Berkali-kali ditanya pun, jawabanku akan tetap sama: kalau bertemu kamu itu takdir Tuhan yang paling aku sukai.

No title available
taylor price
wallacepolsom
sheepfilms

blake kathryn

JVL
No title available
almost home

tannertan36
One Nice Bug Per Day

roma★
Today's Document
ojovivo

Origami Around

Kaledo Art
Stranger Things

@theartofmadeline
AnasAbdin

Discoholic 🪩

No title available
seen from United States
seen from Russia

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from China
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Indonesia

seen from Poland

seen from Singapore

seen from Philippines
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States
seen from Colombia

seen from Malaysia
@tinkerdeel
Berkali-kali ditanya pun, jawabanku akan tetap sama: kalau bertemu kamu itu takdir Tuhan yang paling aku sukai.
Seperti biasa, kamu pasti bisa melewatinya superdel. Inget, tanpa kamu sadarin masalah yang kemarin itu lebih besar dari masalah yang sekarang. Tapi kamu bisa, deel.
"Butuh pendamping hidup yang seperti apa, sih?"
Karena tahun ini saya akan menginjak usia 22 tahun, entah kenapa terbesit pertanyaan itu dibenak saya. Setiap usia ternyata punya kebutuhannya masing-masing dan berbeda-beda. Sekarang kalau ditanya nyari pasangan hidup yang seperti apa, jelas saya akan menjawab "yang akan menerima saya apa adanya" karena dengan begitu, saya juga akan menerima dia apa adanya. Sebetulnya itu jawaban yang klise, tapi memang saya berusaha untuk tidak muluk-muluk diusia saya yang sekarang.
Mungkin, sebagian orang akan berpikir bukan saatnya untuk memikirkan pasangan, tapi saatnya berkarir. Iya, saya juga sedang menitik karir saya, tapi entah kenapa saya merasa saya butuh penyemangat selain orangtua dan teman dekat saya.
Hmm, kembali ke topik utama. Saya berusaha untuk tidak muluk-muluk, saya rasa cukup dengan "saya mampu menerima kekurangan dan kelebihan dia". Katanya, hiduplah dengan orang yang kamu bisa terima kekurangan dan kelebihannya agar ketika kekurangan dan kelebihan itu muncul kamu tidak akan kewalahan.
Dan katanya, carilah pasangan yang berbanding terbalik dengan kamu. Ibarat dua garis lurus, kalau sama-sama lurus tidak akan pernah menemui titik temu. Tapi kalau satu lurus, yang satu miring pasti akan ada titik temunya. Contoh, kalau sama-sama egois gaakan pernah ketemu solusi masalahnya dimana. Kalau sama-sama gengsi, gaakan pernah ada kalimat "aku kangen" diantara keduanya. Coba kalau yang satu egois, yang satu ngalah pasti akan ada solusinya. Lagi, kalau satu gengsi, satu ga gengsi mungkin bakal ada kalimat "aku kangen, kita ketemu yuk" gaakan ada asumsi-asumsi ga jelas atau uring-uringan pas lagi kangen. Siapa tuh, yang gitu? Hhhh.
Coba, kalian lagi butuh pasangan yang gimana? Atau kalian lagi sama-sama gengsi buat ngomong kangen?
Salah satu yang selalu aku ragukan adalah cinta. Makna cinta kadang berubah-ubah dikepalaku mengikuti alur perjalanan yang telah aku lalui.
Aku kadang ragu, apakah mencintai tidak harus memiliki? Apakah cinta itu buta? Dan banyak keraguan-keraguan lainnya.
Kejadian bersama orang yang lalu masih teringat jelas dikepalaku, kejadian orangtuaku juga masih menjadi luka yang nyatanya tak kunjung sembuh seutuhnya. Ditambah, kejadian yang menimpa keluarga kakakku membuatku terus-terusan membuang napas lelah. Kejadian-kejadian itu yang terus membuatku ragu untuk menanggapimu dengan serius.
Bukan, bukan aku tidak serius. Tapi, apakah jika kita memiliki hubungan yang serius, arahnya akan berbeda dengan mereka? Akhir ceritanya akan seperti apa? Akankah kita bersama sampai maut memisahkan kita?
Aku takut, jika aku memulainya.
atst, aku mengerti kenapa mama selalu bilang: aku adalah sumber kekuatan mama. bcs, mama juga adalah penguatku.
Mencoba untuk menerima takdir dan bertanggungjawab sama pilihan.
Welcome, superdel!
Berasal dari tinkerdel, sekarang jadi superdel. Btw, superdel terinspirasi dari kisah perantauan ini. Heuuu, next time kita cerita tentang si superdel ini. See u, lop!
Semakin dewasa, semakin mengerti apa yang terjadi. Semakin tahu juga, semakin banyak trauma.
Percaya aja sama takdir Allah. Semua akan terlewati, semua akan terjalani sesuai dengan porsi dan waktunya.
