, asalkan kita mau berdamai dengan kenyataan serta berhenti menghabiskan waktu untuk mendamba hal-hal yang tidak kita miliki."
Ini potongan cerita dari seorang perempuan kepala tiga yang belum dipertemukan dengan jodohnya. Alih-alih resah, ia memilih untuk berdamai dengan takdir hidupnya. Terima kasih sudah berbagi cerita, mbak. ❤️
_
Bogor, 7 Des '22 | 08.22
Delapan picture production ( UNDEADRIOT)
Perhatikan filmnya dari awal sampai akhir,silahkan~ :D
Rumusnya sebenarnya sederhana; sekeras apapun kamu berusaha, jika bukan pilihanNya maka tidak akan bersama. dan sejauh apapun kamu berusaha menghindari, jika memang sudah takdirNya maka akan tetap terjadi.
Menikmati Doa
Mungkin ada, seseorang yang Allah kabulkan doanya hanya dengan sekali ucap dan meminta, akan ada pula seseorang yang harus berkali-kali berdoa dan mengharap barulah Allah berikan. Bahkan ada yang mungkin berdoa sepanjang usianya dan hari ini belum pula Allah berikan.
Kamu tahu? Doa itu bukan perihal apa yang kamu harapkan dan doakan juga pengkabulan, sebab apa yang Allah beri belum tentu menjadi rezeki, ia bisa saja menjadi petaka atau ujian.
Doa itu soal ketenangan hati dan kedekatan antara hamba dan Tuhannya, doa itu perihal hubungan baik dan kenyamanan jiwa antara apa yang diharap dan kepada siapa ia melabuhkan kecemasannya.
Dan satu lagi, andai doa kita hari ini belum juga Allah kabulkan, maka teruslah berdoa dengan menikmati setiap doa yang keluar dari lisan dan air mata yang mengalir karena ketulusan hati.
Andai kamu siap, pasti akan Allah beri sebagai bentuk hadiah dan pemberian. Andai kamu belum siap, Allah juga akan memberi sebagai bentuk ujian atau sesuatu yang harus kamu selesaikan dengan baik.
Doa kita sama, hanya saja cara Allah mengabulkannya dengan jalan yang berbeda. Sabar, ya :')
@jndmmsyhd
Bagaimana kita seharusnya bersabar dan menanti?
Bersabarlah dan menantilah seperti seorang yang berpuasa dengan sempurna. Karena seorang yang berpuasa pasti yakin bahwa adzan magrib akan tiba dan ia mendapatkan 2 kebahagiaan.
Seperti itulah orang yang bersabar dan menanti dengan penuh pengharapan pada-Nya, pasti ada ujungnya ia menemukan bahagia dari sabar dan penantiannya.
Selamat menanti dan memperbaiki, untukmu dan untukku.
@jndmmsyhd