Menikah
Menikah itu bukan urusan sepele, bukan main-main, karena lebih dari separuh hidupmu akan dihabiskan di masa pernikahan.
Menikah itu bukan tanpa tujuan, tapi bersama membangun komitmen, memiliki visi dan misi yang sama, bersama berkontribusi untuk agama, dan negara.
Menikah itu bukan tua atau muda, tapi tentang bagaimana mendidik pola pikir umat, bagaimana menggenerasikan agama, meneruskan laju dakwah, memberikan yang terbaik pada penerus generasi agama dan bangsa.
Menikah itu bukan sekedar sah, tapi menambah segala ibadah, menambah segala ladang pahala, menutup sumber-sumber dosa.
Menikah itu bukan cocok atau tidak, tapi mengalah agar tidak cekcok, mengalah walaupun merasa tidak bersalah, karena pertengkaran bukan karena aku benar dan kamu salah, tapi karena aku benar dan kamu lebih benar.
Menikah itu bukan siap atau tidak, tapi persiapan setiap saat, pembelajaran tiada tamat, karena takdir datang tanpa firasat.
Menikah itu bukan meninggalkan ibu ayah, justru menambah ibu ayah, menambah kakak adik, menambah keluarga, menambah pahala bersilaturrahim.
Menikah itu bukan tak berbakti pada orang tua, karena menikah tidak memutuskan tanggung jawab sebagai anak. karena berbakti tidak berkaitan dengan status menikah atau belum menikah.
Menikah itu bukan menomorduakan orang tua, hanya soal utama dan lebih utama. Karena menikah tidak pernah memisahkan, justru semakin merekatkan.