Tiba-tiba pengen bahas sepenggal lirik lagu dari Nadin yang berjudul Taruh. Bukan bahas, tapi pengen ngobrol aja. Lirik lagunya kan memang sangat cantik, jadi aku pengen ngulik gituuu
Lirik yang ini: "Mencintai bukan perkara kebal, jauh dari kata mudah dan asal." (sambil nyanyi maaf)
Mencintai bukan perkara kebal, katanya. Kebal menurut KBBI kan tidak mempan dari sesuatu. Jadi mungkin.. mencintai itu bukan perkara tidak mempan dari rasa sakit tapi lebih jauh dari mudah dan asal.
Jadi, mencintai itu bukan sekedar mampu bertahan, tapi jauh dari itu. Karena tidak mudah dan tidak asal-asalan juga, butuh belajar untuk mengartikan cinta itu seperti apa.
Mungkin gitu yaaa?
Terus, aku suka banget lagi sama lirik ini:
Walau tak terdengar masuk akal, bagi mereka yang tak percaya. Tapi kita punya kita, yang akan melawan dunia.
Love banget, Nadin. Huuuu
"Definisi sukses menurut maneh apa?"
Paragraf Argumentasi.
Waktu itu sempet ngobrol yang agak serius sama temen cowokku. Tiba-tiba dia nanya, definisi sukses menurutku apa. Terus aku jawab, "Definisi sukses menurutku itu soal bertanggungjawab. Ketika kita udah bisa bertanggungjawab sama kehidupan kita, ketika kita udah merasa tujuan hidup kita udah tercapai."
Terus tiba-tiba temen cowokku bilang, "Tapi kebanyakan orang menilai sukses itu harus berseragam."
PLAK. Langsung berasa kayak diingetin sama stigma itu. Kita emang gabisa menghilangkan stigma: "Sukses itu kerja di rumah sakit jadi dokter, pakai seragam kayak polisi sama tentara." Iya memang mereka sukses dengan seragamnya.
Tapi banyak kok, sekarang ibu-ibu muda yang punya kostan, yang sehari-harinya cuma dasteran tapi uang ngalir tiap bulan. Banyak kok, bapak-bapak muda yang cuma koloran tapi tanahnya hektaran. Kalau cuma lihat seragam aja, bentar dulu deh. Coba gini deh: "Yang berseragam memang orang sukses, tapi yang tidak berseragam bukan tidak sukses."
Karena bertanggungjawab sama kehidupan diri sendiri maksudku itu, yaa kita bisa menanggung hidup kita sendiri.
Kalau menurut kalian gimana?
Apa definisi sukses menurut kalian? Dengan seragam, kah? Dengan uang, kah? Atau ada definisi sukses lain? Ayokkk!
Kalian kalau suka sama orang, suka berharap apa sih?
Jujur, setiap sadar kalau aku suka sama orang, aku berharap orang itu tidak sama dengan lelaki kemarin yang aku sukai. Tapi kerap kali aku jatuh ke lubang yang sama. Dan lagi-lagi harus nyembuhin luka sendirian.
Sering sakit hati sama omongan orang lain.
Reminder: Harus lebih dijaga ya, kalau mau mengeluarkan kata-kata.
Kalian kalo lagi mumet, terus pengen healing. Ngapain sih? Kalo aku, sejauh ini jalan-jalan sendirian jadi healing terbaik.
Tadi malem abis deeptalk sama mamaku. Dan mamaku bilang: "Semuanya cuma masalah waktu."
Paragraf Argumentasi
Bukan lagi soal berjuang, sekarang soal waktunya kapan. Kalau kita udah berjuang mati-matian dan masih belum kesampaian juga, mungkin belum waktunya aja. Apa yang kamu harapkan, bukan tidak terwujud, tapi belum terwujud. Kalau belum waktunya, ya belum. Kalau udah waktunya, apa yang kamu mau bakal kejadian kokk.
Inget, Allah itu punya takdir yang baik buat kita (bukan mengajarkan, tapi mengingatkan). Allah itu cuma memberikan diwaktu yang tepat aja. Diwaktu yang bener-bener pas untuk kamu mendapatkan harapanmu itu.
"Kapan mau kerja?"
"Kapan nikah?"
"Sekarang sibuk apa?"
Stop it!
Paragraf Argumentasi.
Mulut orang-orang gabisa apa ya kita sumpel aja?
Oke, kita mungkin gabisa untuk mencegah pertanyaan itu muncul. Tapi kita bisa mengurangi pertanyaan itu kepada oranglain. Seperti kita yang bosen ditanya itu terus, yang kesel setiap ada orang yang datang pasti nanyanya itu mulu, ada oranglain yang kadang moodnya jadi turun kalau kita bertanya seperti itu.
Aku tidak berbicara oranglain, tapi membicarakan aku sendiri. Aku sampai gamau ketemu banyak orang, karena males. Hmm
Oke, mungkin oranglain terkesan seperti menjengkelkan. Tapi kadang ada orang yang benar-benar peduli, makanya bertanya hal-hal sensitif itu. Kita mungkin juga harus sedikit merubah mindset, tapi YA TETEP KESEL JUGA.
"LU GATAU RENCANA GUE GIMANA JADI STOP NANYA NANYA MULU"
Pengen kan teriak kaya gitu? Heuuu. Lagi-lagi kita tidak bisa mengontrol orang-orang, kita cuma bisa mengontrol diri kita.
Tiba-tiba kepikiran, apa kita buat cerbung ya disini? Sksksksk.