Will Allah Still Forgive Me?
Ada malam-malam di mana langit terasa begitu jauh, dan doa-doa kita seolah tertahan di langit-langit kamar. Di saat itu, satu pertanyaan muncul dan berbisik dengan sangat keras: "Will Allah still forgive me?"
Aku menyadari bahwa rasa takut itu sebenarnya adalah tanda bahwa hati kita masih 'hidup'. Kita merasa takut karena kita peduli, dan kita bertanya karena kita rindu. Seringkali, kita justru menjadi hakim yang paling kejam bagi diri sendiri; merasa bahwa kesalahan kita terlalu besar untuk luasnya ampunan yang sering kita dengar di ceramah-ceramah. Namun, benarkah ada dosa yang mampu melampaui kasih sayang Sang Pencipta?
Di tengah hiruk-pikuk rasa bersalah itu, aku teringat pada satu nama-Nya yang sangat indah: At-Tawwab.
Satu hal yang sering kita lupakan adalah bahwa Allah bukan hanya sekadar memaafkan, tetapi Dia adalah Sang Penerima Taubat. Kata At-Tawwab dalam bahasa Arab memiliki makna yang sangat dalam; ia bukan hanya berarti mengampuni sekali, melainkan Dia yang berkali-kali kembali kepada hamba-Nya dengan kasih sayang.
Setiap kali kita berpaling, Dia menunggu. Setiap kali kita jatuh dan mencoba berdiri lagi, Dia menerima. Seolah-olah, lewat nama ini, Allah sedang menjawab keraguan kita: "Berapa kali pun kamu terjatuh, pintu-Ku selalu terbuka untukmu."
Ingatlah, betapa luasnya rahmat Allah—bahkan jauh lebih luas daripada tumpukan dosa kita.
Namun, jika di lubuk hati yang paling dalam kita masih merasa tak pantas, Allah sendiri yang menenangkan kita melalui 'surat cinta-Nya' yang paling indah dalam Surah Az-Zumar ayat 53:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ٥٣
“Katakanlah (Muhammad), 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Perhatikan bagaimana Allah memanggil kita. Dia tidak memanggil kita dengan sebutan 'pendosa'. Dia tetap memanggil kita "Hamba-hamba-Ku". Meski kita sudah melampaui batas, meski kita merasa sudah hancur, kita tetap milik-Nya. Kalimat “Jangan berputus asa dari rahmat Allah” adalah pelukan hangat bagi jiwa-jiwa yang sedang lelah dengan dosanya sendiri.
Jadi, untuk menjawab pertanyaan “Will Allah still forgive me?” Jawabannya bukan sekadar "Ya", melainkan sebuah undangan. Tidak ada dosa yang mampu melampaui luasnya ampunan Allah. Yang ada hanyalah kita yang terkadang terlalu ragu untuk melangkah pulang.
Hari ini, biarkan pertanyaan itu berhenti menghantui kita. Mulailah bersujud. Sebab bagi At-Tawwab, kepulangan kita adalah hal yang paling Dia cintai.
23 Dzulqa'dah 1447 Hijriah by : raa (refleksi pertemuan liqo)









